Goyangan Femy Yang Membuat Aku Jatuh Cinta - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
10508
post-template-default,single,single-post,postid-10508,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita hot

Goyangan Femy Yang Membuat Aku Jatuh Cinta

Cerita hot – Mbak Femy sebenarnya sudah menikah dan memiliki anak 1, tapi sayang suami mbak Femy, mas Anto adalah seorang pelaut di kapal pesiar eropa, jadi mbak Femy sering ditinggal 6 sampai 8 bulan. Oh iya, aku kenal baik dengan mas Anto, suaminya, karena beberapa kali saat mas Anto kembali ke Indonesia mbak Femy dan mas Anto mengajak aku jalan-jalan.

terbaru ini berawal saat aku mau mengeprint laporan pekerjaan. Karena printer diletakkan di meja mbak Femy, maka aku berjalan menuju meja kerjanya. Tapi sebelum sampai ke mejanya, aku melihat mbak Femy serius sekali membaca sebuah web site di layar komputernya. Aku tertawa kecil dan kembali ke mejaku, aku gak mau mengganggu mbak Femy, karena aku hafal betul web site yg sedang dibaca mbak Femy adalah website kumpulan cerita-cerita erotis.

Kemudian aku menggoda mbak Femy dengan mengirim pesan YM ke dia :
“Hayo lagi baca apa ? Nakal Ya…” isi pesanku ke dia
Mbak Femy langsung membalikkan badannya dan memandang tajam kearahku, aku cuma tersenyum melihat wajah merah bercampur paniknya.

“Gak baca apa-apa. Mau tau aja nih !” jawab dia masih melalui YM

Baca Juga: Fatma Gadis Berjilbab Teman Satu Kantor

“Gak usah malu mbak, aku juga sering baca kok ” jawabku lagi

Dia kembali memandangku dari jauh dengan wajah cemberutnya.

“Mas Anto masih lama pulangnya ya ?” tanyaku lewat YM

“He-eh, aduh jadi malu gara-gara ketahuan” jawab Mbak Femy

“Mau dibantu gak ?” tanyaku menggoda
“Maksudnya ?” jawab dia

“Ya kan mbak kangen sama mas Anto, siapa tau saya bisa gantiin sementara ” jawabku nakal

“Maksudnya ?” tanya dia lagi, aku gak tau dia pura-pura ato bener-bener gak ngerti.

” kan saya laki-laki juga, mungkin bisa bantu mbak kayak yg di website” jawabku tambah nakal

Mbak Femy menatapku dengan pandangan marah kemudian menjawab

“Awas ya, nanti aku aduin ke mas Anto, nanti tau rasa kamu”
Aku cuma tertawa sambil menjawab

“He..he..he.. cuma becanda mbak”. Aku memang sebenernya cuma mau menggoda dia.

Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Femy karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. Hingga seminggu kemudian mbak Femy mengirim pesan YM ke komputerku.

“Yan, lagi sibuk banget ya ?” tanyanya melalui YM

“Iya nih mbak, kan deadline bulan depan” jawabku sekenanya, karena aku memang sedang sibuk mengerjakan tugasku yg bertumpuk.

“mmmmm…” jawabnya gak jelas.

Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”

Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”
Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. “Tawaran yg mana ya mbak, maaf aku lupa” jawabku

“Yg minggu lalu itu loh, katanya mau bantuin aku” jawabnya lagi.
Tapi karena aku bener-bener lupa, dengan polosnya aku jawab “Bantuin apa ya ?”

“Ya udah kalo udah lupa ” jawabnya singkat

Aku berfikir keras, aku udah janji apa ya sama dia minggu lalu. Setelah beberapa saat mengingat-ingat, aku terperangah sebentar, karena aku gak duga becandaan aku minggu lalu jadi ditanggepin serius sama dia.

“Wah maaf mbak, yg web site waktu itu ya, beneran nih ?” tanyaku penuh selidik.
Agak lama aku menunggu jawaban sampai dia menjawab “Iya yg itu, mau nggak bantuin aku ?” tanyanya lagi.

Aku tersenyum kecil, mana ada sih cowok yg nolak tawaran kayak gini, apalagi dari mbak Femy yg cantik itu. Aku menjawab

“Wah gak usah ditanya mbak, trus gimana ?”

“Sabtu besok dateng ke rumahku ya, agak sore aja. Tapi awas, rahasia ya” jawabnya.

“OK” jawabku yg mengakhiri chat.

Hari sabtu sekitar jam 4 aku sampai ke rumah Mbak Femy. Rumahnya sepi, aku tdk melihat Ria anak mbak Femy yg baru berumur 4 tahun.

“Ria kemana mbak ?” tanyaku saat aku sudah duduk disofa ruang tengah rumahnya.

“Aku titipin kerumah neneknya” jawab dia sambil membawa minuman dari dapur.

Kemudian dia tersenyum nakal. Aku cuma tertawa kecil melihat tingkahnya.
Hari itu mbak Femy seksi sekali, dia memakai kaos ketat warna putih dan celana pendek warna krem. Aku gak pernah lihat dia berpakian seperti ini sebelumnya, tapi aku pikir mungkin dia berpakaian begitu karena tau tujuan aku datang kerumahnya sedikit berbeda kali ini.

Setelah menaruh minuman di meja, mbak Femy duduk di sofa kecil yg bersebrangan dengan sofa panjang yg aku duduki. Sebenernya aku sedikit kecewa dia pilih duduk disitu, tapi pikiran itu segera sirna karena aku sibuk memperhatikan paha putihnya yg terpampang lebar karena celananya tertarik keatas saat dia duduk. Ditambah dari kaus tipisnya, aku dapat melihat bayangan bra kembang-kembang yg dikenakannya.

K0ntolku terasa mulai menegang karena memandang wanita minim pakaian ini.
Tapi sayang mbak Femy sepertinya canggung. Setiap aku mulai berbicara yg agak menyerempet, dia langsung membelokkan arah pembicaraan ke hal yg lain. Wah gawat nih, pikirku, bisa gagal rencana karena mbak Femy takut duluan.

Hingga satu saat mbak Femy terdiam, sepertinya dia kehabisan kata-kata untuk membicarakan yg lain. Kesempatan itu aku gunakan untuk duduk mendekatinya. Dari sofa yg masih terpisah, aku pegang kedua tangannya sambil aku elus perlahan.

“Mbak..” kataku perlahan.

Mbak Femy cuma memandangku sambil tertunduk, ada sedikit rasa takut terpancar dari wajahnya.

“Mbak…” kataku lagi sambil menariknya untuk duduk disofa panjang bersamaku.

Mbak Femy mengikuti tarikan tanganku, masih sambil tertunduk antara takut dan malu.

Mbak Femy duduk di pojok sofa, sedang aku duduk disebelahnya. Perlahan aku cium kedua tangan, mbak Femy masih memandangku sambil menunduk. Aku tahu sebenarnya mbak Femy mau, cuma takut karena ini pertama kali ada laki-laki selain suaminya yg menyentuhnya.

Related Post