Awal Perkenalan Dari Internet Dan Akhirnya Berujung Ditempat Tidur - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
7185
post-template-default,single,single-post,postid-7185,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Awal Perkenalan Dari Internet Dan Akhirnya Berujung Ditempat Tidur

Sebut saja aku Joni (nama samaran), ini adalah kisah nyata walau tak sedetail aslinya. ini adalah impian yang jadi kenyataan.

Aku sangat tergila-gila dengan cewek chinese, dan yang mendekatinya. banyak aku menyimpan pic dari model chinese dan japanese. buat aku mereka sangat sexy, apa lagi dengan boobs yang tak terlalu besar. aku sangat suka wanita dengan memiliki toket kecil hingga sedang kira 32-34 dengan nipples warna cerah. aku sering onani membayangkan model2 itu.

aku sebenernya juga sering bercinta dengan teman wanita yang mau ku ajak bercinta dan mereka yang sedang ingin bercinta. aku sangat menikmati bercinta, dan senang untuk melayani wanita-wanita yang memang membutuhkan nya.

Cerita ini berawal ketika aku iseng untuk cybersex, aku suka surf d internet tp klo untuk cybersex tergatung mood, klo untuk cybersex aku sering pake nick co_ca_ce_4cybersx atau co_ca_ce_chns_4cysx n masuk d channel yogyakarta, bandung, jakarta, surabaya. singkat cerita aku coba ajak pv beberapa ce, terutama ce chinese. akhirnya aku pv dengan ce chns, sebut saja Vina (nama samaran), anak smu kls 2. kami mengawalinya dengan perlahan dan semakin panas d cyber. singkat cerita kami tukaran pic, cybersex n dia menyatakan kepuasannya pada ku, lalu dia ingin real. aku langsung mengatakan OK, tp aku juga bingung bagaimana melakukannya walaupun satu kota, sama2 d jogja.

Baca Juga: Kakakku Yang Berbadan Seksi

dia bilang aku ga usah bingung, dia yang cariin tempatnya, akhirnya kami date.

saat kulihat dia pertama kalinya tak beda jauh dengan pic yang dia kirim sexy, pas dengan kesukaanku, buah dada 34, rambut hitam panjang dan tingginya sepundakku, aku tingginya 180 cm. kami janjian d mall, dan kami awali dengan ngobrol. ternyata dia ngga malu-malu dia santai aja kaya ketemu teman akrab, ku beranikan untuk menggandeng tangannya dan dia tak keberatan. tangan nya halus banget, dan wajahnya bikin aku horny dengan matanya yang sipit dan bibirnya yang mungil. akhirnya dia mengajakku untuk kerumahnya, dia nggak keberatan ku boncengkan diatas motorku. dia datang ke mall dengan taksi.

kami ngobrol tentang apa saja baik d mall atau selama perjalanan ke rumahnya. ternyata rumahnya tidak terlalu mewah, tetapi masih tergolong diatas rata2. dan yang terpenting bersih dan rapi itu yang membuat tampak diatas rata2. kami masuk d ruang tamu, melanjutkan obrolan dan sebelumnya Vina mengambilkan minuman untuk kami berdua. dan ku ketahui ternyata Vina seorang anak tunggal, dan orang tuanya wiraswasta yang terbilang sukses. walaupun begitu mereka memiliki seorang pembantu yang bekerja pagi hingga siang, dan seorang sopir. tapi dia bisa melakukan segala pekerjaan rumah, bagus juga didikan ortunya batinku.

kami duduk bersebelahan dan kuberanikan untuk merangkulnya, dia ngga marah. duduk kami pun layaknya dua sejoli yang telah berhubungan lama, dia memintaku menemaninya malam itu. ortunya sedang pergi ke luar kota dengan sopirnya, jadi hanya kami berdua d rumah itu. aroma tubuhnya sangat menggoda, dan terus terang aku sangat suka feromone wanita (bau tubuh asli wanita), aroma tubuhnya bercampur dengan parfum yang dia pakai, menggoda sekali. Vina bertanya soal aku berhubungan dengan wanita, dari pacaran hingga pengalaman ml.

aku bercerita sambil mengelus-ngelus rambutnya dan tiduran dengan kepalanya d pangkuanku. Vina mendengar penuh perhatian. aku berbicara terus terang padanya tentang pengalaman pacaran ku dan pengalaman ml ku ketika smu. Vina menunjukkan sikap yang baik padaku, lalu dia berkata pada ku bahwa dia sangat suka padaku malam ini saja dan dia ingin merasakan nikmatnya berhubungan badan. sebab dia hanya bisa masturbasi saja hingga saat itu dan dia sering nonton film semi, bf, dan film2 yang cukup merangsang. dia perna pacaran tp belum pernah melakukan hal2 yang intim, sekarang dia baru sendiri.

dengan tiba-tiba dia mengajakku mandi bersama. aku langsung setuju, aku sangat mau dalam batin. dia menggandengku masuk ke kamarnya, lalu dia menanggalkan pakaiannya. aku mematung melihatnya, sexy sekali sangat sesuai dengan impianku nipplesnya berwarna coklat muda, sebesar jagung dengan toket 34 yang sexy, tetapi vaginanya masih cukut lebat rambutnya tapi tak selebat orang jawa, semuanya membuat dedekku langsung melek. dia menegurku:

“Joni, kenapa kamu. ko diem aja?”
“nggak” jawab ku
“kamu sexy banget Vina, kamu adalah impian ku”

Vina pun tersenyum padaku

“masa, Jonn” sambil mendekatiku

Vina pun melucuti pakaian ku, dan sebelum dia melepaskan cd ku dia mengelus2 penis ku

“keras banget, Jonn. uda ga tahan ya”
“he eh” jawabku

setelah ku bugil ku peluk dia dan kucium bibirnya, lembut sekali. kugandeng dia dan kami ke kamar mandi. di kamar mandi kami bercumbu, tak henti2nya ku peluk dan ku cium bibirnya, lalu

“Vina, kamu mau ku cukur rambut vaginanya nggak?”
“buat apa, Jonn”
“biar vaginamu ngga bau n makin sexy. kaya penisku”

aku rajin mencukur rambut penisku dan kusisakan bagian atasnya.

“pantas kedua bolamu mulus banget, Jonn. menggoda bgt”
“jadi kamu mau?”
“OK, tp pakai cukuran apa?”
“pake pisau cukur rambut kaki mu, punya khan”
“OK”

Vina duduk di kloset dan ku cukur pelahan2.

“liat nich, sexy khan” kuambil cermin dan ku lihatkan vaginanya
“iya, Jonn. Vina suka. jadi begitu ya biar sexy n sehat, ga bau gitu vaginanya” aku mengangguk
“coba ku cium vagina mu sekarang” kataku dan ku cium vaginanya perlahan dan lembut

dari atas turun ke bibir vaginanya lalu ke klitorisnya, kukecupi dan sesekali ku mainkan lidah kuperlahan tapi matap lidah ku memainkan klitorisnya. ku buka bibir vaginanya dengan jariku dan tampak klitorisnya dan vaginanya yang masih merah. ku lanjutkan permainan lidah ku bergerak d klitorisnya dan bibir vagina bagian dalam. terdengar

“uh”

lenguhan Vina dengan kedua tangannya memegang kepalaku dan mengacak2 rambut ku. ku lanjutkan jilatan ku dan sesekali ku sedot klitnya dengan lembut. Vina makin menggeliat menggerakan pinggulnya dan menekan ke pakau ke vaginanya. kutangkupkan mulut ku ke vaginanya, sehingga lubang senggamanya tertutupi oleh mulut ku. lalu kusedot lembut dan ku gerakkan lidah ku d klitnya, carian vaginanya makin deras dan tertelan oleh ku, enak sekali bagiku. ke dua tangan ku memainkan toketnya, ku remas2 lembut, ku pelintir2 nipple nya. Vina makin menggila pinggulnya bergoyang kanan kiri dan makin kencang lenguhannya

“uh, Jonnn. enak banget”

tempo agak ku bercepat, Vina makin horny. dia menjepit dan menekan2 kepalaku, lalu tubuhnya agak mengejang dan denyut vaginanya makin terasa cairan mmakin banjir, akhirnya

“ah, Jonnn, aku sampe” teriakannya penuh kepuasan dan ku jilati cairan itu sambil merasakan denyutan vaginanya.

ku peluk dia, keluar dari kamar mandi

“Jonn, tadi enak banget. itu yang pertama sama co. memekku pun masi kedutan, enak banget” sambil Vina mencium ku

ku baringkan Vina d tempat tidurnya, lalu ku duduk d sampingnya dan memulai foreplay kembali. ku mulai dengan ciuman di dahinya turun ke bibirnya. perlahan ku nikmati bibirnya yang mungil, dan ku mulai permainan lidah ku. sesekali ku sedot2 bibirnya. lidah kami pun saling beradu, dan semakin ganas. ku lakukan itu sambil meremas2 boobs nya, kenyal sekali dan nipples nya pun mulai mengeras lagi. kumainkan ke duanya dengan jari2 tangan ku perlahan. ciuman ku turun ke lehernya yang putih ku jilati dan ku kecup dan kedua tangan ku tak henti2nya meremas toketnya, kepalaku pun di peluknya. ciuman ku turun lagi ke dada nya. ku ciumi dada nya melingkar, belum menyentuh nipples nya. kenyal sekali terasa dibibir ku, dan tangannya tak lepas memeluk kepalaku serta desahannya semakin terdengar terutama saat aku mengecup puntingnya

“mmhhh, Jonn. terusin”

ku kecup kedua puntingnya. lembut sekali rasanya di bibr ku. ku julurkan lidah ku dan ku mulai mengusapnya dengan ujung lidahku, Vina mengeliat dan mendesah

“uh”
bergantian ku jilati puntingnya, kiri, kanan. ku gerakkan lidahku keatas, bawah, kiri, kanan, dan melingkar2. desahan semakin kencang, Vina mulai mengacak2 rambutku walaupun pendek dan sesekali menekan2 ke dada nya. nikmat sekali puntingnya untukku, seperti cream yang lumer di dalam mulut ku terasa sekali saat ku sedot2 nipple nya tersebut. ku sedot2 nip nya perlahan dan lembut, sesekali ku gigit kecil nip nya. Vina sangat menikmatinya dia sungguh santai. ku hentikan sebentar permainan ini. ku suruh dia untuk mengangkat tangannya diatas kepalanya, tampaklah ketiak yang mulus. ku elus, ku bisiki Vina di kupingnya sambil menghembus kupingnya

“Vina, aku suka ketiak mu” wajah Vina agak memerah, tak menyangka ku bisiki hal itu.
ku cium dan ku jilati perlahan kiri dan kanan
“geli, Jonn” katanya “tapi asik”

sambil ku pegang daerah selangkangannya, mmm, sudah basah.

“Vina, vagina mu sudah basah ya”
“iya, horny banget nich. terusin Jonk”

ku mulai lagi dengan menjilati bibirnya, lehernya, dan kupingnya. lalu turun lagi ke dada nya. ku jilati nip nya dan sesekali ku sedot2. gerakan lidah ku kupercepat. salah satu tangan ku turun ke s*****kanganya, mengusap2 pahanya, bibir vaginanya, lalu klit nya perlahan. Vina mengeliat dan mendesah2 keenakan sambil memejamkan matanya.

“uh…mh”

desahannya membuatku makin terangsang, pemainanku makin gila sehingga puntinya menjadi lebih merah dan ku cupang toketnya, kiri, kanan. lalu aku turun ke perutnya menuju vaginanya. ku jilati perutnya dan belly button nya. ku buka s*****kangannya dan ku ciumi vaginanya sambil menghisap cairan vaginanya, nikmat sekali rasanya. vaginanya terasa hangat, ku julurkan lidahku lalu membelah vaginanya dari bawah ke atas perlahan. Vina makin menggeliat dan mendesah liar

“engh…..”

ku kerjai klitnya. ku jilati perlahan, kugerakkan lidah ku naik-turun, kiri-kanan, dan melingkar2. sesekali ku sedot2 klitnya, lembut sekali dan seperti ada sesuatu yang lumer dalam mulut ku. cairan vaginanya makin deras dan denyut vaginanya semakin terasa. ku tangkupkan lagi mulutku di vaginanya, dan kakinya menjepit kepalaku. tangan ku yang bebas mengerjai boobs nya kembali, ku beri pijatan di toketnya. ku coba menusuk lubang vaginanya, Vina teriak kesakitan

“auw, sakit” kuurungkan niat ku dan kembali mengelus klitnya dan menyedot2 vaginanya.

desahan terdengar kembali dari mulutnya, tak lama tubuhnya mengejang dan vaginanya makin berkedut dan

“ach….”

Vina dapet lagi, dan langsung ku jilati. lalu ku berbaring disampingnya tubuh kami lumayan berkeringat, ku cium bibirnya.

“Vina, kamu masi perawan ya” tanyaku
“eng, iya. dan aku ingin sama kamu”
“kenapa?” tanya ku lagi
“ingin aja, sebab menurutku kamu kalo ml gayanya lembut. dari pengalaman kamu ml dulu. ini menurutku lo”

aku tersenyum sambil meremas2 dada nya.

“Jonn, masukin penismu Jonk. aku da ngga tahan lagi”
“baik sayang, kamu akan menjadi wanita sesungguhnya” ku bisiki dia sambil mengambil posisi.

wajahnya memerah kembali. ku baringkan dia di tepi spring bed, dan aku berdiri, ku buka s*****kanya. ku gesekkan kepala penisku di klitnya, Vina memejamkan matanya dan tersenyum santai. ku paskan peniku lalu ku berbisik pada nya

“siap, sayang”
“iya” jawabnya sambil memelukku dan

perlahan ku masukkan penisku, vaginanya cukup sempit tapi basah, kepalanya masuk, slep lalu 1/4 masuk. Vina teriak kesakitan

“auw”
“tenang, sayang. kamu pasti akan merasakan kenikmatan” Vina kembali tenang.

sodokan yang perlahan dan pasti akhirnya masuk ke vaginanya. hangat sekali, kudiamkan penisku sebentar dan ku ciumi bibirnya.

“gimana, Vina”
“sakit, tapi sekarang ngga. eng, Jonn. penis kamu enak juga, pas. kayak nggarukin vaginaku”
“suka, ya”

Vina mengangguk

ku mulai gerakanku perlahan, maju-mundur. mmm, nikmat sekali vaginanya memijat penisku. Vina memejamkan matanya dan tersenyum santai menikmati penisku. desahan mulai terdengar dari mulut nya

“mh…”

sodokan sedikit ku percepat, dan tangan ku memijat toketnya serta memainkan nip nya. vaginanya makin basah, dan terdengar suara dari vaginanya.
ku coba menggenJongnya, dan Vina mau. kakinya menjepit pinggangku kuat dan sodokan semakin terasa, suara diantara vagina dan sodokan penisku. kami berkeringat, dan aroma feromone Vina semakin tercium, sexy sekali.

“Jonn, Vina suka banget. enak. lebih enak dari masturbasi”
“aku juga suka, Vina”

beberapa menit kemudian, denyut vaginanya makin terasa di penisku, mulai dari kepalanya hingga batangnya

“Jonn, aku mo sampe lagi nich. …ach” tubuhnya mengejang sehingga Vina menJongakkan kepalanya. cairan vaginanya membasahi penisku dan semakin licin.

ini makin membuat ku mo keluar di tambah feromonenya yang sexy

“Vina, aku mo keluar nich…”

Vina yang masih keasikan memelukku dan menjawab

“di dalem aja…”

denyut vaginanya makin membuatku cepat keluar dan

“argh….”

penisku memancarkan spermanya di dalam vaginanya. aku duduk, Vina masih ku genJong. kami berpelukan erat beberapa saat, lalu ku cium dia.

“Jonn, trims ya. enak banget. ntar lagi ya”
“OK, Vina”

dan ku lihat bercak merah di tempat tidur. kulihat itu darah.

“Vina, selamat ya. kamu benar2 wanita sekarang”

Vina tersenyum dan masih di pangkuanku. kami berciuman cukup lama, dan tak terasa penisku mulai mengendur di dalam vaginanya.

setelah kami ml d kamarnya kami, membersihan diri, dan merasa lapar. hanya memakai cd kami ke dapur. Vina membuat sandwich untuk kami berdua. kami makan sambil ngobrol. lalu dia ingin melakukan oral sama co, sebab dia hanya bisa membayangkan dengan pisang katanya. aku tertawa dan menyetujuinya. lalu ku tawarkan erotic dessert padanya. dia setuju. ku ambil yoghurt dari lemari es nya. aku mengambil jatah dessert ku dulu. ku suruh dia duduk di meja makan. lalu ku cium bibir nya dan ku tuang youghurt di puntingnya ku jilati dan kunikmati. Vina mendesah keenakan

“mmhhh…enak, Jonn. terusin, say”

ku tuang lagi youghurt di vaginanya

“m…dingin, Jonn. lebih dingin di situ rasanya”

aku duduk dan ku jilati youghurt di vaginanya. ku jilati bibir vaginanya, lubang vaginanya, klitorisnya. sambil menikmati yoghurt bercampur cairan vagina. aneh tapi enak. Vina menggeliat keenakan dan mVinaguh2

“uh…mh…uh…mh”

tangan ku pun mengerjai nip nya, sambil menjilati klitnya ku isep2 memeknya. dan sesekali kutusuk lubang vaginanya dengan lidahku. denyut vaginanya makin terasa dan Vina mengejang. crot, cairan vagina keluar dibarengai desahan kenikmatan dari Vina

“ach…ah…”

ku jilati sisa2 cairannya

“Jonn, ide kamu OK banget. sekarang aku ya”
“OK, Vina. ku kasih tau ya kalo kamu oralin co, kamu juga mainin kedua balls nya ya”
“diapain?” tanyanya
“bisa di jilat atau di sedot2, tapi perlahan ya, awas sama gigi mu”
“oo, gitu ya, Jonn”

Vina menuangkan sisa yoghurt di penis ku lalu dia menjilatinya. perlahan dia menjilatinya. kedua bijiku dia jilati, perlahan2 naik, sampai ke kepala penis ku

“m, enak, Vina…”

Vina mejilati penisku seperti loly pop, perlahan dengan sedotan yang tiba2 dan asyik. naik turun lidahnya bergerak, dan melingkar2 di topi baja ku. sensasi luar biasa, seperti kesetrum dan nikmat

“mmm, kamu pintar , Vina…mh” aku mendesah2 dan mVinaguh “uh…”

Vina mulai mengocok penisku dengan mulutnya, ku pegangi kepalanya. ku elus2 rambutnya, wajahnya sexy sekali. suara kocokan mulai terdengar. rupanya Vina menikmatinya, tangannya pun memainkan bola ku dengan lembut. nikmat sekali. kocokannya makin nikmat dan aku marasakan mau keluar, rupanya Vina telah menemukan bagian ku yang sensitif.

“Vina, aku mo keluar nich…”

kocokan nya di perlahan, dan Vina memegangi penisku lalu mengocoknya perlahan mulutnya menutupi kepala penis ku. lalu crot… aku keluarkan spremaku. nikmat sekali, Vina menelannya dan mejilati sisa sperma ku.

“kamu telen ya” tanya ku
“iya, ternyata enak ko” jawabnya sambil menjilati penis ku.
“gimana, suka”
“ternyata asyik ya, aku bisa perkosa kamu n liat ekspresi kamu”

aku tersenyum,

“aku juga suka ngoralin ce” sahut ku.
“Vina sudah dua lubang yang membuat mu nikmat” kataku “mau lubang yang ketiga”
“yang mana?” tanyanya
“anus mu”
“maksudmu anal sex”
“yup, mo coba?” sahutku
“boleh, tapi gimana?”
“kamu punya jelly?” tanyaku
“buat apa?”
“biar jadi pelumas di anal mu, khan beda dari vagina. kalo anal sex, harus pake pelumas biar ga sakit”
“ada, tuch di lemari es. ku ambil ya”

benar-benar aku menikmati Vina. dia kembali dengan jelly. ku suruh dia nungging, ku jilati anusnya dan kubasahi penis ku dengan jelly. ku sodokkan penisku ke analnya. perlahan. Vina kesakitan pada awalnya setelah 1/2 penisku masuk dia mulai santai.

“ayo Jonn, goyang”

ku gerakkan penisku maju mundur sambil ke pegangi pundaknya untuk memantapkan sodokan ku, tangan yang lain mainkan klitnya dan sesekali ku remas2 dada nya. jepitan analnya kencang sekali, sesekali ku tambah pelumasnya. ketika ku tidurkan Vina diatas meja, dia sangat menikmatinya. dan aku pun menjilati nipples nya, serta mainkan klitnya dengan tangan ku. cairan yang keluar dari vaginanya turun ke bawah menjadi pelumas. licin sekali.

“Jonn, kamu…gila yaa…tapi aku…suka”

ku percepat kocokan ku dan aku merasakan denyut di penisku. aku mau keluar, cepat2 ku cabut dan ku masukkan ke dalam mulut Vina. Vina telah siap dan crot… spermaku muncrat, lagi2 Vina membersihkan perlahan2.

kami masuk ke kamar kembali. dan baru ku sadari ada sebuah cermin besar terpasang di meja riasnya. ku ajak dia ml di depan cermin.

“Vina, ml d depan cermin yuk” ajak ku
“yuk” jawabnya.

aku duduk di kursi riasnya, dan Vina meyingkirkan benda2 yang ada di meja riasnya. lalu Vina ku pangku, memeknya yang masih basah tepat diatas penisku yang setengah tegang. memeknya terasa lembut sekali dan istimewanya gundul, aku sangat suka vagina yang hairless. ku lumat bibir nya perlahan kuy mulai foreplay. tampaknya Vina mudah sekali di buat ON, tanpa susah payah vaginanya mulai basah tapi tak banjir. ku lumat bbirnya dan kumainkan lidahku, saling sedot. nikmat sekali. sesekali ku elus kupingnya dengan tangan ku. ku kecuk kupingnya, lehernya dan tengkuknya. jilatanku turun dari leher ke dadanya kiri-kanan. sesekali ku tiup dan ku cium ketiaknya. Vina kegelian dan juga keenakan. gerakan Vina makin tak karuan ketika ku jilati nipples nya, perlahan sesekali ku sedot dan ku gigit kecil. desahan makin ter dengar

“uh…mh…uh…mh…engh…”

dengan gerakannya bak cacing kepanasan. tubuh kami berkeringat, ini menambah erotisnya suasanya, feromone nya makin merangsang ku. memeknya berdenyut dan basah, perlahan2 Vina menggerakkan pinggangnya. gesekan vaginanya terasa, terutama klitnya yang menegang.

“terus, Jonn…engh…”

Vina makin keenakan, dan makin memeluk kepalaku serta meremas2 rambutku. dan aku makin menikmati boobs nya. ku sedot dan ku mainkan puntingnya di dalam mulutku dengan lidahku. denyut vaginanya makin memujat penisku di permukaan, sesekali Vina menJongakkan kepalanya serta tubuhnya sedikit mengejang. lalu cairan hangat membanjiri penisku dan terdengar desahan cukup panjang

“ah…”

Vina orgasme lagi sambil memelukku dan menjilati leherku. sebentar kami beristirahat lalu berganti pose. kamu berdia menghadap cermin sehingga tampak sepasang orang yang menikmati percintaan. kami saling menatap di cermin ku bisiki dia

“Vina kamu sempurna, sayang. boleh aku merasakan keindahanmu?”
“lakukan saja, sayang. malam ini aku milikmu” sambil kamu berciuman dan aku meremas2 dadanya.

ku duduk, kusuruh Vina sendiri memasukkan penisnya ke dalam vaginanya. di peganginya lalu, slep masuk perlahan ke dalam vaginanya. Vina menyaksikan prosesnya dari cermin. lalu

“ayo goyang, Vina. ayo kita naik kuda”

Vina mulai menggoyang dan aku meremas2 dadanya serta memainkan nipples nya.

“oh…yeah…your…my…horsie…”‘

sambil dia bergerak naik turun. sensasi berbeda kurasakan, pijatan vaginanya makin terasa di penis ku dan suara vagina dan penis teradu makin terdengar agak basah. peluh kami makin keluar terutama Vina. setelah kocokan elan agak melambat, itu tanda dia mulai cape. ku suruh dia nungging dan tangannya bersandar di meja rias lalu aku berdiri. dan

“let’s get doggy, Vina…”

langsung ku sodok memeknya. Vina menengok kebelakang, dan bekata

“kamu nakal Joni…”

Vina makin menikmatinya, lalu beberapa menit kemudian

“aku…mo…pip…pis…”

dengan wajah yang memelas. kocokan ku perlambat dan kumantapkan, gerakanku ku bibik angka 8, desahan makin terdengan dan keinginannya untuk pipis makin meningkat. dan denyut vagina makin lembut memijat penisku, rupanya pas g-spotnya, batinku. kedua tanga Vina memeluk pinggang ku, badannya agak berdiri. ku jilati lehernya dan memainkan puntingnya sambik terus bergoyang.

“Jonn,…enak…banget…” desahnya.

tubuh kami sudah basah, dan Vina mengejang dan memeknya menggenggam penisku dan cairan hangatnya keluar lagi, lalu ku susul

“crot…”

penisku menembakkan spermanya. gerakan ku hentikan, kami saling berciuman dan duduk. Vina masih ku pangku begitu pula penis ku, masih di dalam.

ku genJong dia ke tempat tidur, penisku merasakan hangatnya vagina Vina. kami berbaring berpelukan, dengan kelamin kami masih menyatu di dalam vaginanya, Vina diatasku.

“Joni…sayang…terimakasih…”
“aku juga Vina” sambil membelai rambutnya

lalu kami tertidur.

Related Post