Pembantu Montok Nekat - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
4177
post-template-default,single,single-post,postid-4177,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita hot

Pembantu Montok Nekat

Pak Boni merupakan kalangan menengah keatas. Di bekerja di bidang telekomunikasi. Dia mempunyai 2 buah kendaraan dan sebuah rumah yg cukup ditinggali bersama istri dan anak semata wayangnya. Pak Boni mempunyai seorang pembantu untuk mengurus rumahnya. Namanya Yani usia 21 tahun. Dia berawsal dari jawa tengah. Sudah hampir setahun dia mengabdi pada keluarga pak Boni. Yani diperlakukan dgn baik oleh keluarga pak Boni sehingga membuatnya betah walopun dia harus berpisah dgn suaminya yg menjadi petani di kampungnya.

Pak Boni hanya memiliki seorang anak namanya Erik. Saat ini usianya sudah 18 tahun. Dia bersekolah disebuah SMA swasta yg bonafid. Maklum, kedudukannya sebagai anak tunggal membuat semua perhatian dan harta dari pak Boni tertuju kepadanya.

Sore itu pukul 3 sore. Sepulang dari sekolahnya Erik merasa sangat lelah. Dia berganti pakaian dan lalu menuju di ruang TV. Dia melihat TV dgn menyandarkan punggungnya di sofa. Pak Boni sendiri tentu saja masih ada di kantornya. Dengan kemacetan Jakarta membuat dia paling cepat bisa sampai di rumah pukul 7 malam. Sedangkan istrinya tidak jauh berbeda, sebagai sesama karyawan tentu istrinya pun merasakan apa yang suaminya rasakan. Sedangkan Yani, dia sedang mengerjakan tugas sehari – harinya. Kali ini dia sedang menyapu lantai di sekitar ruang TV tempat Erik berada.
Sebenarnya tidak ada acara TV yang menarik bagi Erik, dia pun mulai merasa bosan. Namun, sesaat sebelum Erik beranjak dari sofa malasnya. Tiba–tiba dia melihat Yani duduk mengangkang di depannya. Belum hilang kagetnya Erik, kemudian secara tak terduga Yani mendekap Erik ke dada besarnya.

5 menit sebelumnya…

Baca Juga: Dewasa Birahi Rintihan kalbu

“Kenapa juga sih aku jadi mikirin video bokep yg dikirim sama si Wati, mas Bowo juga kalo diajak bicara kotor suka ga mau..iihh…”

Begitulah, kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan atas. Para pembantu pun merasakan perkembangan teknologi informasi, apalagi kalau bukan untuk saling tukar video bokep. Dan pagi tadi, Wati menyebarkan video porno barunya ke pembantu – pembantu lain. Berbeda dengan Wati dan sebagian pembantu lainnya yang di malam harinya bisa bertemu suaminya (Wati adalah pembantu yang tinggal di sekitar kompleks itu, sehingga pagi datang ke majikan, sore bisa pulang), Yani adalah tipe pembantu yang tinggal di rumah majikan dan biasanya pulang setahun dua kali saja.

Walhasil Yani pun kali ini bingung ketika birahinya sedang naik. Biasanya di malam hari dia akan mengajak suaminya melakukan phone sex. Namun entahlah, akhir – akhir ini suaminya menolak dengan alasan lelah setelah seharian mencangkul sawah. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, Ditengah birahinya sedang naik dia melihat Erik sdg begong melihat TV.

“Tumben nih den ganteng udah pulang. Aduhhhh emang ganteng bener anak majikanku ini. Ga salah deh klo den Erik jadi idola pembantu2 disini hihihi…. Duh makin gatel aja nih meki”

Yani menyapu dengan tidak tenang. Dia berpikir untuk berbuat nekat. Dia tahu resikonya sangat besar. Jika Erik menolak dan melaporkan ke ortunya maka sudah dipastikan karir Yani sebagai PRT di rumah ini akan lenyap.

“Ah bodo amat. Mekiku udah ga bisa diajak kompromi. Masa sih den Erik ga suka ama toketku sementara Pak Edi aja sampe kelojotan”

Pak Edi merupakan satpam kompleks. Dia memang pernah dibuat KO hanya dengan jepitan toket 38D milik Yani. Yani terpaksa melakukan itu karena saat itu ketika sedang booming video Ariel – Luna, Yani yang penasaran dengan video tersebut disyaratkan oleh pak Edi untuk berhubungan badan dengannya jika ingin dikirimkan video Ariel – Luna. Untung saja baru titfuck saja pak Edi sudah KO. Sehingga amanlah meki Yani dari kontol pak Edi. Walau Yani jablay (jarang dibelai), namun dia juga pilih2 untuk melampiaskan nafsunya hehehe.

“Aaahhh…ayo den, nikmati tetek mbak Yani ini” ucap Yani sambil mendekap kepala Erik.
“Hmmmphhhh” Erik mencoba melepaskan dekapan itu karena tidak bisa bernapas. Namun dekapan Yani sangat kuat sekali. Kemudian Yani melepaskan dekapan itu sejenak. Secepat kilat dia melepaskan kaos dan branya lalu mendekap Erik kembali.

Erik yang masih kaget langsung menarik napas panjang ketika dilepaskan. Namun tidak sampai 5 detik kemudian

“hmmmmmppphhhhh” namun kali ini mukanya langsung bertemu dgn kulit toket Yani. Dia merasakan nikmatnya kekenyalan toket Yani. Dia menggoyang2kan pinggulnya, sambil menggesek2an vaginanya ke tonjolan di celana Erik. Walaupun keduanya masih menggunakan bawahannya namun gesekan itu sangat terasa karena Yani memakai rok lebar dan celana dalam, sedangkan Erik menggunakan celana boxer dan celana dalam rider di dalamnya. Alhasil vagina yang berlapis celana dalam langsung bergesekan dengan kontol yang beralaskan boxer.

Rupanya Erik mulai merasakan nikmatnya permainan ini tangannya mulai meremas2 toket Yani.

“Hisap donk pentil ku den”

Erik pun langsung melahap putting kiri Yani. Terlihat betul gerakan Erik masih kaku dikarenakan belum berpengalaman dalam sex . Dia hanya menghisap2 putting Yani. Kemudian Yani perlahan melepaskan celana dalamnya. Sehingga kali ini di dalam rok nya tidak ada lagi yang melindungi memeknya. Yani melanjutkan goyangan pinggulnya. Terasa kontol Erik semakin keras.

“Iiihhh kontolnya sudah ngaceng ya?” goda Yani.

“Gimana ga ngaceng la wong di kasih tetek sama digesek2 memek mbak Yani.

“Ayo dikeluarin donk kontolnya den”

Erik pun menurutinya, dia melepaskan celana pendek dan celana dalamnya. Dengan sigap Yani langsung mengocok kontol Erik.

“Den Erik sudah siap menuju surga dunia?”

Nampaknya Yani sudah tidak sabar imgin segera merasakan kontol Erik. Tentu saja, ini sudah bulan ketiga semenjak terakhir kali dia pulang ke kampung. Lagipula dia merasakan rangsangan Erik tidak ada apa – apanya. Jadi dia pikir langsung saja ditancap.

“Iii…iya mbaak…”

“Emang den Erik belum pernah ya sebelumnya?”

Erik cuma menggeleng.

“Bentar den sebelum dimasukan Yani mau mengambil hp dulu”

Lalu Yani mengambil hp di saku roknya dan dia selfie dgn Erik.

“Kog foto segala mbak buat apa?”

“Buat disombongin ke pembantu2 lain. Den Erik kan favoritnya pembantu2 sini. Klo lagi masturbasi atau gituan sama suaminya katanya pada bayangin den Erik…hehehhe…”

Erik tidak peduli. Dia masih saja memainkan toket Yani. Dia tidak pernah menyangka ada toket sebesar ini. Dia pernah secara tidak sengaja menyentuh toket pacarnya, dan sangat jauh ukurannya daripada toket di depannya ini.

Tak lama kemudian “Bleeesss…” Yani akhirnya memasukkan kontol itu ke memeknya.

Setelah masuk seluruhnya, Yani diam dan tidak goyang dahulu. Dia sedikit tersenyum menahan tawa melihat muka Erik yang dilanda kenikmatan untuk pertama kalinya. Yani semakin gemas dengan muka anak majikannya ini. Erik fokus dengan kenikmatan yang dirasakan kontolnya. Yani menciumi wajah tampan milik Erik. Erik yang merasa nikmat hanya pasrah saja menerima kebinalan pembantunya itu.

Perlahan–lahan Yani mulai menggoyangkan pinggulnya sambil tetap menikmati ketampanan muka Erik. Ciuman dari Yani mulai turun ke leher Erik. Yani meninggalkan banyak cupangan di leher Erik tersebut. Yani sangat menikmati mengeksplor Erik, Wangi tubuh Erik yang sering merawat diri benar–benar memabukkan Yani.

Yani semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya. Terlihat Erik yang baru pertama kali ngeseks benar–benar kewalahan menghadapi kebinalan pembantunya yang memang sudah banyak pengalaman dalam hal ini.

“Ooohhhh..aaahhh….” desah Erik. Terlihat Erik berusaha keras menahan dorongan spermanya untuk segera keluar. Mukanya memerah. Namun apa daya, belum sampai 5 menit kemudian.

“Crooottt…crooott…crooott….” Sperma kental keluar dari kontol Erik di dalam memek Yani.

“Hy Erik ayo bangun. Kebiasaan klo nonton tv sampe ketiduran. Pindah ke kamar sana” Tiba – tiba Erik terbangun karena dibangunkan ibunya yang langsung berlalu ke kamar.

Erik yang terbangun lalu dia meraba raba tubuhnya. Ternyata dia masih berpakaian lengkap. Namun dia memang merasa ada sesuatu yang lengket di celana dalamnya.

“Huh sial ternyata aku cuma mimpi basah kukirain beneran nyata” gumam Erik.

Dari kamar, Ibunya lalu berteriak

“Erik jangan lupa kalo tidur pake selimut. Sekarang lagi jaman demam berdarah. Tuh leher kamu bentol2 digigit nyamuk”

Erik kaget. Hah bentol–bentol. Sekilas lalu dia bertukar pandang dengan pembantunya yang sedang berada di pintu dapur. Terlihat Yani tersenyum geli lalu mengedipkan sebelah matanya pada Erik sambil menggigit bibir.

“Tadi tuh mimpi ga sih?” tanya Erik dalam hati.

Erik yang masih bingung lalu mendengar HP nya berbunyi tanda ada SMS masuk. Dia buka ternyata dari nomor yang tidak dia kenal. Dan isinya adalah

“Makasih banget ya den Erik. Kapan2 kita ngentot lagi ya. Tapi nanti den Erik minum obat kuat dulu ya biar mainnya lama hihihihi”

Membaca itu Erik senang sekaligus bingung sekaligus takut.

Senang karena dia benar–benar merasakan tubuh nikmat pembantunya. Dan mungkin bukan hanya saat itu saja. Ke depannya mungkin dia akan lebih sering menikmati tubuh pembantunya.

Bingung karena kenapa dia bisa menikmati bermain seks dengan pembantunya. Padahal pembantunya sangat berbeda tipenya dibandingkan pacarnya saat ini. Wanda, perempuan keturunan Chinese dengan kulit mulus yg wajah cantik.

Dan takut, bagaimana jika pembantunya cerita ke orang tua atau orang di sekitar kompleksnya. Bisa hancur nama baiknya. Apalagi dia ingat pembantunya sempat mengambil foto.

Sementara di dapur, Yani masih tersenyum2 penuh kemenangan. Dia yakin Erik sudah takluk pada dirinya. Dia bisa memenuhi kebutuhan seksualnya kapan saja. Bukan dengan orang sembarangan, tapi orang yang paling ganteng sekompleks ini.

Related Post