Cerita Hot - Gadis Penghibur - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
8446
post-template-default,single,single-post,postid-8446,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Cerita Hot – Gadis Penghibur

Cerita Hot – sebagai laki-laki yang sudah memasuki usia 29 tahun, sudah sepantasnya aku mereguk kepuasan birahi dari pasanganku. Meskipun aku belum menikah juga tapi hingga saat ini aku sudah beberapa kali melakukan adegan cerita seks dengan pacarku hingga wanita penghibur juga. Namaku Alan sudah bekerja di sebuah Bank swasta sebagai salah satu staf di sana.

Kali ini aku menjalin hubungan dengan seorang gadis bernama Jessica. Dan hubunganku sudah menginjak bulan ke lima kali ini, selama ini juga aku sering melakukan perselingkuhan dengan wanita lain. Tapi tetap saja tanpa sepengetahuan Jessica tentunya, dan setiap teman-temanku sudah biasa menjaga rahasia ini bahkan sebelum aku menjalin hubungan dengan Jessica.

Setiap menjalin hubungan dengan seorang cewek aku pasti melakukan sex. Dan hingga kini aku masih berpetualang untuk itu, seperti malam ini aku sudah janjian dengan beberapa teman kantor kalau malam ini akan pergi ke sebuah club malam. Kamipun janjian berkumpul di rumah FIkri salah satu teman kami juga, saat itulah aku melihat Jessica menatapku.

Namun langsung saja aku berpikir untuk mencari alasan padanya ” sayang kenapa sewot ” Kataku pada Jessica ” Emang mau pada kemana kok ada acara ngumpul segala. ” Jessica memasang muka cemberut, tapi aku langsung berkelit ” Itu si Fikri  mo ada acara.. dan ngundang kami ngumpul di rumahnya ntar malam.. mau ikut.. ” Pura-pura aku nawarin dia, dan untungnya Jessica menggelengkan kepala.

Baca Juga: Ketahuan Ngentot Saat Sedang Enaknya Ngentot Sama Tanteku

Malam itu juga aku langsung menuju rumah Fikri, sesampainya di sana ternyata sudah banyak teman-teman yang sudah ngumpul. Semua ada 5 orang dan kami tinggal menunggu Steven dan Joshua teman kami. Dan tidak berapa lama kemudian mereka datang, kamipun berangkat menuju salah satu club ternama di kota ini. Selama dalam perjalanan semua temanku pada menggodaku.

Secara terang-terangan mereka bilang kalau hanya membantuku untuk menggaet wanita malam ini. Kamipun rame di dalam mobil, sesampainya di sana kami langsung menuju tempat pojokan favorite kami, dan langsung memesan beberapa minuman serta tidak lupa gadis penuang minuman. Namun ada yang bikin aku tercengang malam ini, karena ada seorang cewek yang masih muda dan baru di tempat ini.

Semua temanku sudah pada minum begitu juga denganku. Tapi aku masih mencuri pandang pada gadis yang dari tadi menuangkan minuman pada Steven, akupun mencoba mendekatinya seraya berkata ” Hai nama kamu siapa. ” Dia tersenyum tapi masih malu-malu ” Ita Mas ” katanya sambil menuangkan minuman padaku, akupun meminumnya dan kembali mengajaknya berbicara.

Aku pindah pada tempat yang lebih dekat dengannya, kemudian kami mengobrol hingga akhirnya kami terlibat pembicaraan pribadi. Seperti biasa aku langsung mengajaknya kencan malam itu, dia masih malu serta takut pada temannya yang mengajaknya kerja di tempat ini. Namun aku bilang kalau aku yang akan bilang pada temannya dan juga pada bos tempat ini.

Ita pun mau segera aku membawanya pergi dari tempat itu, untung aku bawa kunci mobil. Tanpa memikirkan teman-temanku langsung saja aku bawa mobil meninggalkan tempat ini, dan hotel menjadi pilihanku.  Aku bawa Ita ke sana dia sepertinya baru pertama kali menginjakkan kaki ke hotel, karena walaupun dia bersikap biasa saja namun aku tahu kalau dia gugup.

Setelah masuk di dalam kamar Ita langsung membuka bajunya dan berkata ” Apa saya mesti buka semuanya Mas.. ” Katanya polos, aku menatapnya ternyata gadis ini benar-benar polos dan lugu. Dengan perlahan aku mendekatinya dan memegang tangannya sambil berkata ” Kamu baru pertama kali melakukan hal ini… ” Ita langsung menunduk namun aku pegang dagunya.

Kemudian aku tengadahkan dia saat itulah dia menatap wajahku. Lama kami saling memandang sebenarnya aku tidak mau melakukan sex dengannya, karena aku merasa kasihan padanya, namun ketika Ita mendaratkan bibirnya pada pipiku saat itulah aku membalas dengan lebih gairah lagi, aku lumat bibirnya yang sedari tadi dingin kurasa bagai akan membeku.

Tanganku mulai bergerilya meraba-raba lekuk tubuh Ita, dia menngelinjang sambil mendesah manja ” Eeuummmppphhh… eeeeuuummmpphh… aaaaghhh… aaaaghhh.. aaaghh.. ” Desahan Ita semakin membangkitkan gairahku. Dengan cepat aku buka bajuku dan melepas baju Ita yang tinggal sekali tarik saja. Kini tubuh kami berdua sama-sama telanjang bulat.

Dengan gemas aku gendong tubuh Ita dan merebahkannya di atas tempat tidur, kemudian aku sentuh setiap lekuk tubuhnya. Sesaat aku menatapnya ketika tanganku sudah berada di atas memek Ita ” Memek kamu masih cantik sayang.. ” kataku sambil terus menyentuh memek itu dengan tanganku, begitu cantik dengan rambut halus di sekitarnya beda dengan rambut memek Jessica pacarku.

Kini aku menyentuh dengan bibirku ” Oouuughh…. aaaaghhh… enak…Mas… aaaaghhh… ” Semakin liar lidahku menjilat memek itu. Ita menggelinjang sambil terus menjambak rambutku hingga kusut. Tapi aku tidak keberatan dengan hal itu, dapat menikmati memek Ita saja sudah menjadi kebangaanku. Kini aku merangkak naik ke atas tubuh Ita.

Kemudian aku masukkan kontolku pada memeknya, berkali-kali tapi tidak bisa juga. Dan kembali juga aku memasukkannya, setelah beberapa lama akhirnya kontolku dapat melesat masuk ke dalam memek Ita. Segera aku bergerak di atas tubuhnya ” Ooouughh… aaaaaghhh… aaaaggghh… aaaaghh… nik..mat… Mas.. aaaghhh… ” Semakin cepat juga aku bergoyang.

Berkali-kali pula Ita mendesah ” Oouughh… uuuuffff…aaaaghhh.. aaaagghh… ” Sedangkan aku tidak mau kalah dengan mengerang lebih keras dari desahan Ita yang terdengar lembut ” Ooouuggghh… yaaaaaccchh… yaaaaccchh…. ooouuugghhh…. aaaaggghhh… ” Dan tidak berapa lama kemudian aku merasa kalau kontolku tidak lagi mampu menahan rasa nikmat dari kocokan kontolku.

Benar saja tidak lama kemudian kontolku mengejang dan menumpahkan sesuatu dari dalamnya, terasa hangat dan begitu nikmat rasanya. Ita aku rasa sama-sama mencapai kepuasan karena dia mendekap tubuhku dengan begitu eratnya. Bahkan dia segan melepas dekapanya, mungkin ini adalah kesan  pertama baginya. Karena aku merasa memeknya masih begitu sempit.

Related Post