Kisahku dengan dirinya Season Deux - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
5300
post-template-default,single,single-post,postid-5300,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Kisahku dengan dirinya Season Deux

Selang beberapa hari ku telpon kembali Shani “hallooooo sayanggggg” kataku di telpon, telpon Shani berdering cukup lama tidak diangkat olehnya aku berpikir entah apa yang terjadi dengannya saat ini, lalu kututuplah telpon itu, aku h2c alias harap-harap cemas dengan kabar Shani yang tidak menjawab telponku.

Selang beberapa menit kemudian tiba-tiba handponku berdering sangan kencang setelah ku cek dan ternyata yang menelpon dia adalah Shani lalu ku angkatlah tepon itu dan berkata “neng kenapa pas aku telpon ora kamu tampani?”, “maaf kak aku tadi lagi sama temanku di cafe” balasnya, “lapo kamu disana geulis?” tanyaku,

“iiiiiiihhh kakak aku tuh di sana cuma main sama teman-temanku waktu sma emangnya ora oleh” balasnya dengan nada bertanya

“boleh kok tapi kan harus bilang dulu sama aku” balasku, “iiihh emang kakak siapa Shani sih?’ tanyanya, “lho kan aku pacar kamu” balasku dengan berharap lebih padanya, dan ternyata jawabannya adalah

Baca Juga: Cerita Mesum Nikmatnya Bercinta di Pantai

JENG JENG JENG JEEEEEEENGGGGG

“iiihh kakak kepedeaan Shani itu cuma anggap sebagai kakak Shani sendiri

[NAH LHO BRO WES WEROH TOH JAWABANE, TIWAS NGAREPNO LUWIH TERNYATA CUMAN SEBAGAI KAKAK DOANG], duarrrr tanpa sengaja sikutku menjatuhkan beberapa benda yang ada di meja dekat lemari kerjaku

“halooo kak, kakak kenapa?” tanya Shani padaku, “nggak kok neng ga ada apa-apa kok” balasku “untungggg bukan barangnya selamat, kalo sampai dari kaca habislah aku” kataku dalam hati, “bener ga ada apa-apa, jangan bikin Shani kuatir lho kak” sahutnya, “bener cantikkkk kakak gak kenapa napa kok” balasku, “Shani kesana ya kak” balasnya dengan rasa panik yang melanda dirinya

“Ora usah neng aku rapopo kok” sahutku, “udah jangan bawel pokoknya Shani kesana” balasnya dengan nada sedikit membantah perintahku agar jangan kemari, “kalo kamu kesini siapa yang nganterin kamu?” tanyaku

“Shani naik taxi online kak, udahlah jang bawel kayak cewek” sahutnya padaku, “iya deh iya kakak ngaleh deh demi eneng geulisnya aak” balasku dengan cara merayu dia, “iiiiiiiiiiihhhhh keseeell masih bisa aja ngerayu dalam kedaan gini” balasnya, “iya deh maaf” balasku

Beberapa menit kemudian Shani tiba tepat di depan rumahku, lalu ku bukalah pintu pagar untuk mempersilahkan gadis cantik ini masuk, “itu tangan kakak kenapa?” tanya Shani dengan rasa kuatirnya padaku

“oh ini cuma tergores sedikit, gak papa kok gini doang sepele” sahutku, “iiiiiihhhhh mosok ngene sepele seh kak, sini Shani obatin” pintanya

Setelah Shani masuk ke dalam rumahku lalu ku lihat sekeliling rumah dengan sekilas tidak ada seorangpun di rumah hanya aku dan Shiro anjing peliharaanku “waaaaaaaahhh aman nih” pikiran licikku mulai bertingkah lagi

“neng masuk kamar yuk, sambil ngobatin tangan kakak ini” pintaku, lalu ku suruh Shiro untuk diam agar tidak mengganggu acara kami di kamar “Shirooo diamm!” perintahku, “eeeeeeeemmmmmm gimana ya kak” Shani menjawabnya ragu-ragu, “udahlah neng ayoookkkk, kamarnya dekat sama kamar mandi kok” pintaku

Lalu aku menyerahkan kotak yang berisi obat-obatan padanya hanya bertujuan untuk mengobati aku selebihnya bonus yang tak mungkin ku tolak hahahaha

“iya deh kak Shani mau, asal jangan macam-macam ya” sahut Shani, “iya neng” jawabku, setibanya kami di kamar tamu dekat dengan kamarku yang berada di lantai dua dan tidak lupa aku mengunci kamar itu dan sebelumnya juga aku sudah mengunci semua pintu yang berada di rumahku

“kamu duduk sini ya, sambil ngobatin tangan aku” pintaku, “iya kak”balasnya, lalu beberapa saat kemudian “makasihnya udah obatin kakak” kataku, “sama-sama” balasnya

“kamu hari ini makin cantik sih”rayuku, “iiiiiiiihhhhhhhh mulai lagi deh”balasnya dengan malau-malu, “eh beneran”balasku

Kemudian ku peluk dirinya dari belakang ku ciumi pipinya lalu ku lumat bibirnya dan ku raba-raba dadanya dan ku lihat dia hanya bisa mewek atau cemebut atau entah apa itu namanya yang jelas dia tidak mau di perlakukan seperti ini kembali

“kak jangan plis, kakak wes janji lho” sahut Shani dengan wajah yang sangat imut menurutku, “aduuuuhh neng maafff kakak ga tahaaaannnn”balasku

“iiiiiiiiiihhhhhh kan udah janji” sahutnya dengan raut muka yang menggemaskan

“iya dehhh maaaaaaaffff” pintaku, dan tanpa ku sengaja tangan ku telah menyentuh pahanya, dan ternyata dia lupa tidak memakai celana dalam

“iiiiiiiihhh kakak mulai lagi deh” kata Shani, lalu ku bisakan ketelinganya “nduk awakmu ora gawe *** ya” kataku, dan Shani hanya bisa menunjukan raut muka yang sangat menggemaskan bagiku, “belum sempat kak, soalnya Shani kawatir dengan keadaan kakak” balasnya dengan malu-malu

Tanpa basa-basi ku naikkan roknya dan ku buka kakinya setelah itu ku elus bibir vaginanya dan inilah reaksi Shani “aaaaaaahhhhh kak jangannnnn”kata Shani sambil menunjukan wajah yang sangaaaaaaattt imut bagiku, “maaaffff neng kakak ga tahannnn”balasku

Ku elus bibir vaginanya setelah itu ku masukkan jariku kedalam vaginanya dan Shani hanya bisa berkata “aaaaaaaahhhhh kak sakiiiiiiiitttt”, “maaaaaffff neng ga tahaaaaaaaaannnnn”balasku, perlakuan ini ku teruskan kira-kira sekitar sebelas menitan

Lalu ku cabutlah tanganku dari vagina milik Shani dan tidak lupa meminta maaf kembali karena ketidak berdayaanku menahan nafsu yang besar ini

“neng maffff ya kakak ga tahan, dan kamu tunggu sini deh kakak ambil *** buat neng di kamar adek kak”pintaku, “iya deh lain kali jangan ya” balasnya

Beberapa menit kemudian “ini neng geulis pake, apa mau kakak bantu?”sahutku dengan sedikit merayu, lalu jawabannya adalahhhhhh “JANGANNNNN!”balas Shani, “iya deh maaafff, sini ku bantu ke kamar mandi ga tega aku lihat kamu kayak gini”balasku, sesampainya di kamar mandi “kakak tungggu di depan sini ya”kataku, “jangan ngintip awas lho”balas Shani dengan nada marahnya

“Haduuuuhhh kalo dia marah makin cantik aja”kaku dalam hati, “gimana sudah selesai?”tanyaku, “sudah kak”balasnya, “sekali lagi kakak minta maaf ya”sahutku, “iya kakak Shanni yang paling cakep”balasnya

“buseeeeeeetttt aku ngimpi opo yo mau bengi, aku cakep lho jarene” kataku dalam hati, “hayooooooo kakak mikirin apa?”tanya Shani padaku, “ndak kok neng, cuma terkesima aja atas omongan barusan soal aku cakep”balasku “iiiiiiiiiiiihhhhh kesellll”kata Shani sambil sedikit mencubit perutku yang onepack ini

“awww sakit tahu”kataku, “rasakan pembalasanku”balasnya, dan perbincangan kami berlangsung hingga tengah malam, setelah itu ku antar Shani menuju rumahnya dengan menggunakan sepeda motor merek *** dan tidak lupa menggunakan helm fullface untukku dan helm wanita milik adikku untuk menutupi kepala Shani agar aman di jalan dan selamat sampai tujuan dengan selamat tentu saja SNI

Sesampai di rumah Shani ku turunkan tepat di depan pagar rumahnya, ku suruh dia cepat cepat masuk dan lekas tidur dan dia tidak lupa mengatakan “hati-hati di jalan ya kak, ini helmnya” dan “terima kasih”, iya neng terimaksih kembali jangan lupa bobo ya” balasku

“iya kakak Shani paling cakeeeepp” balasnya, “neeeengggg udah kali, apa mau kakak gitu in lagi?” kataku, “jangann!”balasnya, “mangkanya buruan gih masuk”sahuutku, “iya, makasih ya kak” kata Shani, “iya sama-sama” balasku

Setelah tiba kembali kerumahku ku elus-elus Shiro anjingku dan mengucapakan “good night Shiro selamat tidur”, lalu ku masukkan motorku dan mengunci pagar serta semua pintu yang ada di kamarku lalu aku pergi kemar madi untuk membersihkan gigi dan lekas berangkat tidur.

Related Post