Cerita Mesum Sandra Cewek ABG Perawan - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
2727
post-template-default,single,single-post,postid-2727,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Cerita Mesum Sandra Cewek ABG Perawan

Cerita Mesum ini berlangsung di tahun 2015, saat saya, serta Agus, serta Fery bekerja di satu perusahaan IT di bilangan Jakata Selatan. Perusahaan saya waktu itu menyewa satu tempat tinggal yang jadikan kantor. Diluar itu perusahaan saya, tempat tinggal itu juga disewa oleh dua perusahaan yang lain yang beroperasi di sektor jasa. Waktu itu saya bekerja jadi staf administrasi. Perusahaan saya termasuk kecil, cuma mempunyai karyawan dibawah 10 orang saja.

Kehidupan seksual saya sesungguhnya normal, saya sudah berkeluarga serta mempunyai anak berusia 1 tahun. Kebahagiaan kami jalan layaknya seperti satu keluarga kecil yang bahagia, tanpa ada kekurangan satu hal juga. Sampai disuatu waktu, perusahaan yang bersebelahan dgn saya, sebut saja PT xxx, mempekerjakan seseorang karyawati baru di bagian administrasi.

Namanya Sandra. Gadis ini berperawakan kecil mungil menarik, tetapi manis. Berkulit sawo masak dgn mata berbulu lentik. Rambutnya agak ikal. Sandra ini keturunan arab. Seringkali saya dengar kalau pria keturunan Arab mempunyai libido yang begitu tinggi. Untuk perempuannya, saya belum juga sempat mendengar selentingan tentang tingkah laku seksnya.

Kemunculannya sudah mengambil alih perhatian semuanya karyawan yang bekerja disana, bukan sekedar karyawan tempat perusahaan Sandra berkerja, PT xxx, tapi semuanya perusahaan yang menyewa tempat itu. Hal semacam ini begitu sangat mungkin, karna memanglah perangai Sandra begitu ceria, agak centil, dan senantiasa kenakan pakaian ketat mengundang birahi pria manapun yang memandangnya.

Sering Saya serta Sandra mengambil pandang, pandangannya menyaratkan suatu hal yang waktu itu, saya sendiri belum juga dapat menangkap arti yang tersembunyi. Satu saat, kami berjumpa dimuka pintu masuk. Waktu itu pintu tetap dalam kondisi terkunci, hingga kami sangat terpaksa mesti menanti hingga rekan kami yang membawa kunci datang. Dgn agak gugup, saya coba membulatkan tekad menyapanya.

“Sandra ya.. Bagaimana.. Betah kerja disini? ” pertanyaan yang betul-betul retoris, cuma untuk ice breaking. “Lumayan lah.. ” jawabnya sembari menyodorkan kue kecil,

“Mau Mas..? ” Saya ambillah biskuit pemberiannya serta awalilah perbincangan mengalir lebih lancar.
“Dari mana bisa informasi mengenai lowongan pekerjaan disini? ” selidikku.
“Saudara saya kenal dekat dgn pemiliki PT xxx, sekali lagi juga saya masih tetap dihitung jadi magang kok. Jam kerjanya tidaklah terlalu memaksa, karna saya masih tetap sembari kuliah, ” jawabnya dgn manis.

Tampak terang lesung pipit di pipi samping kiri serta lentik bulu matanya.
“Si Mas sombong ya.. Sepanjang 3 bln. saya kerja disini, belum juga sempat menyapa saya, sedang yang beda telah saya kenal. Tiap-tiap saya saksikan Mas, pandangan Mas, dingin, seolah tidak menghormati kehadiran aku”

“Ah itu perasaan Sandra saja, saya tidak demikian kok, bila tidak yakin bertanya saja sama karyawan yang beda, Saya ini typenya periang loh.. ” obral saya.
“Tapi tidak apa-apa kok, malah dinginnya Mas memancing rasa penasaran saya.. ” imbuhnya manja.

“Oh ya Mas, bila ada saat dapat tidak Mas menolong saya mengajarkan computer Sabtu ini, saya ada pekerjaan dari kantor, tetapi agak kesusahan merampungkannya, lagian si Mas kan libur hari Sabtu..? ” undangnya penuh manja.

“Wah.. Belum juga pasti dapat.. ” timpal saya sok jual mahal,
“Nanti lah juga akan saya berikan, ” lantas kami juga sama-sama bertukar nomor HP.
“Mas.. Jadi tidak ngajarin saya, saya telah di kantor nih.. ” tanyanya pada Sabtu itu.
“Wah saya lupa.. ” fikirku, karna cemas segera saja saya jawab,
“Iya saya dalam perjalanan kok kesana.. ”. Setiba di kantor, Sandra sudah ada dimuka meja computer.

Dengan celana jeans serta pakaian putih ketat, type baju kesukaannya, terang mempertontonkan lekuk badan sintal serta buah dadanya yang ranum.

Sembari menelan ludah saya hampiri mejanya sembari mulai mengajarkan computer. Dari samping terlihat terang dua benjolan dibalik pakaian ketatnya itu, terutama pakaian itu agak terbuka dibagian atasnya. Segera saja darah saya berdesir lihat panorama ini.

“Wuih.. Lain banget sama yang di rumah.. ” fikirku.
Cukup lama saya mengajarinya computer sampai saat makan siang tiba. Waktu itu saya membulatkan tekad menyapanya.
“Kamu tidak lapar? ” tanyaku sembari memegang perutnya, maklum telah nyaris dua jam saya menahan libido lihat panorama mengundang selera.

Tanpa ada dinyana ia menjawab sekenanya.
“Lapar yang mana nih? Yang di perut atau dibawah perut? ”
“Wah berani juga nih anak. Ya dua-duanya dong, terserah anda mana yang ingin diatasi lebih dulu, perut atau bawah perut? ” kataku saat ini dgn mengelus pahanya.
“Terserah Mas deh.. ” tangannya menggenggam tanganku dgn erat.

Tidak berapakah lama, matanya seolah mengajakku untuk geser ruang. Ruangan atasannya, yang awal mulanya dikunci dibukanya sembari menggandeng tanganku. Saya yang di belakangnya manut saja, karna memanglah kami berdua sangatlah on. Setiba di ruang itu, segera saja kulumat bibir minimnya.. Wuih seperti di surga rasa-rasanya. Kecupanku dibalasnya mesra serta merasa sekali hangat bibirnya.

Lama bibir kami sama-sama berpagutan. Tidak kusangka, nyatanya responnya mengagumkan. Tanpa ada merasa tangan kami selalu menyebar mencari arah genggaman yang seolah tidak sempat kami peroleh. Saya sendiri tidak jauh dari menggenggam pantatnya yang sintal dibalik jeansnya, sembari kadang-kadang menggesekkan batangku ke arah vaginanya.

Sembari mendesah Sandra selalu membalas ciumanku seolah tidak mau melepas. Sesaat saya mulai coba menelanjanginya. Tangan kananku kucoba untuk melepas zipper celana jeans Sandra dan celanaku.

Kudengar makin keras desahannya saat alat kelamin kami sama-sama berjumpa, walau masih tetap terhambat oleh CD semasing. Tidak lama saya bebaskan pengikat celana kami semasing serta dgn cepat Sandra turunkan celana jeansnya, demikian pula saya. Kulucuti celanaku dan T-Shirt yang menutupi tubuhku.

Masih tetap kenakan CD serta pakaian ketatnya, Sandra segera kembali melumat bibirku, sesaat tangan kananku mulai aktif coba menyelinap kedalam CDnya. Dgn cepat Sandra memegang tangan kananku itu sembari menggelengkan kepalanya. Dgn kecewa kutarik tanganku dari balik CDnya, walau pernah merasa bulu-bulu halus yang sudah membasah karna rangsangan yang ada.

Sesudah tidak berhasil menembus CD, saya coba memasukkan tanganku kedalam BHnya, kesempatan ini Sandra tidak menyanggahnya, jadi melenguh laksana sapi saja. Tanpa ada merasa nyatanya, tangan kanan Sandra sudah meremas penisku sesaat tangan kirinya melingkar di leherku.

Terlihat sekali begitu Sandra rasakan tiap-tiap remasanku serta remasannya di penisku. Tiap-tiap kudenyutkan penisku, setiap saat juga Sandra melenguh, ditambah sekali lagi saat kuremas buah dadanya serta kupelintir putingnya. Tidak tahan dgn permainan tanganku itu, mendadak Sandra melenguh dgn agak ditahan.

“Wah.. Cepat juga ‘dapat’nya nih anak.. ” fikirku, sembari selalu kuremas serta kuhisap puting serta buah dadanya.

Sesudah rasakan orgasme pertamanya, Sandra lalu membungkuk menghadapku sembari melepas atasannya. Praktis saat ini dia cuma menggunakan CD saja. Sembari membungkuk segera saja dia turunkan CD Crocodile ku.

Dgn mantap dijilatnya kepala penisku sembari meremas batang serta kadang-kadang mengelus buah pelirku. Slowly but sure Sandra memainkan penisku dgn tiga unsur ; tangan, mulut serta lidah. Gabungan pergerakan, kocokan serta kulumannya benar-benar mengagumkan. Kembali kurasakan ketidaksamaan saat saya menjamah istriku yang senantiasa menginginkan konvensional saja.

Tidak kuasa saya menahan gempurannya, kuangkat kepalanya serta saat ini ia kembali sejajar dgnku. Kulumat mesra kembali bibirnya sembari berbisik.
“Boleh ya..? ” tanyaku serta tanganku coba masuk kedalam CDnya untuk ke-2 kalinya.

Kesempatan ini ia tidak menjawab serta cuma mengangguk. Dgn suka kutelusuri sisi peka dibawah perut itu. Merasa bulu-bulu halusnya yang sudah basah mulai sejak permainan tangan kami pertama. Saat tangan kananku cobanya masuk, tangan kiriku dgn perlahan-lahan turunkan CDnya. Saat ini kami sudah bertemu naked.

Mulai kugesek-gesekkan penisku dimuka vaginanya. Desahan kudengar kembali dari bibirnya, kesempatan ini sembari kulirik ke sekitaran ruang agar bisa bertumpu, hingga pada akhirnya kutemukan meja agak besar serta sembari kudorong tubuhnya ke arah meja itu.

Sesudah bertumpu, Sandra segera merebahkan badannya di meja itu serta segera terlihat terang kulit mulusnya dgn dua gundukan diatas dan barisan ‘semut hitam’ dibagian bawah. Tahi lalat di samping kiri perutnya menaikkan sensasi rangsangan yang ada.

“Ayo cepat Mas.. ” ajaknya mengaburkan lamunanku sembari coba mencapai penisku untuk diarahkan ke liang vaginanya.

Tanpa ada menanti saat lama, segera saja kucoba membenamkan penisku ke liang vaginanya. Wuih, sulit serta sempit sekali.
“Pelan-pelan Mas.. ” ucapnya lirih.

Tidak kusangka kelakuannya yang agak centil sampai kini nyatanya tidak dan merta membuatnya jadi cewek gampangan. Dapat dibuktikan, dia masih tetap perawan saat saya menyetubuhinya waktu itu.

Dgn perlahan-lahan, kucoba membenamkan penisku kedalam vaginanya. Masuk, lalu keluar serta kembali masuk, sekian sekian kali, untuk memberi space yang cukup supaya penisku dapat leluasa didalam lubang surgawi itu. Hingga pada akhirnya, sukses juga kubenamkan penisku itu.

“Bless.. ” “Ach.. Ehm.. ” Seperti bersahutan bunyi penetrasi penisku dgn desahannya.

Makin lama kupacu penetrasiku didalam vaginanya, sesaat ke-2 tanganku meremas payudaranya serta kadang-kadang kuarahkan untuk memegang pantatnya yang seksi. Sepuluh menit lalu, kembali Sandra melenguh saat memperoleh orgasmenya yang ke-2 siang itu. Selang sebagian lama, Sandra bergerak, berbalik membelakangiku.

Kutahu tujuannya, sembari dituntunnya, penisku kumasukkan kedalam vaginanya serta kamipun mulai ‘aksi’ doggy model. Benar-benar besar juga libido Sandra yang keturunan Arab ini, dapat dibuktikan pergerakannya seperti membabi buta saat dia membelakangiku. Hingga sakit rasa-rasanya ikuti pergerakan cepat serta perputaran yang dikerjakannya. Betul-betul pengalaman sex yang mengagumkan.

Sembari menggoyang-goyangkan pantatnya, kadang-kadang dicobanya untuk mencapai zakarku dari arah bawah, terkadang tanpa ada diakuinya, dipencetnya zakarku, hingga saya menjerit kesakitan. Sesaat saya, tetaplah memacunya dari belakang serta ke-2 tanganku menggenggam buah dadanya yang ranum itu. Cukup lama kami dalam tempat itu, hingga pada akhirnya merasa penisku agak berkejut menginginkan memuntahkan lahar sperma hangatnya.

Sembari terbata-bata kutanya dia, ingin di keluarkan dimana? Dgn cepat dia cabut penetrasi doggy model serta segera menghadapku. Dicapainya penisku serta digenggamnya dgn penuh nafsu. Sembari menjilati kepala penisku.

Lalu segera dikocok-kocoknya penisku serta dikulumnya saat dirasakannya penisku mulai berdenyut. Serta.. Tumpahlah semuanya lahar sperma yang ada pada penisku. Dgn cermat, ditelannya limpahan spermaku, walau masih tetap ada pula sisi yang tercecer di bibirnya yang tidak tebal.

Ceceran di bibirnya dijilatinya dgn lidahnya sekan tidak ikhlas buang sia-sia lelehan sperma dari penisku. Aksinya ditutup dgn pembersihan sisa-sisa sperma di kepala penisku. Sembari tersenyum, kami berdua menyelesaikan birahi kami dgn satu kecupan mesra yang panjang. Kami ketahui, kalau ini tidaklah yang paling akhir yang kami kerjakan. Sembari terengah-engah Sandra berucap mesra.

“Makasih ya Mas.. Next time dapat sekali lagi kan? ” Dgn tersenyum penuh makna, sudah pasti jadi lelaki normal, saya anggukkan kepalaku mengiyakan.. Sesudah peristiwa itu, kami seringkali mengerjakannya, jadi kami seringkali nekat mengerjakannya sepulang kerja di ruangku, di ruangan tamu bahkan juga di WC. Tetapi saat ini, nyaris satu tahun kami tidak terkait sekali lagi..

Saya kehilangan kontak dgnnya. Paling akhir yang saya tahu, dia juga akan menikah serta tinggal di daerah Tangerang.

Related Post