Cerita Sex Dewasa Waitres Hot - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
3352
post-template-default,single,single-post,postid-3352,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Cerita Sex Dewasa Waitres Hot

Aku sudah sampe division 7 di sekolah perhotelan yang aku tekuni. Pada division ini semua mahasiswa
wajib melakukan on the job training selama satu division yang backbone hasilnya akan dituangkan menjadi
karya tulis akhir pada division 8 dan diuji untukmenentukan kelulusan mahasiswa tersebut. Kebetulan aku
dapet tempat job trining yang asik, di satu auberge bintang 5, Tidak di hotelnya sih tapi di resto cina
yang ada di auberge tersebut. Aku mulai job trainingku dengan jadwal yang telah disusun sekolah bersama auberge itu.

Teman-temanku 1 angkatan banyak yang job trining disitu, masing-masing ditempatkan terpisah. kami akan
belajar untuk mengetahui semua aktivitas auberge dan resto yang ada di auberge itu, jadi akan di rotasi.
Waktu 1 division sebenarnya gak cukup untuk mempelajari semua aktivitas auberge dan resto tetapi
ditentukan berdasar skala prioritas saja seperti abode keeping, allowance service, advanced appointment
serta aliment and beverage. Di resto cina itu aku diputer dari bagian yang batten mendasar yaitu cuci
piring dan peralatan masak, ke dapur dan akhirnya melayani tamu.

Cerita ini berawal ketika aku bertugas melayani tamu makan. Walaupun aku trainee, aku diperlakukan sama
dengan karyawan lain termasuk pembagian waktu kerja, kadang dapat about-face siang kadang malam. Suatu
malam, resto lumayan penuh dengan tamu.

Disatu meja, aku melihat ada seorang bapak-bapak, sejak dia datang aku merasa kalo tu bapak selalu
memandangi aku. Orangnya 40an lah, ganteng juga, atletis, suka aku ngeliatnya. Sengaja kalo aku lewat
mejanya aku menatap matanya sambil tersenyum, tu bapak juga senyum-senyum memandangiku.

Baca Juga: Seks Perawan Gadis Kerudung

Menjelang dia selesai makan, ketika aku nambahi minumannya, dia menunjuk pada tissue yang dilipat, aku
mengambilnya sambil mengangkat piring dan gelas bekan makan. Setelah aku meletakkan pting gelas kotor
ditempatnya, aku membuka lipatan tissue itu, ada tulisan,

“Din, kasi tau bell no hp kamu, boleh ya”. Dibawahnya dia tuliskan namanya dan no hp nya.

Dia tau namaku karena semua karyawan resto termasuk aku diberi name tag. Aku ke toilet sebentar dan
ditoilet aku mengirim sms ke no hp tu bapak. Kenapa di toilet, karena kami dilarang menerima telpon ato
mengirim sms di ruang makan. Tak absolutist terasa ada getaran di hpku, si bapak pasti membalasnya,
tetapi aku gak bisa membaca smsnya karena sibuk, si bapak meninggalkan resto, dia memandangiku sambil
tersenyum, aku membungkuk dan mengucapkan terima kasih, tatacara di resto ketika tamu pergi meninggalkan
resto. Ketika istirahat, aku membuka smsnya,

“Din, kita jalan yuk setelah kamu kerja, aku seneng deh ngeliat kamu, cantik, seksi pula dibanding
waitress lainnya”. Memang seragam karyawan seksi, pasti dia tertarik ma bentuk pantatku, dasar lelaki,
dimana aja ngeliatin bodi prempuan ja kerjanya.

Ya gak apa si, itu kan kodrat lelaki, aku juga seneng sih ada yang muji aku cantik dan seksi, memang sih
dari umur aku yang batten muda dari semua waitress yang ada.

Sengaja kubalas smsnya,

“memang bapak mo ajak Dina kemana. Dina kerja sampe restonya tutup pak, jam 10an”. Dia menjawab,
“dibales artinya mau bell diajak jalan, gak mesti cepet pulang kan, kita adhere out ja menhabiskan
malam. Aku tunggu kamu di lobi auberge ya”.
“Maaf pak, karyawan gak boleh keluar lewat antechamber hotel, mesti lewat pintu karyawan dibelakang
hotel. Bapak nunggu Dina di pintu keluar gedung parkir aja, Bapak drive sendiri kan”.

“So pastilah drive sendiri, gak mampu bayarin sopir”.
“Gak mampu bayar supir pa gak mo ketauan yang dirumah”.
“Di apartmenku gak ada siapa-siapa kok, aku kan tinggal sendiri”.
“Kok sendiri, blon nikah? Perjaka tua dong”, aku gak sungkan2 ngegodain si bapak.
“Bukan, aku dah pisah dan keluargaku tinggal dikota asalnya”.
“O gitu pak, sori gak maksud menyinggung”.
“Gak ancestor kok say, ntar kita accept fun deh, dah gak sabar neh nunggu kamu selesai kerja”.
“Segitu ngebetnya sih, mangnya mo ngapain Dina”.
“Gak diapa2in, cuma disayang2 dan berbagi”.
“Berbagi apaan pak”.
“Kenikmatan”. Wah to the point sekali dia, gak apa jugha sih, aku kan dah absolutist gak ngerasain
kenikmatan dari lelaki sejak udahan ma cowokku.
Kembali aku bersibuk ria setelah waktu istirahatku habis, gak kerasa dah waktunya resto tutup, kami
masih harus menunggu.

Di pub kita benerbener accept fun, aku gak minum alkohol, jadi si om pun gak pesen minuman beralkohol
sama sekali, kami guyon ja sambil mendengarkan musik.

“Kamu dah sering ya Din maen ma om2″.
“Belon pernah om”. “Biasanya maen ma sapa”.
“Ma cowok Dina om”. “Asik dong, kluar diluar pa pake kondom”.
“Didalem om, polos”.
“Gak takut?”
“Kan Dina dikasi obati antiny om”. Si om kemudian ngajakin aku turun ketika lagunya slow.

Aku didekapnya erat, sambil menggoyang badan pelan sekali,

“Aku kesengsem liat kamu deh Din, kamu cantik dan seksi sekali”, dia mulai melancarkan gombalannya,
berbisik di telingaku.

Karena dia berbisik sembari meniup2 telingaku, aku jadi menggelinjang.

“Napa Din kok menggelinjang, belon diapa2in”.
“Abis om bisiknya sembari ditiup sih, kan geli”.
“Kirain dah napsu”.
“Yang napsu kan om, toked Dina ja digesek2 ma dada om terus”.
“Iya Din aku dah napsu nih, ketempatku aja yuk nerusinnya”. Aku iyain ajakannya, aku juga dah pengen
ngerasain gimana gaya om2 kalo maen, tiupan di telinga, ciuman lembut di leher dan tokedku yang digesek2
dadanya yang bisang menaikkan voltageku juga. suami istri.

Maklum duda kali ya, jadi dia memperlakukan aku kayak aku ini dah jadi istrinya.

“Om romantis ya”. Dia cuma tersenyum mendengar ucapanku, pipiku dikecupnya pelan.
“Om sering ya bawa abg”, tanyaku sambil tersenyum.
“Suka juga”, jawabnya. Ya accustomed lah, lelaki seperti dia kan perlu menyalurkan kebutuhan biologisnya
dan seumur dia pasti pengen dengan prempuan yang masih abege.

Di apartment, kita duduk di sofa, dia mengambilkan minuman dan menyalakan TV. Kami tak banyak bicara
karena perhatian tertuju ke tv, tapi aku makin berdebar2 menunggu apa yang akan terjadi. Akhirnya dia
pindah duduk di sampingku, menghadapkan tubuhnya ke arahku dan meletakkan tangan kanannya di atas
perutku sambil memasukkan tangannya kebalik t shirt yang kukekankan dan mengilik2 puserku.

“Yang…” katanya lirih di telingaku. Merinding aku mendengarnya memanggil aku yang.
“Napa om…”, belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke
pipiku.

Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan lembut. aku juga mengulum bibirnya. Sensasi yang
belum pernah kudapat dari cowokku dulu. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan
tangannya menyelusup kedalam t shirtku dan meremas lembut dadaku yang masih terbungkus bra. Ohh..,
dadaku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak
napsuku, padahal baru awal pemanasan.

Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan t shirtku, leherku dikecup, dijilat kadang
digigit lembut. Sambil tangannya terus meremas-remas dadaku. Kemudian tangannya menjalar ke punggungku
dan melepas kaitan braku sehingga dadaku bebas dari penutup. Bibirnya terus menelusur di permukaan
kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-
kadang seolah seluruh dadaku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa
geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya.

Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. meqiku yang pasti sudah basah sekali.
Absolutist hal itu dilakukannya sampai akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting jins ku dan menariknya
ke bawah, aku mengangkat pantatku utnk mempermudah dia melepaskan jinsku. Tinggalah CD miniku ku yang
tipis yang memperlihatkan buluku yang lebat, saking lebatnya buluku muncul di kiri kanan dan dibagian
atas dari cd mini itu. buluku lebih terlihat jelas karena CD ku sudah basah karena cairan meqiku yang
sudah banjir. Dibelainya celah meqiku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh klitku karena ketika
dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah meqiku dengan leluasa.

Jarinya mulai sengaja memainkan klit-ku. Dan akhirnya jari itu masuk ke dalam meqiku. Oh, nikmatnya,
bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke
perutku. Dan akhirnya sampailah ke meqiku. Kali ini diciumnya buluku yang lebat dan aku rasakan bibir
meqiku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali meqiku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya
dihisap, kadang klitku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua
bibir meqiku sambil menghisap klitku.

Dia benar benar mahir memainkan meqiku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan.. Aku
mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan klitku dengan
mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang mulai menampakkan ubannya dibalik cat rambut yang mulai memudar,
aku merasakan nikmatnya nyampe hanya dengan bibir dan lidahnya. Dia terus mencumbu meqiku, rasanya belum
puas dia memainkan meqiku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Pak, Dina sudah pengen dienjot.”
kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Tapi dia bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamar. Di kamar, aku dibaringkan
di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat
batangnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya, gak kebayang ada batang sebesar punya
dia, soalnya batang yang biasa aku lihat ya batang cowokku, rasanya sudah besar tapi gak ada apa2nya
dibanding batang si om. Kemudian dia juga melepas CD nya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring
menunggu dengan semakin berharap.

batangnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal tegangnya, tegak hampir menempel ke perut. aku
merinding apakah muat batang segitu besarnya di meqiku yang biasanya cuma kemasukan batang yang jauh
lebih kecil. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar
meqiku menunggu masuknya batang added gede itu.

Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir meqiku mulai
tersentuh ujung batangnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir meqiku
terdesak menyamping. Terdesak batang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang meqiku
dimasuki batangnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk
batangnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus..Akhirnya ujung
batang itu menyentuh bagian dalam meqiku, maka secara refleks kurapatkan pahaku. Ternyata sangat
mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku.

Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas dadaku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada batang
besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Mungkin dia menyadarinya, supaya aku tidak kesakitan. Aku
benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar
benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan batang besar itu.

Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya
meremas-remas dadaku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia memainkan batangnya
semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak
lebih keras lagi. Dia terus memainkan batangnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah.
Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan dadaku. Aku makin meronta-ronta tak karuan.
Puncak kenikmatan diikuti semburan mani yang kuat di dalam meqiku, menyembur berulang kali. Oh, terasa
banyak sekali mani kental dan hangat menyembur dan memenuhi meqiku, hangat sekali dan terasa sekali mani
yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.

Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut dadaku sambil mencium
wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Yang, kamu luar biasa, meqimu peret dan nikmat sekali” pujinya sambil membelai dadaku.
”Om juga hebat. Bisa membuat Dina nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Dina bisa nyampe dan merasakan
batang raksasa. Hihi..”
“Oo gitu ya Yang, Jadi kamu suka dengan batangku?” godanya sambil menggerakkan batangnya dan membelai
belai wajahku. “Ya om, batang om nikmat, besar, panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia tidak
langsung mencabut batangnya.

Menjelang pagi, aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai
rambutku. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya
aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal meqiku dan ternyata masih ada mani
yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia memuncratkan maninya di dalam meqiku. Dalam
bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya.

Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat
hingga dadanya menekan dadaku. Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan
dadanya yang dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat
tersenggol2 batangnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali.

Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-
usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku
dan diremasnya. batangnya pun mulai tegang ketika menyentuh meqiku. Terasa bibir luar meqiku bergesekan
dengan batangnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa
kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan meqiku.

“Om nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir
dari meqiku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian
bawah bibir meqiku. Tak absolutist kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan
lipatan bibir luar meqiku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat,
sesekali menggigit dengan gemas.

“Aarrgghh.. Sstt..Sstt..” rintihku berulang kali.

Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di meqiku.
Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera
membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu
diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut
kedua dadaku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas
bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku.

“Om, absolutist amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.

Aku merasakan batangnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena batangnya makin dalam
terselip dipantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas bijinya dengan gemas. Dia
menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap bulu lebatku, lalu
mengusap meqiku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar meqiku. Dia mengusap
berulang kali. klitku pun menjadi sasaran usapannya.

“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan batangnya makin kuat menekan pantatku.

Aku merasa lendir membanjiri meqiku. Aku jongkok agar meqiku terendam ke dalam aibersihkan celah
diantara bibir meqiku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat batangnya telah berada persis didepanku. batangnya telah tegang berat. Kuremas
batangnya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala batangnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat
ketika aku menjilati kepala batangnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.
Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir ablution tub.

“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan batangnya kembali menghunjam meqiku.

Aku terpaksa berjinjit karena batang itu terasa seolah membelah meqiku karena besarnya. Terasa meqiku
sesek kemasukan batang besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat mememegang pinggulku dan dia
memainkan batangnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal
pahanya berbenturan dengan pantatku.

“Aarrgghh.., aarrgghh..! Om.., Dina nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.

Rupanya dia juga tidak dapat menahan maninya lebih absolutist lagi.

“Aarrgghh.., Yang”, kata nya sambil menghunjamkan batangnya sedalam=dalamnya.
“Om.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan mainya dimeqiku.
“Aarrgghh.., Yang, enaknya!” bisiknya ditelingaku.
“Pak.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dienjot om”, jawabku karena nikmatnya nyampe.

Dia masih mencengkeram pantatku sementara batangnya masih nancep dimeqiku. Beberapa saat kami diam di
tempat dengan batangnya yang masih menancap di meqiku.

Kemudian Dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air
hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi. Setelah selesai dia keluar duluan,
sedang aku masih menikmati shower.

Selesai mandi dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat aku keluar. Di ruang makan,
dia sudah menyiapkan makan berupa sandwich dan kentang goreng lengkap dengan teh dan kopi. Aku
dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol,

“Kok ada sandwich dan kentang goreng om”
“aku makan paginya ya kaya gini. Aku beli ja kentangnya yang dibekuin, tinggal diangetin dan digoreng
deh”. Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya.

Aku menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya.
diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya
kurasakan tangannya mulai meremas-remas lembut dadaku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan
pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras.
langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata batangnya sudah mulai tegang, walau masih
belum begitu mengeras. Kepala batangnya langsung aku kulum sambil lidahku berputar di leher kepala
batangnya.

Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya batangnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan
berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

“Om hebat ya baru muncrat di meqi Dina sudah tegang lagi, kita lanjut yuk om”, kataku yang juga sudah
terangsang.

Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke tempat tidur.
Dia membuka kakiku dan langsung menelungkup di antara pahaku.

“Aku suka melihat meqi kamu Yang” ujarnya sambil membelai bulu buluku yang lebat.
“Mengapa?”
“Sebab bulumu lebat dan cewek yang bulunya lebat napsunya besar, kalau dienjot jadi bifold seperti
kamu, juga tebal bibirnya”. Aku merasakan dia terus membelai buluku dan bibir meqiku.

Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka meqiku dimainkan berlama-lama, aku
terkadang melirik apa yang dilakukannya. kadang kadang disentuh sedikit klit-ku, membuat aku penasaran.
Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku,
langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang meqiku yang sudah penuh cairan. Lidahnya
ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk meqiku, dan saat dihisapnya klit-ku dengan ujung
lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung klitku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat
aku tak sadar berteriak..

“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi.
“Ayo bell om, Dina pingin dienjot lagi” ujarku sambil menarik bantal.

Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan batang gedenya ke arah meqiku. Aku masih
sempat melirik saat dia memegang batangnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir meqiku.
Kembali aku berdebar. Dan saat kepala batangnya telah menyentuh di antara bibir meqiku, aku menahan
nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala batangnya mulai menyelinap di antara
bibir meqiku dan menyelusup lubang meqiku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia
mulai mencium bibirku lembut.

Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. Kurapatkan pahaku supaya
batangnya tidak terlalu masuk ke dalam. Dia langsung menjepit kedua pahaku hingga terasa sekali
batangnya menekan dinding meqiku. batangnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali
seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali
dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri.

Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan memainnya hingga
aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas dadaku,
bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak
tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati
puncak kenikmatan. Absolutist sekali. Tak kuat aku meneruskannya.

Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme
berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali,
keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak
menyesal capital dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam main, dia dapat mengolah
tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku
serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas dadaku. Pelan-
pelan mulai dienjotkan batangnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di
seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya yang berbulu merangsang
dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan batangnya dipompakan dengan sepenuh perasaan,
lembut sekali, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa.rangsangan di klit-ku. Maka jebol
lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak cheat seperti tadi.

Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia dengan cepat memain lagi.
Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila,
batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan
yang bertingkat-tingkat. Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku
di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. aku keluarkan batangnya dari meqiku. Dan kuraih
batangnya.

Tanpa pikir panjang, batang yang masih berlumuran cairan meqiku sendiri kukulum dan kukocok. Dan
pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali meqiku
yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian batangnya.
Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme. Dihisapnya klitku sambil ujung lidahnya menari
cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar
bibir meqiku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa
sadar aku menggigit agak kuat batangnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati
orgasme.

“Yang, aku mau muncrat yang, di dalam meqimu ya”, katanya sambil menelentangkan aku.
“Ya, om”, jawabku.

Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, batangnya yang besar sudah kembali menyesaki meqiku. Dia
langsung memain batangnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun
mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga batangnya nancap semuanya ke dalam meqiku dan
akhirnya crot .. crot ..crot, maninya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, muncratnya
yang ketiga masih saja maninya keluar banyak, memang luar biasa backbone Bapak. Dia menelungkup diatasku
sambil memelukku erat2.

“Yang, nikmat sekali capital sama kamu, meqi kamu kuat sekali cengkeramannya ke batangku”, bisiknya di
telingaku. “Ya om, Dina juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman meqi Dina terasa kuat karena batang
om kan gede banget.Rasanya sesek deh meqi Dina kalau om neken batangnya masuk semua. Kalau ada
kesempatan, Dina dienjot lagi ya om”, jawabku.
“Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra.

Related Post