Sepasang Mantan Kekasih Yang Sangat Bergairah - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
5981
post-template-default,single,single-post,postid-5981,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Sepasang Mantan Kekasih Yang Sangat Bergairah

Sepulang sekolah kurasakan keadaan yang sepi di rumahku. Satu persatu nomor telepon rekan kusambung dan tiada yang terdapat di rumah. Sesaat kucoba telepon mantan pacarku, ternyata ada, dan kucoba satunya lagi dan ternyata pun ada. Kuajak mereka janjian ke rumahku.

Sejam sudah berlalu. Mereka berdua kesudahannya datang. Suasana sepi lokasi tinggal hilang. Akhirnya kami saling bercanda. Rian dan Anto ialah mantanku dan kami tadinya teman yang lumayan akrab dan suka berkumpul bersama. Sebenarnya masih terdapat perasaan suka di hatiku terhadap mereka. Rasanya kurindu akan keadaan dulu. Kami mulai berkelakar dan duduk bersamaan. Rian memang mantanku yang agresif. Terkadang ia memegang tanganku dan pun merangkulku. Anto menyaksikan reaksi Rian tampaknya ia enggan kalah. Hal yang sama juga ia lakukan.

Mungkin sebab mereka mantanku maka aku tidak canggung. Sebenarnya aku menyenangi sentuhan-sentuhan mereka. Tahap demi etape kejadian juga terlewati. Kadang aku dipeluk Rian dan kadang aku dipelukan Anto. Aku pun enggan kalah, kebetulan Anto saat tersebut diam dan kupeluk ia dari belakang. “Rin, tersebut kamu lunak ya,” sahut Anto seraya menggoyangkan punggungnya yang tertempel dadaku sampai-sampai bergesekan. Kurasakan nyilu dan nikmat di putingku, dan membuatku terdiam sesaat. Kemudian,
“Masa, sori Nto.. namun enak ya,” ucapku seraya bercanda.
“Kayak gitu nggak enak, yang enak kayak ini,” perlahan Rian menarikku dan perlahan kulepaskan Anto.
Rian memelukku, tangannya kurasakan menyentuh dadaku dan mengusap-usapnya kemudian meremas-remas.

Sesaat kuterdiam menyangga nafas dan agak terkaget dengan sentuhan Rian. Kurasakan putingku mengeras dan menegang menciptakan aliran darahku terangsang keseluruh tubuh. Rasanya nyilu dan nikmat menciptakan seluruh tubuhku merinding dan lemas. Perlahan mengalir ketonjolan didekat drainase kencingku. Kemudian kurasakan bibir vagina dan anusku berdenyut-denyut. Kusadari aku terangsang. Untung Rian tak menyentuh selangkanganku. “Udah yan, lepasin tangannya dong!” ucapku seraya kedua tanganku mencungkil kedua tangan Rian dari dadaku. Walaupun sebetulnya kusuka, namun kutolak sebab aku terangsang. Kurasakan suatu bibir menghirup kupingku. Mataku melirik ke arah wajah itu dan kulihat sekilas wajah Anto. Sesaat kuterdiam kembali. Nikmat di dalam darahku mengalir kembali. Bibir Anto lantas melumat daun telingaku. Kurasakan nikmat dan lembut mulut Anto dan membuatku tidak dapat menghindar dan menolak. Perlahan lidah Anto menjulur masuk ke lubang telingaku. “Aaahh..” melulu itu yang dapat kuucapkan. Daguku terangkat tinggi. Kurasakan putingku mengeras dan menegang menjadi sensitif. Kurasakan nyilu dan nikmat di putingku.

Tampaknya Rian enggan kalah. Segera tangannya meremas-remas dadaku. Perlahan kurasakan mulut Rian melumat bibirku. Lidahnya menjilati seluruh yang terdapat di mulutku. Aku hanya dapat terdiam tak bergerak, kurasakan pikiranku melayang jauh. Birahiku mengalir di dalam darahku. Tubuhku semakin sensitif dan haus bakal sentuhan. Terlintas di pikiranku bercita-cita mendapatkan yang lebih lagi. Kurasakan ayunan tangan Anto di pahaku sampai-sampai membuat wilayah sensitif di selangkanganku semakin menjadi. Kurasakan rokku perlahan diusung Anto. Tangannya mengelus-elus pahaku dari wilayah paha luar, dalam dan hingga di belahan selangkanganku.

Terlintas di pikiranku bahaya bila pembantuku menyaksikan kejadian ini. Perlahan kulepaskan bibirku dari bibir Rian. Dengan suara yang tegang dan gemetar akhirnya bisa kuucapkan,
“Udah dong..! Jangan ya, nanti pembantuku ngeliat.”
Akhirnya mereka berhenti.
“Sorry ya Rin, aku kangen ama kamu,” ucap Anto.
“Aku juga, maaf ya.. abis tubuh anda bagus nggak kayak pacar gua sekarang,” sahut Rian sambil di antara tangannya membelai dadaku.
“Nggak apa-apa aku juga, anda ke atas yuk!” ucapku.
Lalu kami bergegas pindah ke atas.

Selesai naik tangga ternyata Rian langsung memelukku seraya berjalan. Kedua tangannya menggerayangi buah dadaku. Kurasakan putingku menegang nyilu yang nikmat. Birahi mengalir dalam darahku membuatku terangsang. Kemudian kami bertiga duduk. Dan tak lama lantas tubuhku kali ini dirangkul oleh Anto. Tangannya membelai dan meraba pahaku, lantas perlahan menyusup di rokku. Tak lama lantas celana dalamku yang menyusun belahan kemaluanku tampak jelas. Tangannya bergerak dari unsur paha luar, dalam, dan selangkanganku. Terasa bibir vaginaku berdenyut dan sensitif. Sebenarnya tanpa mereka sadari aku sedang merasakan kejadian ini dan aku terangsang. Aku berjuang menyembunyikan perasaan ini.

“Rina.. Paha anda mulus.. putih.. kulit anda lembut ya,” sahut Anto dengan kedua tangan yang merasakan tubuhku. Sesaat lantas kurasakan tangan Rian memeluk salah satu buah dadaku yang sedang terangsang. Sesaat nafasku tertahan lantas batinku terdiam. Kurasakan nikmat di dadaku. Putingku sedang dialiri darah birahi. Perlahan daguku terangkat tinggi. Akhirnya nafasku berburu.

Tampaknya Rian dan Anto tahu bila aku terangsang. Tanpa basa basi lagi mereka mengerjakan permainan selanjutnya. Perlahan tangan Rian yang memeluk dadaku turun dan menyusup kaosku. Kurasakan tangan Rian menyentuh kulit perutku dan menyusup sampai memeluk dadaku yang tertutup BH dan lantas meremas-remas. Daguku terangkat tinggi. Kemudian bibir Rian kurasakan mengecup dan mencuimi leherku. Mataku terpejam dan kugigit lembut bibir bawahku.

“Oouuhh..” dengan pelan desahan tersebut keluar dari mulutku. Semakin kukeluarkan suara dari mulut maka semakin mereka menjadi. Kurasakan tali BH-ku terlepas dan BH-ku mengendor. Entah siapa yang melakukannya. Kurasakan tangan Rian memeluk dadaku secara langsung. “Aahh,” kurasakan. Dadaku diremas-remas lagi dan lantas kedua putingku dimainkan oleh Rian. Nikmatnya!

Perlahan BH dan kaosku diangkat. Udara juga menyentuh putingku langsung dan memicu tubuhku. Celana dalamku dimulai Anto. Kaos dan BH-ku dilepas Rian. Rokku tidak ketinggalan. Pakaian yang menyelimuti tubuhku berserakan entah berada dimana.

Akhirnya tiada sehelai kainpun di tubuh ini. Semakin tubuhku polos semakin ayunan udara memicu tubuhku. Rasanya tubuh ini hendak dinikmati. Perlahan tangan Anto menciptakan kakiku mengangkang lebar. Rasanya ayunan angin memicu paha dalam dan wilayah kemaluanku dan membuatku bercita-cita untuk menemukan kenikmatan. Kurasakan bibir Anto menyentuh dan mengecup bibir vaginaku. Daguku terus terangkat tinggi dan dadaku reflek membusung seakan menyodorkan diri. Kurasakan laksana ada setrum yang mengalir dari bibir vagina ke semua tubuh.

“Oouuhh..” dengan panjang kuucapkan. Kurasakan tangan Rian meremas dadaku dan memainkan putingku. Ah, dua titik sensitifku terangsang. Dengan reflek dadaku kubusungkan sesampai-sampainya. Tampaknya Rian tidak diam melihatku begini. Segera ia menghisap di antara putingku lagi. Ah, kini ketiga titik sensitifku terangsang. Kurasakan jari-jari Anto perlahan masuk ke liang vaginaku. Lalu terbit lagi dan akhirnya terbit masuk dengan cepat dan serakah. Kurasakan birahiku melayang dan terangsang membuatku pasrah dan menikmati teknik mereka yang sedang merasakan tubuhku. Kuarasakan kemaluanku basah. Anusku pun terkena air yang mengalir. Tampaknya Anto memahami hal ini. Perlahan di antara jarinya masuk ke anusku. Semakin lama anusku licin dan jari Anto dapat terbit masuk mudah. Akhirnya jari-jari Anto terbit masuk dikedua liang tubuhku. Nikmat kurasakan dan entah kenapa semakin kusodorkan kedua liangku ke arahnya. Bibir Anto menikmati wilayah pinggang dan perutku. Aah, laksana listrik mengalir dalam darahku dan juga wilayah daerah tubuhku yang mereka sentuh.

Akhirnya kuterbaring dan kulihat Anto mencungkil celananya. Kulihat miliknya terhunus dan ia tujukan ke liang vaginaku. Kurasakan sentuhan miliknya di bibir vaginaku. Perlahan-lahan masuk. Dagu dan dadaku terangkat tinggi. “Aaahh..” kuucapkan seraya akhirnya kepunyaan Anto menancap dalam di liang vaginaku. Kemudian ia keluar-masukkan. Kurasakan gesekan kepunyaan Anto terbit masuk. Nikmat rasanya sehingga anusku berdenyut-denyut. Mataku separuh terpejam dan kadang-kadang tubuhku goyang sebab tak tahan menikmati nikmat. Sekilas tampak Rian mencungkil celananya. Kulihat miliknya kemudian ia tempelkan ke mulutku. Kurasakan di bibirku dan tampaknya aku menyukainya. Perlahan miliknya dimasukkan ke dalam mulutku. Entah kenapa mulutku terangsang. Lalu kudekap kepunyaan Rian dengan tanganku. Kuayun-ayunkan dan kuhisap dengan mulutku. Kurasakan seluk beluknya dan kunikmati dengan lidah dan mulutku. Kujilat, kuhisap, kutelan dan seterusnya.

Beberapa saat lantas kurubah posisiku jadi mengungging. Dengan begini mulutku dapat merasakan milik Rian yang terhunus. Perlahan kurasakan kesenangan yang berbeda. Milik Anto perlahan ia cabut dari liang vaginaku dan lantas ia hunuskan ke anusku yang kurasakan berdenyut-denyut nikmat. Perlahan ia masukkan ke anusku yang telah terangsang, basah dan longgar sebab jemarinya. Akhirnya tertancap dalam dan ia terbit masukkan dengan pelan. Karena telah licin maka ia keluar-masukkan dengan cepat dan kesudahannya menyembur cairan di liang anusku.

“Ouuhh..” kuucapkan sambil merasakan semburan yang Anto keluarkan. Setelah tersebut Anto mendiamkan miliknya diam tertancap. Sesaat lantas ia mainkan lagi. Anusku paling licin sebab cairannya. Kadang ia keluarkan dulu dan lantas dia tancapkan lagi. Tampaknya ia sengaja. Karena masing-masing tancapan aku mendesah sebab merasakan nikmat.

Beberapa saat lantas kurasakan tidak sedikit cairan yang menyembur dari kepunyaan Rian. Karena kubenar-benar terangsang maka kurasakan nikmat. Lalu kutelan dan entah mengapa justeru membuatku tambah terangsang. Setelah berakhir kulepaskan hisapanku. Rian terdiam. Anto unik pundakku. Sehingga ia bisa memelukku dari belakang. Tangannya meraba-raba dadaku.

Kurasakan ia berdiri dan aku tergantung di miliknya yang menancap. Kulihat Rian menghampiriku lagi. Kurasakan miliknya ia tancapkan ke liang vaginaku. Ah, aku diapit. Kurasakan kedua liangku mereka masuki. Dan kesudahannya kami sama-sama hingga puncak dan puas.

Suasana lokasi tinggal yang sepi sangat memicu kami. Kemudian aku ajak mereka ke kamarku. Di sana tubuhku mereka nikmati lagi dan lagi. Aku juga menikmatinya juga. Karena gairah kami yang tinggi maka kami kerjakan berulang-ulang. Sampai disaat kuhisap kepunyaan mereka dan tiada cairan yang mereka keluarkan di mulutku dan liangku. Kurasakan tak terdapat semburan.

Karena telah malam kesudahannya kami solusi bertiga. Kami jalan-jalan dengan mobilku yang kaca filmnya nyaris 100%. Kami main di unsur utara Jakarta. Kemudian kami bikin mobil goyang hingga jam 04:00 pagi. Tentu kami mengerjakan istirahat. Dan kami terbit dan balik jam 04:00 lebih. Tampaknya gairah seumur kami memang fit. Anto dan Rian bergiliran menyetir. Dan diperjalanan tiada sehelai kainpun di tubuhku. Kondisi kaca mobil yang memungkinkan sampai-sampai selepas dari mojok aku juga masih bercinta dengan mereka. Sampai-sampai penjaga karcis juga tidak menyaksikan tubuh polosku. Diperjalanan aku duduk di belakang dan mereka bergiliran bercinta denganku. Mungkin sebab tubuhku yang lebih unggul dari cewek-cewek beda jadi mereka tidak menyia-nyiakan peluang yang jarang ini. Dan mereka terus merasakan tubuhku.

Related Post