CERITA SELINGKUHAN MESUM DIKOSTAN - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
314
post-template-default,single,single-post,postid-314,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

CERITA SELINGKUHAN MESUM DIKOSTAN

Meskipun saya bekerja di Jakarta dan dibayar besar, saya lebih memilih untuk tinggal di perkampungan. Nah inilah yang menyebabkan aku bisa menceritakan kisah cerita seks dan seks saya di sini. Mulai dari Kosku berada di Jakarta Selatan, dekat perbatasan Tangerang. Lokasi nyaman dan tenang, jau dari hiruk pikuk kota, membuat saya selamat datang untuk tinggal lebih lama di sini sejak tahun 2002. Sudah 7 tahun saya tidak pernah pindah. Para tetangga juga bertanya-tanya mengapa aku suka tinggal di sana ketika bu kostku kuno dan masih memegang tradisi lama yang terkenal. laki-laki yang alim dan tidak suka anak-anak melakukan segala macam kostnya dan tentu jika tertangkap kostnya diusir dari rumah.

Kostku rumah 2 lantai untuk disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik untuk pria dan wanita, yang masih lajang atau yang memiliki keluarga. Kamar mandi untuk anak kos disedakan ada 2 di rumah dan di luar juga. Ibu Koskupun tinggal di sana cuman tinggal di kamar sebelah dalam dengan anak satu-satunya Mas Rano.
Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2005, rumah kos hanya menduduki dua berdekatan satu sama lain untuk saya dan keluarga Mas Tarno dari Yogyakarta. Mas Tarno usia 2 tahun pada saya sehingga waktu itu berusia sekitar 26 tahun. Istrinya Nita usia saya. Nita putih orang manis tentang ukuran payudara 165 cm adalah sekitar 34-an. Mereka telah dikaruniai satu anak yang berusia muda 2 tahun bernama Rara. Mas Tarno pengangguran nya. Jadi untuk keperluan, Nita-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket terkenal (supermarket sering sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha tahu !!! … .hayo tebak siapa bisa..hahahaha …. ) Sebagai SPG produk susu untuk balita. Karena kebutuhannya begitu banyak, Nita (dia mengaku) meminta manajemen untuk bisa bekerja 2 shift.

Tentunya semacam ini keluarga sering cek-cok. Nita menganggap Mas Tarno pemalas nya biasanya hanya meminta uang untuk membeli rokok. Meskipun upaya Nita seharusnya untuk membeli susu untuk anaknya Rara. Mas Tarno sering membalas dengan tamparan nag-nag Nita dan bahkan tendangan dilakukan di depan anaknya. Aku tidak suka melihat pertengkaran itu.
Suatu kali, Mas Tarno dapat bekerja sebagai kru dan tentu saja harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang lama. Nita senang bukan main mendengar. Tapi itu tidak berlangsung lama.

Pada malam itu, saya mengobrol dengan Nita di kamarnya sambil menonton TV. The Rara muter-muter sambil bermain menyarankan bahwa usia masih lucu-cucu.
“Sekarang itu sepi ya, Nit … .nggak ada Mas Tarno.” saya bilang
“Lihat lebih baik, Ted. Lebih disukai jika Mas Tarno tidak ada.” Nita mengerang dengan saya.
“Emangnya Kenapa?” Tannyaku.
“Mas Tarno bekerja tuh tidak bekerja nyusahin tetep. Khan adil jika saya meminta uang untuk Mas Tarno? Aku khan istri. Eh, Dianya marah-marah. Hari berikutnya aku diomelin juga ama ibu mertua. Dia bilang aku tidak diizinkan untuk meminta uangnya digunakan untuk membiarkan saya menjadi untuk menyimpan. Crap !!! aku tidak percaya Mas Tarno dapat menghemat !!! “Dia menjawab dengan marah.

Baca Juga: Pemerkosaan Yang Mulai Aku Nikmati

“Toleransi ya …” Aku mencoba menenangkannya terutama Rara dah minta bobo ‘.
“Jika suami saya Mas Tedy yang jadi mungkin aku tidak akan merana. Mas Tedy dapat dah pekerjaan tetap dan gaji yang besar sementara suami saya, Mas Tarno hanya pekerja kerah biru di kapal dan bahkan kemudian hanya satu bulan sebelumnya pengangguran,” keluhnya.
“Saya bisa … tidak kira … hidup .biarkan hanya mengalir.” Aku hanya mengatakan.
“Mas, … ..
Tiba-tiba Nita duduk di samping mengapit tangganku dan menyandarkan kepalanya. Aku benar-benar terkejut. Saya tahu Nita membutuhkan cinta, butuh belaian, membutuhkan perhatian. Tidak menendang dan menampar. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang wanita manis Nita disia-siakan oleh laki-laki. Tapi saya juga punya nafsu laki-laki yang normal terhadap perempuan. Inilah kesempatan untuk bekerja pada ibu kostku Nita terutama keluarga menjengguk di Surabaya selama seminggu dan akan tadi malam dan Mas Rano dapat jatah malam kerja shift di Mall. Yuhuyyy … kesempatan terakhir tiba !!!
Kutoleh Nita, yang mengenakan daster, tanpa basa-basi saya langsung menyambar Nita tubuh sintal itu langsung ke lengan saya dan mencium bibirnya yang tipis. Nita memelukku erat, Nita sangat pandai memainkan lidahnya, merasa hangat sekali ketika lidahnya menyelinap di antara bibir saya. Tanganku sibuk meremas susu Nita yang tidak seberapa besar tapi ketat, pentilnya kupelintir membuat Nita memejamkan mata untuk hiburan. Cepat aku menarik daster Nita, dan seperti biasa Nita hampir tidak mengenakan apa-apa di balik dasternya ternyata Nita telah direncanakan tanpa sepengetahuan saya. Nita tubuh benar-benar fantastis dan merangsang rasa, ramping, putih dengan susu yang sesuai ukuran tubuhnya ditambah nonok adalah mencembung berbulu.
“Eh apa jika Rara bangun?” Saya bertanya.
“Tenang aja Mas Tedy, Rara memiliki susu mabuk yang saya campurin CTM dah.” Dia menjawab dengan gaya yang manja. persiapan benar-benar sempurna.
Ketika saya menyebarkan bibir nonoknya, itilnya kulit biji langsung melotot. ketika saya menyentuhnya dengan lidah saya, Nita menjerit lembut. Aku segera melepas baju dan celana sehingga lama saya 12 ayam cm mengangguk mengangguk lurus gratis. Ketika saya meletakkan penisku menghadapi Nita, Nita juga cekatan menangkap dan kemudian mengisap. Aku melihat Nita bibir tebal untuk membentuk huruf O untuk ayam dengan diameter 3 cm itu hampir sepenuhnya dikemas bibir kecil, Nita tampaknya sengaja untuk memamerkan kekuatan kulumannya, karena sementara mengisap ayam berkali-kali dia melirik ke arahku. Aku hanya bisa tersenyum keenakan Serviced Nita. Mungkin posisi kurang tepat untuk Nita sudah berbaring itu sementara aku masih berdiri di sampingnya, kemudian Nita rilis kulumannya dan menyuruhku berbaring di samping mereka. Setelah aku berbaring dengan agak tergesa-gesa bergegas Nita meluruskan kaki saya dan mulai lagi menjilati sensitif di sekitar penisku, mulai dari pelirku, terus naik ke atas sampai keNitang kencing semua dijilatinya, bahkan dengan pasien menjilati Nita Nitang duburku yang membuat saya benar-benar panik. Aku hanya bisa memeras susu pemerasan dan merojok nonoknya Nita oleh jari-jari saya. Saya penuh dengan kelihaian Nita, Nita menyuruhnya untuk berhenti tetapi dia tidak memperdulikanku bahkan lebih gesit mengusir memasukkan penis saya ke dalam mulutnya hangat itu. Terelakkan air lagi maniku menyembur keluar yang Nita disambut dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan dia ingin memeras air keluar agar maniku sampai selesai.

Ketika Nita merasa bahwa air telah hilang cum semua keluar, dengan perlahan ia dihapus kulumannya, dengan senyum manis dia melirik ke arahku. Aku melihat tepi bibirnya cum ada air sisa masih menempel di bibirnya, sementara yang lain tampaknya telah habis ditelan oleh Nita. Nita berbaring di sampingku dan berbisik “Mas Tedy ya diam, biarkan aku mencoba untuk memuaskan Mas!” Aku tersenyum, mencium bibirnya masih kotor maniku air itu sendiri. bulat telanjang Nita mulai memijat tubuh saya yang tidak jadi agak loyo serta tegang untuk beberapa waktu, pijat Nita benar-benar tidak nyaman, terutama ketika tangannya mulai memijat penisku setengah ngaceng, tanpa dieksploitasi atau acar terluka, ayam ngaceng lagi, mungkin karena kepengen memang karena aku sedang bermain beberapa kali kemudian jiwaku masih berkecamuk. Saya juga lebih bersemangat untuk melihat susu puting Nita masih kaku, terutama ketika nonoknya kuraba ternyata itilnya juga masih bengkak menunjukkan bahwa Nita juga masih kuat hanya terlihat benar-benar tenang.
Lihat penis saya ereksi itu, Nita langsung mengangkangi saya dan menyesuaikan nonoknya ayam antara bibirnya, lalu perlahan-lahan ia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya menelan penisku nonoknya habis itu. Setelah habis saya tertelan nonoknya kontol, Nita bukannya menaik menurunkan pantatnya, dia hanya memutar pantatnya perlahan sambil sesekali ditekan, aku merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Nita. Setiap kali Nita menekan pantatnya, aku hampir tidak bisa menanggungnya membantu yang geli yang sangat ujung penisku mencicipinya. pantat bulat Nita Nita membuktikan bahwa hubungan seksual baik di, rasanya seperti meremas penisku sambil meremas hisap tersedot oleh dinding Nita nonok. Hebatnya nonok Nita tidak becek, bahkan tampak legit sekali, seakan Nita tidak terangsang oleh game ini. Dan saya yakin seyakin yakin bahwa Nita juga sangat cemas, karena saya melihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya mengeras seperti batu. Aku semakin gerakan Nita tidak tahan, aku mendorong ke samping sehingga saya bisa menindihinya tanpa melepaskan jepitan nonoknya. Setelah posisi sudah di atas, segera menarik penisku dan menekan sedalam memasuki nonok Nita. Nita menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, mengangkat kaki tinggi-tinggi dan pada saat yang sama tinggi dipentangnya paha lebar lebar sehingga penisku mendapat entri yang paling sukses di dari nonok Nita. Rojokanku sudah mulai tak menentu karena saya mau akan geli yang sudah memenuhi ujung penisku, sementara Nita sendiri mengerang mengerang menggigit bahu saya. Mulutku mencium susu Nita dan menghisap putingnya yang kaku, ketika Nita meminta menggigit susunya, tanpa berpikir aku mulai menggigit daging empuk dengan antusias, Nita mendapatkan erangan keras mengerang, kepala menempel disusunya keras ditekan keras menjaga saya bernapas lagi, itu ketika, tanpa izin lagi merasa nonok Nita mengejang dan menyemprotkan cairan hangat basah penisku.

Ketika saya ingin menarik pantatku untuk memompa nonoknya, Nita sangat menolak menusuk pantatku untuk menjaga bagian terdalam dari nonoknya sementara bergoyang pantatnya di tempat tidur terus merasakan sisa kenikmatan yang tersisa. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatan, Nita bertanya apakah aku keluar, ketika aku menggeleng, Nita mengatakan kepada saya untuk mencabut penisku. Ketika aku menarik penisku, Nita langsung menjilati penisku sehingga lendir cairan berkumpul di sana menjadi bersih. Ayam maka warnanya merah tua dengan gagah tegas atas dengan otot pembuluh darah cincin melingkar di sekitar batang penisnya. Nita sesekali menjilati ujung penisku dan buah pelirku. Ketika Nita melihat penisku bersih dari lendir yang membuatnya licin, dia mengatakan kepada saya untuk menempatkan penisku kembali, tapi kali ini bukan Nita yang dipandu saya nonoknya kontol keNitang tapi keNitang duburnya yang sempit. Aku menggigit bibir terasa sempit dan kehangatan Nitang anal Nita, ketika penisku telah menyelinap di sampai kepangkalnya, Nita mengatakan kepada saya untuk maju mundur penisku, aku mulai bergerak penisku perlahan sekali.
Aku merasakan betapa ketat dinding dubur Nita menjepit penisku itu, terasa akan melalui bagasi bahkan terus menyebar sampai Valentine saya. Benar-benar kenikmatan yang luar biasa, beberapa kali saya pindah penisku, aku berhenti karena takut bahwa air yang tercurah cum, tampaknya sayang jika itu kesenangan harus segera menghilang. Nita menggigit bahu saya ketika saya berhenti gerakan saya, dia mendesah meminta saya untuk melanjutkan permainan. Setelah agak tenang saya kira, saya mulai bergerak penisku lagi menjelajahi dinding rektum Nita, dasar telah membantu lama menjadi geli, tanpa perintah lagi air maniku tiba-tiba memancar dengan deras, saya melenguh keras sementara Nita juga mencengkeram bahuku.

Aku begitu lamban setelah air mani dua kali memuntahkan Saya yakin sangat banyak. Tanpa kekuatan lagi saya berguling di samping tubuh Nita, aku melihat penisku masih setengah ngaceng itu berkelebat oleh lendir melembabkan. Nita bangkit dari tempat tidur, telanjang ia keluar mengambil air dan membersihkan penisku, aku tahu kali ini dia tidak ingin membersihkannya dengan lidahnya karena ia khawatir bahwa mungkin ada kotoran yang melekat. Setelah itu, ia mengirim saya di perut saya untuk memfasilitasi memijat, aku tertidur, serta memang lelah, pijatan Nita benar-benar lezat, sambil memijat-nya sesekali menggigit punggung dan pantatku. Aku benar-benar puas dengan wanita yang satu ini.

Aku tertidur untuk waktu yang lama, ketika aku terbangun tubuh saya terasa segar, karena saat aku tidur Nita terus memijat tubuh saya. Ketika saya berbalik, ternyata Nita masih telanjang, penisku mulai ngaceng Nita lagi melihat tubuh dari gemuk, tanganku meraih susu dan meremas dengan gairah, Nitapun mulai meremas memeras penisku tegang.
“Mari kita pergi ke kamar mandi” ajakku
“Sapa takut … ..”
Aku menarik tanganku keluar dari kamar sambil Nita telanjang tapi aku sempatkan menyambar dua potong handuk kemudian berjalan mengendap tanda, takut tertangkap rumah tetangga sebelah dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam.
“Nit … Anda seksi benar-benar ..” desisnya di atasnya, dan mencium bibirnya gemuk. Nita berciuman penuh gairah, dan aku mendorongnya ke dinding kamar mandi.
Tanganku membekap dadanya dan puting bermain. Nita mendesah pelan. Dia mencium diperdalam. puting kujilati mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena itu pagi. Nita mengusap biji pelirku. tubuh Kunaikan Nita untuk bak mandi. Aku mencium perutnya dan membuka pahanya.

Kemaluan rapi rambut. Kujilati liang dengan kesenangan, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan aku melihat di cermin, ia merasa putingnya sendiri, dan twisted-milinnya kuat.
Kumasukan dua jari saya ke dalam liang, dan ia menjerit tertahan. Dia tersenyum padaku, tampak sangat seperti apa yang saya lakukan. Jari telunjuk dan saya tengah-nyolok mencolok dalam liang, dan ibu jari meraba-raba clit kasar. Dia semakin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan bebas. Semakin saya cepat menggosok klitorisnya, napas lebih keras. Sampai-sampai aku khawatir tentang tetangga sebelah mendengar karena dinding kamar mandi yang tepat bersebelahan dengan tetangga dinding rumha. Lalu, tiba-tiba, ia meraih kepala saya dan mengatakan kepada saya untuk menjilat seperti liang.
“Ahhh … ahhh … .Mas … Arghhhh..uhhh … .Maaasss ….” Dia mendesah mendesah gembira ketika kuat2 lidahku menekan clitorisnya. Dan jari-jari saya mendapatkan liang shuffle. Semenit kemudian, Nita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah dengan cairan. Dia tersenyum dan mengambil jari2ku yang basah dan menjilati dirinya dengan senang hati.

Dia kemudian mendorong saya untuk duduk di tutup toilet mulut, ia duduk berlutut dan mengisap penisku tidak ereksi benar. Jari-jarinya menggosok bijiku foxy dan menjilat sesekali. Baru sebentar, aku akan keluar. Menjilati dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi yang aneh dari sakit dan nikmat. Nita rilis pagutannya, dan langsung duduk di pangkuanku.
Dia mengejang mengocok sendiri penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan kadang-kadang kucubit puting keras. Dia terlihat sangat seperti kekerasan kecil. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya yang posisi sekarang berdiri, dengan kakinya melilit pinggang saya.

Aku meraih pantatnya dan mulai kukocok mengandung kira-kira. Nita tampak sangat menyukainya. Dia mendesah mendesah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena jengkel, saya sedikit demi sedikit puting keras. Dia berteriak, “Oh … jadi Mas..gigit seperti itu … aghhh …”
Aku menggigit keras dengan puting kirinya, dan aku merasa sedikit garam di lidah saya. Tapi tampaknya semakin terangsang.Penisku Nita terus memompa liang cepat, dan saya merasa liang semakin sempit …
penisku masuk dan keluar dari lubang mereka dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Nita rem melek huruf, dan memburuk, mengerang dan mendesah lebih keras sampai aku harus menutupi mulutnya dengan tangannku berikutnya.
orgasme “Ah Maass … Ehmm … Arghh … uhhhhhh Arghhh … Ohhhhh …” Nita untuk pertama kalinya dan jatuh ke bahu saya.
Karena aku masih belum keluar, aku menarik penisku dari cairan liang banjir, dan berbalik untuk menghadapi toilet. Biasa jika Anda kehabisan minum stamina suka lebih gila. Nita tampaknya mengerti apa yang saya maksud, ia menunggingkan pantat dan penisku kutusuk langsung ke liang mereka dari belakang. Dia merenung senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuh dari cermin di depan kami. Dia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan.

Aku mulai memompa liang perlahan, kemudian cepat dan lebih cepat, dan tangan kiri saya meraih putingnya, dan memutar keras, sementara tangan kanan saya kadang-kadang menampar pantatnya. penisku liang cepat menusuk2 yang semakin licin. Tanganku pindah, kadang-kadang menggosok klitorisnya dengan cepat.
Nita tubuh atas dan bawah untuk mengalahkan kocokanku, dan penisku semakin tegang dan terus menggali ditabrak dari belakang. Dia ingin orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku menggosok klitorisnya lebih cepat.
penisku basah oleh liang cair.
“Nita..aku juga ingin keluar ya ….”
“Oh tunggu … mencintaiku … .penismu … .tahan !!!!
“Nita segera dibalik dirinya, dan dicaplok ayam rakus. Dia mengisap naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam hitungan detik itungan, muncrat cum cairan ke dalam mulutnya.
“ArGGGhhhh !! Oh ya !!” erangan Meredam.
Nita menyedot penisku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa sakit di ujung penisku, tapi ia tidak peduli, menekan tangan kiri dan kanannya pelirku mengocok penisku dengan gerakan lebih lambat. Kakiku lemas dan aku duduk di mulut toilet duduk ditutup. Nita berlutut dan menjilat seluruh penisku rakus.
Setelah Nita menjilat bersih penisku, dia menaruh handuk, kemudian menempatkan pada handuk itu sendiri. Dia memberi isyarat bagi saya diam, kemudian perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah Anda yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya. Setelah kejadian saya berada di Nita mendapatkan gila-gilaan di seks sampai ibu kembali dari Surabaya Kosku tentu saja aku hanya bisa melakukannya di malam hari

Related Post