Me A Naughty Boy - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
5301
post-template-default,single,single-post,postid-5301,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Me A Naughty Boy

Hari demi hari wes tak liwati bersama Jinan di hotel itu dan pada suatu ketika Jinan menanyakan kembali  tentang janji yang belum sempat aku penuhi, dimana kejadian itu setelah aku merenggut kesuciannya di sebuah taman di hotel itu, dan dia telah mengirim pesan lewat aplikasi WhatsApp alias WA yang tertulis dengan kata “ak, kita janjian di cafe hotel atau di mana?”tanyanya padaku dan lewat pesan WA

“di ruangan dekat taman hotel saja, gimana?”balasku dengan bertanya untuk memastikannya, “baik ak”jawabnya, “oke kalo gitu, sampai ketemu besok ya”kataku, “iya ak”balasnya

Pada ke esokan hari tempat yang telah aku dan Jinan telah sepakati untuk bertemu telah tertata dengan rapi, dan tak lama kemudian Jinanpun datang dengan baju tanpa lengan favoritnya

“waahh cantik banget kamu hari ini”rayuku, “iiihh aak nakal deh”sahutnya, “loh kok nakal?”tanyaku

Baca Juga: Skandal Adik Ipar Di Dalam Keluarga

“iya habis aak gombalin Jinan mulu entar brewoknya aku tarik nih”balasnya, “eehh jangan sakit nih, malah ini salah satu aset yang aak miliki jangan di tarik dong kan sakit”balasku, “iya-iya eneng tahu kok”balasnya, “eh coba lihat itu bagus kan?”tanyaku padanya, “apaan ak cuma langit aja kok”jawabnya

“iya langitnya cerah bukan?”tanyaku lagi, “iya sih, terus kenapa?”tanyanya balik, “iya langitnya tuh secerah wajah kamu di hari ini”rayuku, “iiihh aku tarik nih bulu brewoknya”sahutnya

“eehhh jangan, bantu merapikan aja ya”pintaku, “iya ak, tapi mana alatnya?”tanya Jinan padaku, “bentar ya aak ambilin di kamar tapi kamu jangan kemana-mana ya”pintaku, “iya ak siap deh”jawab Jinan

Selang beberapa kemudian aku kembali ke tempat di mana aku dan Jinan telah sepakati untuk bertemu tadi, dan kini aku serahkan benda itu kepada Jinan untuk membatu membersihkan bulu jenggitku yang mulai memanjang, “sini enang bantu ngerapi in”katanya, “iya neng”balasku, “nah selesai gini kan kelihatan lebih cakep”rayunya, “eemm mulai berani nggombalin aak nih”kataku dan Jinan hanya bisa tersenyum saja

“hemm tapi kalo Jinan lihat sih emang kalo aak brewoknya tipis gini jadi makin sukaa”katanya, “ah kamu bisa saja”sahutku, dan dia tersenyum kembali dan hal itu yang bikin aku tambah cinta

~ BEBERAPA MENIT KEMUDIAN ~

“cantik, aak cinta banget sama kamu kalo kamu?”tanyaku sambil memeluk dirinya, “kalo itu jangan di tanya lagi ak Jinan cintaaa bagett sama aak”balasnya

“neng esamanmu kuwi loh bikin aku tambah tresno karo kowe”rayuku lagi,”ngomong apa sih ak, ga paham?”tanyanya, “senyumanmu mengalihkan duniaku”balasku padanya, “iiihh nakal deh”sahutnya sambil memukul dadaku, “aw sakit tahu”balasku, “ih biarin habis akk nakal sih”sahutnya, “tapi kamu suka kan?”tanyaku, “biasa aja”balasnya, “muka kamu itu loh memerah tandanya kamu suka atas gombalan aak tadi”sahutku, “ihh apa sih jelek tahu”balasnya dengan menujukan ekspresi yang membuatku semakin jatuh hati padanya

Saking menikmati indahnya pemandangan hotel sampai-sampai lupa waktu yang dimana aku telah mengajak Jinan, Viny, Vincent serta ke dua adikku alias Depari family untuk menyantap makanan di cafe hotel tempat kami menginap

“oh iya neng aak lupa”kataku, “lupa apa ak?”tanyanya padaku, “lupa ngajak kamu sama Viny, Depari family dan Vincent makan di cafe hotel ini, “oh gitu yuk buruan kasihan mereka”balas Jinan padaku

Dan sesampainya kami di restoran cafe hotel itu kami langsung di sambut dengan “ciyeee abang asiiikk pacaran nih sampe lupa makan bareng sama kita”sahut Neneng Rosediana alias Ochi adik kecilku, “iya maaf-maaf”balasku, “ya sudah sudah, duduk aja biar kakak yang bayarin semua pesanan kalian”kata kakakku, “ciye tumben amat”balasku, “iya sekali kali kenapa sih Dewa”sahut Shani Indira Natio padaku, “iya sih”balasku,

Dan kami semua segera menempati posisi kami masing-masing untuk siap menikmati hidangan yang telah kami pesan dan telah di catat oleh Ochi sebagai perwakilan untuk mencatat pesan kami masing-masing.

Related Post