Cerita Ngentot Selingkuhan Dengan Mantan Pacar - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
2723
post-template-default,single,single-post,postid-2723,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
 

Cerita Ngentot Selingkuhan Dengan Mantan Pacar

cerita hot

Cerita Ngentot Selingkuhan Dengan Mantan Pacar

Kesempatan ini saya merajut jalinan dengan Ratna gadis cantik dari kota yang sama denganku. Sedang Febi, pacarku sebelumnya Ratna masih tetap saja seringkali menghubungi saya, walaupun seringkali juga saya tidak mengangkatnya.

Karna saya betul-betul kecewa dengan sikapnya padaku, nyaris setahun saya merajut jalinan dengannya serta akupun telah serius dengan jalinan ini, tapi dengan mudahnya Febi si bekas mengambil keputusan saya.

Awalannya saya tidak ketahui argumennya. Namaku Jaka usiaku 27 tahun serta telah bekerja di perusahaan swasta, sepanjang setahun saya merajut jalinan dengan Febi gadis yang lain kota denganku, walau demikian saya seringkali menemuinya bila ada saat. Bahkan juga kadang-kadang tiap-tiap weekend saya pergi ke tempat tinggalnya, serta tidak cuma itu saja telah banyaknya waktu yang saya korbankan untuk dia.

Begitu juga hal seperti jalinan dewasa yang seringkali kami kerjakan. Tapi karna Febi si bekas yang beralih sikapnya bahkan juga dia ikhlas mengambil keputusan saya karna dia mengambil keputusan juga akan menikah. Dengan orang yang sudah di tentukan orang tuanya. Tapi belum berlangsung pernikahan, gagasan itu tidak berhasil karna nyatanya calon suami Febi bukanlah seseorang entrepreneur berhasil tapi seseorang penipu.

Hari ini saya menanti Ratna dimuka kantornya, karna dia bekerja di perusahaan yang berlainan denganku. Di cafe itu saya bisa lihat bila Ratna keluar dari kantornya. Dari balik kaca saya memandangnya sesudah 1/2 jam saya menanti, kulihat Ratna bergegas masuk dalam cafe itu. Dia tersenyum padaku serta berkata

” Lama nunggunya …maaf ya…” Kata Ratna padaku.

Akupun menjawab ” Kok telat tuturnya pulang agak siangan.. ” Dia memegang tanganku serta berkata

” Barusan ada rapat kilat sayang…” Kamipun segera memakan makanan yang kami pesan, demikian manis serta baik Ratna ini.

Walaupun belum juga genap 2 bln. hubunganku, tapi saya tahu bila dia gadis baik-baik. Karna sepanjang terkait denganku saja dia tidak sempat ingin diajak lakukan.

Paling kami cuma berciuman mesra. Meskipun seseorang lelaki yang sempat lakukan hal tersebut tapi saya bisa menahannya sampai kini, mungkin saja karna saya tak akan mengukur jalinan serius dari langkah seorang sempat lakukan jalinan dewasa. Tapi belum juga memijak 3 bln. hubunganku, pada akhirnya ada suatu hal yg tidak saya sangka terlebih dulu.

Saya menyelingkuhi Ratna, gadis cantik yang sampai kini setia serta demikian perhatiannya padaku. Apa mungkin saja karna dengannya saya tidak sempat lakukan jalinan dewasa, sampai saya dengan gampangnya lakukan perselingkuhan itu. Narasi itu berawal saat minggu lantas, saya memperoleh telpon dari Febi si bekas, sesungguhnya saya telah tidak sempat mengangkatnya tapi hari itu.

Saya mengangkat telpon dari Febi si bekas, serta dia menginginkan berjumpa denganku karna dia berada di kota ini. Dengan mengendarai mobilku, sepulang dari tempat tinggal Ratna saya katakan bila saya ada kepentingan, serta tidak lama di tempat tinggalnya. Dengan senyum yang umum menghiasi berwajah Ratna mengantarku hingga dimuka tempat tinggalnya. Walau sebenarnya saat itu saya selalu ke tempat janjian dengan Febi, mantanku.

Seperti yang telah di tetapkan kami berjumpa di satu cafe, saat saya hingga saya telah bisa lihat Febi si bekas duduk sendirian di cafe itu. Segera saja saya mengahmpiri serta berkata

” Telah lama nunggunya… ” Diapun menjawab singkat
” Baru saja… ” Tuturnya sembari menunduk, mungkin saja dia tidak berani melihat wajahku.

Disana saya lihat muka Febi si bekas yang makin kurus saja.

Mungkin saja karna rasa simpatiku itu, saya menurut saja saat dia katakan dia ingin ke rumahku. Sesungguhnya saya telah memiliki satu tempat tinggal minimalis yang saya hasilkan sendiri dari hasil pekerjaanku. Serta Febi si bekas memanglah sudah tahu hal tersebut, kamipun hingga di rumahku. Disana saya segera masuk dalam kamar untuk bertukar pakaian, sedang Febi masih tetap ada di ruangan tamu.

Di waktu saya keluar tampak Febi si bekas lihat ke arahku.

” Maaf.. Jaka.. saya sudah membuat kamu kecewa.. ” Tuturnya dengan muka sedihnya
” Sudahlah Feb.. saya betul-betul melupakan hal tersebut kok…” Tapi dengan mendadak Febi si bekas memeluk badanku, dengan eratnya dia dekap badanku.

Waktu itu juga saya membalas pelukannya serta tangankupun membelai rambutnya seperti kami masih tetap pacaran dahulu.

Dengan muka sedihnya Febi menengadah serta menatapku deangan tatapan yang susah saya deskripsikan. Tetapi yang tentu waktu itu kami segera berciuman, kami sama-sama melumat bibir kami semasing. Jadi lidah Febi si bekas menjulur bermain didalam mulutku. Begitu lihainya karna telah umum saya dengannya lakukan hal semacam ini, Febi buka bajuku tapi masih tetap dengan bibir di kulum.

Waktu tersebut saya telah tak akan menggunakan pakaian. Dengan perlahan tapi tentu Febi si bekas turun di depanku, sampai dia ada cocok dimuka penisku yang masih tetap lemas. Serta dengan lahapnya dia masukan penisku dalam mulutnya, dia kulum serta di lumatnya penisku. Bahkan juga saat penis itu telah menggeliat jadi membesar serta makin tegang, Febi segera bermain dengan tangannya.

Dengan lembut dia kocok penisku dengan memakai tangannya, kadang-kadang dia kulum sekali lagi serta dia hisap hingga mulutnya menyedot keras penis itu sampai saya mendesah panjang

”ouuggghhhh… ooouugghh… ooouugghhh… aaaagghh…aaagghh… E.. nak…Feb.. terus…Feb…. ooouuuggghh… ” Mataku telah terpejam nikmati permainan mulut Febi, bahkan juga saya tidak bisa menahan keseimbangan kakiku.

Di waktu tersebut saya terjatuh serta duduk di kursi panjang ruangan tamu itu. Febi si bekas buka pakaiannya sembari selalu menatapku dengan penuh nafsu. Saat pakaiannya telah terbuka kembali dia melumat penisku dalam mulutnya

” Su.. dah …Feb…aku telah.. tidak.. ta.. han.. sekali lagi.. ooouugghh…aaagghhh…. aaagghh…. ” Saya tarik badan bugil Febi sampai dia menindihku.

Karna telah umum kami lakukan jalinan dewasa sampai kini, diapun dengan lihainya menggoyang badanku dari atas. Seperti penunggang kuda Febi menghentak-hentakan penisnya padaku.

” Oouugghh…aaggh.. aaghhh…aaaggghhh…aaagghh…aaagghh.. ya.. ya.. ya…” Demikian selalu Febi mendesah, bahkan juga kadang-kadang dia memutar pantatnya diatas penisku.

Di waktu sesuai sama itu saya telah tidak bisa menahannya.

” Aaaauuugghhh….. oouugghh…aaagghh…aku.. tidak.. ku.. at.. Feb…oouugghh… ” Lalu saya balik badan Febi yang ada di atasku.

Dengan sekuat tenaga saya tancapkan penisku serta menggoyangnya dengan penuh semangat

” Aaaauuuwww…Mas…Feb…am.. su.. dah…aaaagghhh… ” Dia merengkuh badanku dengan eratnya.

Akupun menjangkau klimaks seperti yang barusan Febi si bekas alami, dengan menghimpit penisku lebih dalam serta Aaaaagghhhh semuanya tumpah dalam vagina Febi. Diapun pejamkan mata sembari selalu mendekap badanku. Lalu saya terkulai serta lunglai di sebelahnya. Dengan penuh mesra Febi memeluk badanku, malam itu dia bermalam di rumahku, bahkan juga kami seringkali mengerjakannya.

Walaupun hal tersebut tidak dapat saya jauhi, tapi benar-benar saya takut bila hingga Ratna ketahui perbuatanku. Serta sampai sekarang ini dia belum juga ketahuinya, karna saya taruh rapat mengenai hal semacam ini.

Tapi saya tahu bila Febi ketahui hiubunganku dengan Ratna, karenanya sampai kini dia tidak sempat menuntut apa pun dariku. Walaupun saat ini dia yang seringkali kesini untuk menemuiku.

Related Post