Diperkosa Bikin Nikmat - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
1100
post-template-default,single,single-post,postid-1100,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Diperkosa Bikin Nikmat

Berawal dari sepulang kerja Tubuh gadis tersebut sangat sintal, apalagi payudaranya yang berukuran 34B. Apalagi pakaian yang digunakannya selalu ketat dan membentuk lekuk tubuhnya, meskipun dalam kesehariannya selalu menggunakan kerudung.

Selepas sekolah di sekolah kejuruan di kotanya, karena keterbatasan biaya maka Diah memutuskan untuk bekerja, maklum orang tua Diah bukanlah orang yang berada.
Setelah dua bulan nganggur akhirnya Diah diterima disebuah pabrik tekstil dan waktu kerjanya menggunakan sistem shift.

Selama satu bulan banyak sekali pemuda di pabrik itu yang menginginkan dia sebagai pacarnya, bahkan bapak-bapak di pabrik tersebut pun senang dengannya, karena Diah memang supel dan mudah bergaul, sehingga tidak heran bila dia menjadi idola baru di pabrik tersebut.
Malam itu Diah baru pulang jam 10.30 malam, maklum Diah kebagian shift sore. Pulang dari pabrik Diah memang diantar menggunakan jemputan tetapi hanya sampai titik-titik tertentu, sehingga tidak langsung menuju rumahnya dan Diah harus naik ojek lagi untuk sampai kerumahnya.
“Emmmhhh, ngak ada ojek satupun nih…”, dalam hati Diah,
Terpaksa Diah berjalan kaki menuju rumahnya yang lumayan masih jauh.
Diah pulang menyusuri jalan sepi,
“Emmhhh enak lewat pesawahan nih, biar bisa cepet sampe rumah”, ujar Diah.
Tepat sebelum pesawahan ada sebuah pos hansip, disana ada empat preman desa yang sedang main kartu mereka adalah Jojon, Asep, Sandi dan Jajang. Muka mereka lumayan sangar-sangar apalagi mereka berempat habis minum-minum.
“Eh…liat tuh ada cewe menuju kemari…”, ujar Asep kepada teman-temannya.
Otomatis ketiga pemuda pengangguran itu melihat kearah Diah.
“Emh… mau kemana neng malem-malem”, ujar Jajang kepada Diah.
Diah tidak memperdulikan dan mempercepat langkahnya. Jojon melompat dari pos satpam dan mendekati Diah.
“Dingin-dingin begini mendingan neng nemenin kita…hehehe…”, sambil berusaha memeluk Diah.
“Ihhh… apaan sih…”,
Tanpa sengaja Diah menampar muka Jojon.

Muka Jojon merah padam menerima tamparan dari Diah.
“Kamu jangan macam-macam”, ujar Jojon, seraya mengeluarkan pisau lipatnya dan menempelkannya dileher Diah.
“Maaf kang, saya ngak bermaksud…”,
Belum selesai Diah berucap sebuah tamparan dari Jojon mendarat dipipinya “Plakkk”.
“Sudah Jon… kita garap saja cewe ini…” teriak Jajang dari dalam Pos.
Sementara Asep yang sudah berada dibelakang Diah menelikung tangan gadis berjilbab tersebut.
“Kita garap dirumah kosong ditengah sawah saja…, biar ngak ada yang tahu”, Sandi berujar sambil mendekati mereka bertiga.
Mendengar ucapan-ucapan para berandalan itu wajah Diah pucat pasi.
“Jangan…. Tolong lepaskan saya….”, ujar Diah, tampak diujung kelopak matanya setetes air mata.
Keempat berandalan itu tidak menggubris ucapan Diah, mereka menyeret tubuh Diah ketengah sawah yang sudah mengering menuju sebuah rumah kosong di tengah sawahtersebut. Diah sempat menjerit meminta tolong, tetapi sebuah tamparan menghentikan teriakannya.
“Diam kamu …., apakamu sudah bosan hidup”, hardik Jojon kepada Diah.
Sesampainya dirumah kosong yang terbuat dari bilik tersebut, tubuh Diah didorong hingga terjerembab diatas bale-bale. Kedua tangan Diah diikat diatas bale-bale.

“ammppuunn, tolong lepaskan saya, jangan perkosa saya.…hik…hik”, Diah memohon kepada para berandalan tersebut, yang disambut oleh gelak tawa keempatnya.
“brreetttt…”, kancing baju Diah terlepas ketika Jojon membuka paksa baju kerja yang digunakan, dengan pisau lipatnya bra Diah pun diputusnya hingga terlihat bongkahan payudara yang sekal dan ranum.
“wah… gede juga nih toket”, kata Jojon sambil meremas-remas payudara Diah.
“Ohh… Jangan…”, rengek Diah tidak berdaya.
“Sudah, kamu nikmati saja….”, ujar Sandi sambil memainkan sebelah payudara Diah.
Kini payudara Diah dimainkan oleh Sandi dan Jojon. Keduanya kadang meremas, menghisap payudara Diah. Sementara Jajang menarik celana dan celana dalam Diah hingga terpampanglah vagina ranum yang disertai bulu-bulu tipis.
“Vaginanya bagus nih…keliatannya peret…emmhhh wangi lagi…”, ujar Jajang.
Kini tubuh Diah cuma terbalut jilbab yang dililitkan dilehernya.
“Aahhh jangan….”, jerit tertahan Diah ketika Jajang mulai mencolok jarinya ke vagina Diah.
“Ahhh….tolll”,
Belum selesai Diah berkata Asep mengulum mulut gadis itu dengan mulutnya yang bau alkohol. Sementara Jajang membenamkan wajahnya dikemaluan gadis tersebut dan menjilati vagina sambil memainkan klitoris dari Diah menggunakan lidahnya.

Dirangsang dari segala arah mau tidak mau Diah mulai terangsang, pagutan Asep mulai dibalas oleh Diah, keduanya saling memainkan lidah. Sementara payudara Diah semakin mengeras dan putingnya pun membesar menerima ransangan dari Jojon dan Sandi dan dibawah Jajang sedang asik menjilati klitoris Diah sambil mencolok-colok vagina tersebut dengan jarinya, vagina Diah sudah mulai becek.
Secara bergantian keempat berandalan itu merangsang setiap daerah sensitif Diah dan entah kapan keempat pemuda sekarang hanya menggunakan celana dalam, tidak sampai 10 menit, tubuh Diah tampak mengejang dan
“Ahhhh…..”,
Dari vagina mengucur deras cairan cinta Diah.

“Hahaha… ternyata cewe berjilbab juga bisa orgasme…”, kata Asep sambil melihat ke arah vagina Diah.
“Iya…. Kaya lonte yang suka aku pakai..”, seru Jajang sambil merabai tubuh Diah.
Mendengar penghinaan itu wajah Diah tampak memerah, rasanya ingin marah tetapi apa daya tenaganya belum pulih meski tangannya sekarang telah dibuka ikatannya.
Tiba-tiba Jojon menjambak jilbab putih milik Diah,
”Heh… lo pelacur ya….”, hardik Jojon ke pada Diah.
“Sa..saya.. bukan pelacur…”, jawab Diah.
“Alah… udah ngaku aja, tadi lo nikmatinkan?”, timpal Jajang.
”Ayo… jawab…”, bentak jojon didepan muka Diah.
“Iy…Iy…saya pela…cur…”, jawab Diah ketakutan.
Matanya sudah sembab.
“Hahaha…. Akhirnya ngaku juga…”, ujar Sandi.
“Biasanya pelacur mau apa …”, kembali Asep ikut nimbrung membentak Diah
Diah hanya diam mukanya tiba-tiba
“Pllakkk, Jawab…lonte…”, sebuah tamparan kembali mendarat diwajah Diah.
“Ma…mau penis…”,jawab Diah ditengah ketakutannya.
Dengan perlahan Diana mendekati Asep, saat Diana mencoba meraih penis Asep, tangannya ditepis.
“Mo ngapain lo…mo penis gua…minta yang bener donk”, hardik Asep, membuat kuping Diana memanas.
“Kang…Boleh sa…saya ngi…ngisap… dan ngejil…jilat… penisnya…”, kata Diana terbata-bata, menahan rasa amarah di dadanya.

“Jilat…dan Emut Cantik…Tapi awas jangan digigit…”
Diah secara perlahan memegang penis Asep yang diluar ukuran biasa, diantara mereka berempat memang penis Asep memang yang terbesar dan terpanjang, Maklum Asep adalah salah satu murid dari Ma Erot,
“Ayo, Jilat… jangan Cuma bengong ..”, kata Asep,
Diah pun mulai menjulurkan lidahnya, lidah Diah mulai menyapu ujung penis besar milik Asep,
“Ahh…. Jilat dari pangkal sampai ujung”,
Diah menjilat penis Asep, mulai dari pangkal sampai ujung penisnya, sesekali ujung lidah gadis berjilbab itu memainkan liang penis Asep, dan buah zakar Asep pun tak luput dari kuluman dan jilatan Diah.
“Ahhh… Kamu pintar…terus sepong penisku…lonte…”, seru Asep,
Hinaan terhadap Diah kini merupakan sanjungan buatnya, yang sedang terangsang.
Diah memasukan penis tersebut kedalam mulutnya. Sementara Asep memegang kepala Diah dan menekannya supaya penisnya mentok di tenggorokan gadis itu.
Sementara itu ketiga temannya tidak tinggal diam, Sandi dan Jajang menggerayangi tubuh indah Diah, sedangkan Jojon sedang memainkan jarinya didalam vagina Diah. Jojon yang sudah tidak tahan langsung mengarahkan penisnya ke vagina Diah, dengan kasar Jojon berusaha memasukan penisnya tersebut dan masuklah kepala penis Joni di vagina Diah yang mulai basah kembali.

“Ini hukuman buat lo…karena tadi menampar gua”
dengan kekuatan penuh dan sambil menahan pinggang Diah, penis milik Jojon amblas seluruhnya kedalam vagina Diah dan membuat selaput dara milik gadis berjilbab itu pecah.
“Acckkhh…”, terdengar jerit tertahan Diah yang merasakan sakit di vaginanya,namun mulutnya dipenuhi oleh penis Asep yang sedang memaju-mundurkan pantatnya seolah sedang bersenggama.
Kini gadis berjilbab itu bagai di sandwich, dua lubang dari depan dan belakang dimasuki oleh penis. “plookk…..pllookkk…plookk”, terdengar sangat jelas benturan antara Jojon dan selangkangan Diah, semakin lama rasa ngilu di vagina Diah berubah menjadi rasa nikmat yang belum pernah didapatnya. Diah terlarut dalam birahi, membuat dirinya semakin kuat menghisap penis milik Asep.

Asep tiba-tiba melepaskan penisnya, sedangkan dibelakang pun Joni menghentikan sodokan terhadap Vagina Diah.
“Siapa namamu Neng geulis….”, Tanya Asep kepada Diah,
“Di…Diah…kang”, katanya tersengal-sengal
Sebetulnya Diah masih ingin di entot, tetapi karena berhenti tiba-tiba membuat birahinya tidak menentu.
“Diah, suka di ent0t…, Diah suka penis ku…”, Tanya Asep kepada Diah.
“Emmhh… Diah suka penis…, Diah suka dient0t…..”, jawab diah meluncur begitu saja.
Jojon pun tersenyum dan mulai menggenjot kembali vagina Diah dengan irama yang cepat.
“Ahhh…, iyaa…enakk…teruss”, jerit Diah,
Semua berandalan itu cekikikan mendengar ocehan Diah.
Sementara sekarang penis Sandi berdiri tegak di depan Diah, tampa di komando Diah membuka mulutnya dan mengulum penis milik Sandi.
”Ahhh…enak…banget nih…sepongannya..”, oceh Sandi sambil menjambak jilbabnya,
“Iya .. san…disini juga nikmat… seret…”, kata Jojon sambil mempercepat genjotan.
Sandi yang memang sudah ingin ejakulasi tak lama kemudian memuntahkan spermanya dimulut Diana
“Ahhhh…”, seru Sandi sambil menekan kepala Diah hingga mentok diselangkangannya.
Diah langsung menelan sperma yang tertumpah dimulutnya, dan penis Sandi dijilatnya hingga bersih.
“Wah,cewe ini doyan peju juga…..”, ujar Jajang yang belum kebagian dari tadi.
Wajah Diah memerah malu, tapi itu tidak lama, karena dorongan birahi dari belakang semakin gencar.
”Ahhhhh…”, Diah memuntahkan kembali cairan cintanya. Seraya Jojon mengeluarkan penisnya.
Terlihat cairan cinta bercampur darah perawan dari Diah.
Sementara Diah duduk bersimpuh menerima sperma dari Jojon
“habiskan…ahhh….”,

Seluruh isi sperma yang meluncur dari dalam penis tersebut diminum oleh Diah.
Diah yang sekarang sudah dikuasai oleh birahi, dirinya telah melupakan bahwa dia sedang diperkosa.
“Kamu masih mau dient0t.”, Tanya Asep kepada Diah,
Diah cuma mengangguk. Asep kemudian tiduran diatas bale-bale,
“Masukan penisku kedalam vaginamu sayang”,
Diah kemudian menaiki bale-bale. Diah mengangkang diatas tubuh Asep, penis Asep dipegang oleh Diah kemudian diarahkan menuju vaginanya. Penis besar milik Asep perlahan memasuki vaginanya…
”Ahhhh….Saakiitttt…”, ketika kepala penis Asep memasuki ruang vagina Diah.
Setengah penis Asep memasuki vagina Diah, melihat hal tersebut Jajang menaiki bale-bale dan menekan tubuh Diah sekaligus, hingga Amblas semua penis milik Asep,
“Ahhhh…sakiittt…ampunn…keluarin lagi”,

Diah tidak kuasa menahan sakit, vaginanya terasa dirobek. Tubuh Diah roboh diatas tubuh Asep.
Asep membalikan posisinya, sehingga Diah yang dibawah, kaki Diah diangkat dan direntangkan.
“Tenang sayang, nanti kamu akan menyukainya…”
Asep memulai ngenggenjot vagina sang gadis berjilbab.
“Ahhh… Tidak… sudahh… Sakiiit…”, teriak sang gadis berjilbab.
Tetapi Asep tetap menggenjot vaginanya, setiap penis Asep keluar masuk liang vagina Diah selalu menyentuh klitorisnya, sehingga membuat gadis tersebut terangsang.

“Ahhhh…Ohhhh…..nikmatt…teruss…dimasukan penisnya”, erang Diah menikmati genjotan Asep.
“Ohhh…enak…sekali…remasan …Vaginamu …”, kata Asep kepada Diah.
“Ahhh… Diah….Mauu”, Erang Diah mengeluarkan orgasmenya.
Asep belum menunjukan akan keluar, Asep terus menggenjot tubuh Diah kadang dalam tempo sedang kadang dalam tempo cepat, membuat Diah kembali terangsang.
“Ahh…jangan…lepaaskan…penismu”, Diah menyeracau.

“Kamu suka penis dimasukin ke vagina kamu….kamu suka dient0tin penis gede?”, Tanya Jojon ke Diah.
“Ahhh…Iya…Diah suka…dient0t”, Jerit Diah meradang seolah meminta terus disetubuhi.
“Ahhhh…Aku keluarrr…”,
Lagi-lagi tubuh Diah mengejang dan orgasme, tubuh Diah melemah tetapi Asep masih gencar memacu penisnya. Membuat Diah kembali terangsang menikmati setiap genjotan Asep dan kembali orgasme dalam jarak tidak sampai 3 menit. Diah sudah mendapatkan Orgasme ke limanya semenjak di genjot oleh Asep.
“Ahhh…Aku…Keluarrrr…”
Diah kembali mengerang yang ke enam kalinya dan membuat dirinya tidak sadarkan diri karena kecapaian. Tidak lama kemudian
”Ahhh…Crott…Crott…”, Asep mengerang sambil membenamkan penisnya dalam-dalam
Peju Asep memenuhi ruang rahim Diah dan akhirnya Asep roboh disebelah tubuh Diah. Terlihat lelehan sperma yang keluar di bibir vagina Diah.

Jajang yang belum mendapatkan jatah segera membalikan tubuh Diah yang tak sadarkan diri. Jajang yang tengah dilanda birahi menggarap anus sang gadis tersebut seperti orang kesetanan, tubuh Diah bagaikan seonggok daging yang tidak berdaya. Tidak sampai sepuluh menit Jajang sudah mengeluarkan pejunya.
Setelah puas melakukan pemerkosaan terhadap Diah, mereka berempat segera meninggalkan Diah yang masih tidak sadarkan diri, ketika pagi hari seorang petani menemukan Diah dan mengantarkan kerumahnya. Kasus pemerkosaan terhadap Diah ditutup polisi karena Diah tidak memberikan keterangan yang berarti kepada aparat. Sedangkan Diah sendiri kadang terlihat murung, baik dirumah maupun ditempat kerjanya.
Satu bulan telah berlalu semenjak kejadian tersebut, Diah yang kebagian shift sore hari itu pulang jam 10.30, setelah turun dari bis jemputan Diah tampak seperti orang yang tengah bimbang. Kemudian dia berjalan menuju tempat dia bertemu dengan ke empat pemuda berandalan tersebut.

Keempat berandalan tersebut terkejut ketika melihat Diah sudah ada didepan pos tempat,
“Mau ngapain kamu kesini, Mau di ent0t lagi….”, Tanya Jojon kepada Diah yang tampak tertunduk,
“Aku…Ma…Mauu… di…se…setubuhi…”, Jawab Diah pelan dan terbata-bata.
“Vagina kamu minta di ent0tin lagi ma penisku”, Tanya Asep kepada Diah, dan Diah pun hanya mengangguk.
Keempat pemuda tersebut tersenyum, Asep kemudian merangkul tubuh Diah dan mengajaknya duduk diantara mereka. Malam itu Diah kembali digilir oleh keempat pemuda tersebut, tetapi kali ini Diah melakukan dengan suka rela.
Cerita diperkosa bikin nikmat ini berakhir dengan Diah menjadi seorang hypersex, dan selalu haus akan sex, Diah rela dirinya menjadi pelampiasan nafsu laki-laki asalkan dirinya mendapatkan kepuasan.

Related Post