Pijitan Payudara - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
596
post-template-default,single,single-post,postid-596,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Pijitan Payudara

Cerita ini terjadi waktu saya berumur 15 ketika itu waktu saya liburan di rumah teman Om saya di kota Jakarta. Sebut saja nama teman Om saya Dody. Om Dody mempunyai istri namanya Tante Rina. Umur Om Dody kira-kita 40 tahun sedangkan Tante Rina berumur 31 dan mereka mempunyai anak berumur 5 tahun bernama Dino. Om Dody adalah teman baik dan rekan bisnis Om saya.

Tante Rina Seorang wanita yang cantik dan mempunyai tubuh yang indah terutama bagian payudara yang indah dan besar.

Keindahan payudaranya tersebut dikarenakan Tante Rina rajin meminum jamu dan memijat payudaranya. Selama menginap di sana perhatian saya selalu pada payudaranya Tante Rina. Tak terasa sudah hampir seminggu saya menginap di sana, suatu siang (saat Om Dody pergi ke kantor dan Dino pergi rumah neneknya) Tante Rina memanggilku dari dalam kamarnya.

Ketika saya masuk ke kamar Tante Rina, tampak tante cuma mengenakan kaos kutung tanpa menggunakan bra sehingga dadanya yang indah telihat nampak membungsung.
“Van, Mau tolongin Tante”, Katanya.
“Apa yang bisa saya bantu Tante”.
“Tante minta tolong sesuatu tapi kamu, tapi kamu harus
rahasiain jangan bilang siapa- siapa”.
“Apaan Tante kok sampe musti rahasia- rahasian”.
“Tante Minta tolong dipijitin”, katanya.
“Kok pijit saja musti pakai rahasia-rahasian segala”.

“Tante minta kamu memijit ini tante”, katanya sambil
menunjukkan buah dadanya yang montok. Saat itu saya
langsung Grogi setengah mati sampai tidak bisa berkata
apa-apa.
“Van, kok diem mau nggak?”, tanya Tante Rina lagi. Saat
itu terasa penisku tegang sekali.
“Mau nggak?”, katanya sekali lagi.
Lalu kukatakan padanya aku bersedia, bayangin saya
seperti ketiban emas dari langit, memegang buah dada
secara gratis disuruh pula siapa yang nggak mau? Lalu
saya bertanya mengapa harus dipijat buah dadanya, dia
menjawab supaya payudaranya indah terus.

Selanjutnya tante mengambil botol yang berisi krem dan
dia segera duduk di tepi ranjang. Tanpa banyak bicara dia
langsung membuka pakaiannya dan membuka BH-nya,
segera payudaranya yang indah tersebut segera terlihat,
kalau saya tebak payudaranya ukuran 36B, Puting susu
kecil tapi menonjol seperti buah kelereng kecil yang
berwarna coklat kemerah-merah.
“Van, kamu cuci tangan kamu dulu gih”, katanya.

Segera saya buru-buru cuci tangan di kamar mandi yang
terletak di kamar tidurnya. Ketika saya balik, Tante sudah
berbaring telentang dengan telanjang dada. Wuih, indah
sekali. Ia memintaku agar melumuri buah dadanya secara
perlahan kecuali bagian puting susunya dengan krim yang
diambilnya tadi. Grogi juga, segera kuambil krem dan
kulumuri dulu di tanganku kemudian secara perlahan
kulumuri payudaranya. Gila rasanya kenyal dan lembut
sekali. Perlahan kutelusuri buah dadanya yang kiri dan
yang kanan dari pangkal sampai mendekati puting.
Sementara tanganku mengelus dadanya, kulihat nafas tante
tampaknya mulai tidak beraturan.
Sesekali mulutnya mengeluarkan bunyi, “Ahh.., ahh”.

Setelah melumuri seluruh payudaranya, tante memegang
kedua tanganku, rupanya ia ingin mengajariku cara memijat
payudara, gerakannya ialah kedua tanganku menyentuh
kedua buah payudaranya dan melakukan gerakan memutar
dari pangkal buah dadanya sampai mendekati puting
susunya, tante meminta saya agar tidak menyentuh puting
susunya. Segera kulalukan gerakan memutari buah kedua
buah payudaranya, baru beberapa gerakan tante memintaku
agar gerakan tersebut dibarengi dengan remasan pada
buah dadanya. Tante semakin terangsang nampaknya terus
ia memintaku, “aahh, Van tolong remas lebih keras”. Tanpa
ragu keremas buah dada yang indah tersebut dengan
keras. Sambil meremas aku bertanya mengapa puting
susunya tidak boleh disentuh? Tiba-tiba ia menjambak
rambutku dan membawa kepalaku ke buah dadanya.

“Van, Tante minta kamu hisap puting susu Tante”, katanya
sambil napasnya tersengal- sengal. Tanpa banyak tanya
lagi langsung ku hisap puting susu kanannya.
“Van, hisap yang kuat sayang.., aah”, desah Tante Rina.
Kuhisap puting susu itu, terus ia berteriak, “Lebih kuat lagi
hisapanya”.
Setelah sekitar 10 menit kuhisap puting di buah dada
kanannya gantian buah dada kiri kuhisap.

Sambil kuhisap
buah dadanya tante membuka celananya sehingga dia
dalam keadaan telanjang bulat. Kemudian dia membuka
celanaku dan meremas penisku. Tante kemudian
memintaku telungkup menindih tubuhnya, sambil
menghisap-hisap payudaranya tante memegang penisku
dan dimasukkan ke dalam lubang vaginanya. Setelah
melalui perjuangan akhirnya penisku memasuki vagina
tanteku. Semua ini dilakukan sambil mengisap dan
meremas- remas buah dadanya. Pinggulku segera kugenjot
dan terasa nikmat luar biasa sedangkan tante berteriak
karena orgasme sudah dekat.

Tak lama kemudian tante nampak sudah orgasme, terasa di
liangnya tegang sekali. Kemudian giliranku menyemburkan
air maniku ke liangnya dan kami pun terdiam menikmati
momen tersebut, setelah itu tante mencium bibirku dengan
lembut.
“Tadi nikmat sekali”, katanya terus dia memintaku besok
kembali memijat payudaranya, dan aku mengiyakan.

Kemudian aku bertanya kepada tante kenapa dia begitu
senang buah dadanya di sentuh dan dihisap, jawabnya ia
tidak bisa melakukan hubungan seks kalau buah dadanya
tidak dirangsang terus- menerus. Saat kutanya mengapa
dia memilihku untuk melakukan hubungan Seks, dia
menjawab dengan enteng, “Saat kamu mandi, tante ngintip
kamu dan tante lihat penis kamu besar..”

Related Post