BERENANG - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
5858
post-template-default,single,single-post,postid-5858,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

BERENANG

Setelah ujian akhir semester berakhir, gue ama ceweq gue sepakat buat sedikit
mendinginkan otak dan bersantai-santai. Gue ajak ceweq gue pergi ke pantai
Pangandaran, bermobil berdua, dan nyewa satu kamar di hotel yang tidak terlalu
besar. Kamar yang gue sewa sengaja ber AC soalnya tau sendiri gimana panasnya
udara pantai. Gue dan ceweq gue sudah sering bepergian berdua, dan juga nginep
berdua. Tetapi selama itu (hampir 5 tahun) belum pernah sekalipun gue ngentot
dalam arti yang sebenarnya. Yang terjadi adalah sekedar “Heavy Petting”, mandi
kucing, deep kissing dll. jadi urusannya adalah urusan “luar”, muncratpun di
luar. Gue sangat mencintai ceweq gue, dan gue kagak mau mengambil keperawanan
dia begitu aja. Gue tau dan sadar bahwa kalo gue mencintai dia, gue juga harus
menjaga yang satu itu…. belum tentu khan gue bakal kawin ama dia.
Setelah check-in, gue ama ceweq gue berenang di laut. Gue dan ceweq gue sangat
suka berenang, apalagi di laut. Capek berenang, gue dan ceweq gue mandi, berdua
tentu, terus jalan-jalan malam sambil cari makan. Gue dan ceweq gue makan
makanan laut di pinggir pantai timur pangandaran.

Balik ke kamar hotel, badan lumayan capek ditambah udara AC kamar yang sejuk,
gue dan ceweq gue naik ke tempat tidur, masuk ke bawah selimut. Kami berpelukan
sambil ngobrol, dan saling menyatakan rasa sayang. Gue cium bibir ceweq gue,
dia membalas, lalu memasukkan lidahnya ke dalam mulut gue. Lidahnya seperti
berusaha untuk mencapai seluruh sudut mulut gue. Gue membalas dengan menggigit
pelan lidahnya, dan ikut menjelajahi dalam mulutnya dengan lidah gue. Napsu
gue mulai naik, tangan gue mulai menjelajahi payudaranya dari luar baju. Pelan
pelan gue elus, gue remes, dan gue cari ujung pentilnya. Ceweq gue mulai
merintih keenakan. Puas menjelajahi dari luar, tangan gue mulai masuk ke dalam
lewat bawah t-shirt-nya. Gue buka BH-nya, terus gue mulai menjelajahi payudara
ceweq gue. Suara rintihannya semakin keras. Gue buka t-shirtnya, terus mulut
gue mulai beraksi. Gue cium bibirnya, dagunya, lehernya, pundak kiri, pundak
kanan, dan sampai ke payudaranya. Gue jilat dan gue isap pentilnya yang sudah
mengeras. Sekali-sekali gue gigit pelan-pelan. Ceweq gue juga mulai naik, dia
membuka t-shirt gue, dan mulai mengusap dan mencubit pentil gue. Rasanya nggak
terkira, nikmat sekali. Biarpun udah sering gue dan ceweq gue melakukannya,
tapi setiap kali, selalu nikmat. Puas “main susu”, tangan gue turun ke bawah
pelan-pelan. Mula-mula, gue elus-elus vaginanya dari luar celana pendeknya.

Setelah celana pendek itu terlepas, gue ngelus dari luar CD-nya. Buset, udah
lembab banget. Nggak lama, CD itupun terlepas, tangan gue langsung berhadapan
dengan bulu-bulu halus dan lubang hangat yang basah. Gue elus-elus klitorisnya,
kadang-kadang masuk sedikit ke dalam lobangnya. Ceweq gue makin menjadi-jadi
mengerang. Tangannya membuka celana gue sekalian CD-nya, terus mulai mengelus
penis gue yang sudah sangat tegang. Gue juga ikutan merintih, tangannya sudah
pengalaman untuk membangkitkan rasa nikmat. Gue melanjutkan tahap permainan,
mulut gue turun perlahan-lahan, lewat pusar, bawah pusar, dan sampai ke vagina.

Lidah gue mulai menjilati vaginanya, klitorisnya, dan kadang-kadang masuk ke
dalam lobangnya. Rasanya, susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ceweq gue
juga nggak mau kalah, dia menggerakkan badannya sedemikian rupa, sampai mulut
mungilnya ketemu dengan penis gue. Gue kelojotan begitu lidahnya yang hangat
dan kasar itu mulai mengulum penis gue. Dingin-dingin empuk. Gue dan ceweq gue
udah nggak peduli ama lingkungan, suara rintihan kita berdua kayaknya sich
kedengaran ampe kemana-mana. Bodo amat….
Setelah kira-kira 10 menit pada posisi tersebut, ceweq gue menarik kepala gue
supaya ke atas, dan ganti posisi. Biasanya, gue akan memainkan penis gue diluar
vagina dia sampai kita berdua orgasme, tapi kali ini dia berbisik ketelinga gue
kalo dia ingin gue memasukkan penis gue ke dalam. Gue sempet kaget, tapi dia
memeluk kepala gue dan berbisik bahwa dia sungguh-sungguh. OK, gue mengarahkan
penis gue dengan tangan, lalu setelah gue rasa pas, gue coba memasukkannya.

Baca Juga: Cerita Sex Putri Terengah Engah

Gue udah sering nonton BF, juga baca cerita, juga denger dll., tapi koq waktu
dipraktekin nggak segampang yang gue kira. Rasanya, lobang itu nggak ketemu-
ketemu. Gue coba teken, ceweq gue kesakitan, gue coba arah lain, masih juga
salah. Akhirnya, ketemu juga. Gue masukkan pelan-pelan sekali, sedikit demi
sedikit. Gue liat ekspresi muka ceweq gue kesakitan, tapi sekali lagi dia
berbisik bahwa dia nggak apa-apa. Akhirnya, gue berhasil memasukkan penis gue
seluruhnya, lalu gue mulai naik-turun. Rasanya, nggak terkira, nikmat sekali !!
Mula-mula pelan, makin cepat, makin cepat, dan rasanya gue udah mau ejakulasi.

Biarpun gue lagi keenakan, tapi akal sehat gue masih jalan. Gue nggak mau
nyemprotin sperma gue di dalam, gue nggak mau kalo ceweq gue sampe hamil.

Tapi, ceweq gue seperti mengerti apa yang gue pikirin. Begitu gue akan
mencabut penis gue, kedua kakinya merangkul pantat gue erat-erat. Penis gue
masuk sedalam-dalamnya, dan akhirnya gue ejakulasi di dalam. Aaaaahhhhhhh…..
bukan main, nikmat banget !!!. Gue biarin penis gue di dalam, terus gue cium
bibir ceweq gue. Gue liat ada air mata di sudut matanya, tapi bibirnya
tersenyum. Gue bilang, gue sayang dia, dan gue ucapin terima kasih. Kami
berpelukan lagi. Malam itu gue dan ceweq gue sempat mengulanginya 3 kali
sebelum akhirnya tertidur kecapekan. Besok paginya gue lihat seprai yang tadinya
putih bersih sekarang bernoda darah segar dan sisa-sisa sperma yang tumpah.

Gue nginep 3 hari 4 malam, dan selama itu nggak tau berapa kali gue ngentot
beneran ama ceweq gue. Siang berenang, malam berenang juga. Cuma beda medianya
aja. Untungnya, dia nggak sampe hamil. Sayang sekali, setahun setelah itu gue
pisah ama ceweq gue. Sekarang, dia sudah bersuami, guepun sudah punya istri
yang gue cintai. Tapi, pengalaman pertama itu nggak pernah bisa gue lupakan……

 

Related Post