Indahnya Cinta Pertama - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
2044
post-template-default,single,single-post,postid-2044,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Indahnya Cinta Pertama

Ngomongin masa-masa SMA sepertinya nggak akan pernah kehabisan cerita. Kebanggaan berseragam putih-abu-abu rasanya tak terbayangkan, serasa diatas awan (lebaayy) hehehe. Jenjang SMA rasanya adalah masa-masa kejayaanku, segudang cerita yang ingin ku share disini tapi harus di pilih kali ya biar yang baca nggak pada eneg bin mblenger.  Untuk meramaikan gerakan PKK nya Warung Blogger yang kali ini temanya anak SMA, aku mau bercerita tentang cinta pertama yang kualami saat jadi anak SMA.

Sejujurnya pas pendaftaran SMA hatiku gundal gulana. Ceritanya di tahun itu ada soal EBTANAS (terkonang angkatan berapa deh, hiks) bocor, so pemerintah mengeluarkan jenis soal yang paling susah, walhasil nilai ujian kala itu merosot, tak terkecuali nilaiku. Yah alhamdhulilah nggak parah banget sih, cuma beda 0,5 dari syarat masuk SMAN 1 Semarang, SMA yang kudambakan, hiks. Beberapa sahabat akhirnya masuk SMA Karang Turi Semarang. Pengen ikut juga tapi orang tua melarang karena itu sekolah berbasis non Muslim. Dengan semena-mena orang tuaku mendaftarkanku ke SMA swasta Islam (katanya sih dulu terbaik juga di Semarang, entah sekarang) tanpa persetujuanku.

Marah dong… akhirnya aku mainkan aksi mogok. Hingga proses pendaftaran selesai aku sama sekali nggak mau ikut, bahkan mencoba melihat bentuk sekolahannya pun aku tak sudi. Akhirnya tiba lah hari aku jadi resmi anak SMA untuk pertama kalinya. Di hari itu barulah aku menginjakkan kaki di gedung sekolah yang akan menjadi bagian dari hidupku selama tiga tahun kedepan. Bete, kesel, terpaksa campur baur bersama setiap langkahku dari pintu gerbang hingga memasuki ruang kelasku.

Siapa sangka gedung yang yang pernah ku benci teramat sangat seketika menjadi tempat yang sangat kucintai. Di gedung itulah kutemukan sahabat sejatiku, hari-hari seru bersama mereka, dan pastinya cinta pertama lah hai hehehhe. Alhamdhulilah aku masih menjalin hubungan yang baik dengan beberapasahabat ini sampai sekarang meskipun sudah terpisah jarak dan waktu. Nah kalau cinta pertama?? Inilah kisah indah sekaligus lucu yang pernah kualami saat menjadi anak SMA bersama sang cinta pertama, uhuuukkss…

Pertama jadi anak SMA pasti mengalami ospek dong ya, dan kita sebagai korban masih harus pake seragam SMP (bosen.com). Saat itu rasanya nggak ada satu cowok pun yang menarik hati, semua kelihatan seperti anak ingusan, apalagi dengan celana pendeknya itu, blass nggak keren, kecuali kakak senior ya hehee. Hari pertama langsung deh ngincer si mas senior yang aduhaaaiii guantengnya. Selesai ospek “anak ingusan” ini resmi sudah jadi anak SMA, memakai seragam kebanggaan, dan… Eh lha kok cowok-cowok nggak keren tadi perlahan naik tingkat jadi lumayan yah, bahkan beberapa diantaranya masuk kriteria juga (halaaahhh). Kebetulan yang indah, dikelasku juga ada yang oke, dan didaulatlah si Dia ini menjadi ketua kelas kami.

Tadinya sih aku biasa aja, nggak ada tuh perasaan apa-apa, tapi? Kenapa si A ini sering sekali curi-curi pandang ke arahku. Geer?? Nggak lah, kan emang dari dulu banyak penggemar (langsung di lempar sandal), justru aku nggak ngeh. Sahabat yang duduk sebangku denganku sering kali menangkap basah si A curi-curi pandang, tapi aku nggak percaya. “Naksir kamu kali Ci,” jawabku ringan pada Citra sahabatku. Aku yakin 100% bukan aku yang dipandangnya, tapi Citra. Aku malah sangat mendukung dan menyemangati sahabatku untuk mencoba pedekate sama si A. Sebagai bentuk dukungan, aku mulai gerilya tanya kebeberapa teman cowok mengenai si A. Aku dan beberapa teman cowok mulai menyusun strategi pedekate untuk mereka berdua (iseng banget). Ternyata eh ternyata……

“Pie to kowe ki?” A ki seneng karo kowe kok!” omel sahabat dekat si A dengan bahasa Jawa yang medhok banget.  Dasar anak SMA polos (uhuuukk), aku yang manis dan lembut ini sama sekali nggak menangkap sinyal dari A. Aku nggak sadar setiap kali kami ngobrol, wajah A jadi memerah, dia juga suka menjaili aku, sering malah, tapi aku tetep aja nggak ngeh. Akhirnya ketika rahasia itu terbongkar, gentian aku deh yang curi-curi pandang ke A, wkwkkwk. Ga mutu ya

Sejak hari itu hubungan kami mulai dekat, seisi kelas pun kompak mengompori kami untuk jadian. Suatu hari, pagi sebelum pelajaran di mulai, seperti biasa aku masih asyik ngobrol dengan teman-teman di depan kelas. Oya waktu itu aku dan A udah jadian tapi nggak inget berapa lama. Aku yang lagi asyik ngobrol nggak tahu kalau A datang menghampiri. Tau-tau si A mengeluarkan setangkai mawar merah dari jaketnya dan memberikannya untukku. Whhhuuuuuaaaaa seisi kelas pun geger, bahkan kelas-kelas di samping kelasku ikut heboh. Itu adalah pertama kalinya ada seorang cowok yang memberikan bunga padaku. Merah, biru, hijau, ungu, entah apa warna wajahku saat itu, yang jelas itu adalah salah satu moment terindah dalam kehidupanku menjadi anak SMA.

Related Post