Teman Pacar Sange nya Sama Aku - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
1207
post-template-default,single,single-post,postid-1207,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Teman Pacar Sange nya Sama Aku

Masih ingatkah dengan namaku Hendra yang pernah bercerita disini juga, soal persetubuhanku dengan pacarku Tata, dan kali ini saya mendapati pengalaman sex baru, tapi dengan orang lain bukan sama Tata, langsung saja, pada saat Tata ultah yang ke 21 tahun , dia merayakannya di sebuah café terletak di jalan dago Bandung, disana Tata mengundang teman temannya juga, tapi ada salah satu temannya yang terlihat waow dia dari Jakarta namanya Reni.

Kira – kira Tingginya sekitar 165 cm-lah dengan berat sekitar 45 kg-lah.Gemuk ga yah?Kulitnya putih dengan rambut hitam sepunggung yang di-‘shaggy’ (bener kan nulisnya?). Dan yang paling menarik adalah pinggangnya yang ramping (kecil malah) tetapi payudaranya yang gede (mungkin sekitar 36 A) dan pantat yang bohay!Poko nya ToGePaSar-lah!Tau ga?PAYUDARA GEDE PANTAT BESAR!!!Hehehehe

Karena saya tamu yang paling akhir pulang, yah dengan sangat ‘terpaksa’ saya harus mau mengantarnya pulang. Waktu itu Reni nginap di sebuah hotel yang berada di lembang.ia bilang nginep disana enak,dingin…lagian waktu itu hotel di kota full book semua.

Mulanya saya bilang kalau saya udah ngantuk banget buat nganter Reni ke hotelnya, tetapi karena ngga enak ama Tata (Reni adalah anak dari temen ibunya Tata di Jkt dan Reni ‘keukeuh’ ga mau nginep karena takut ngerepotin) akhirnya saya mau juga. Alhasil kami berangkat dari rumah Tata jam 12.05 malem.

Malem itu udara kota Bandung dingin banget karena baru turun hujan. Sambil terus mendengarkan lagu-lagu R&B,saya terus mengemudikan mobilku sambil sesekali menguap.

“Hend,sorry ya udah ngerepotin.Sorry bgt.”kata Reni memecah kesunyian.

“Ahh ga papa ko. ketimbang kamu naek taksi,ntar kalau diperkosa, saya juga yang disalahin.Hehehe..”jawabku. Saya sendiri heran ko saya bisa ngelawak ‘kasar’ gitu ama Reni, padahal saya kan baru kenal hari itu!

“Ga…abisnya udah malem banget sih…lagian saya kan jauh nginepnya. Kalau sekitaran Dago sih masih berani pulang sendiri.”seru Reni lagi.

“Ya udahlah…tetapi kalau ogut ngantuk, kamu yang nyetir yah…hehehe”,kataku.

“Boleh, tetapi palingan nyampe nya ke Boromeus, bukan ke hotel.UGD lagi!Hihihi!”,serunya ngocol.
Buset, nih anak gokil juga.Untung bukan aku yang sompral.

Dari yang asalnya cuman sindir-sindiran akhirnya saya mulai berani colek-colekan.Dari yang asalnya colek tangan… terus ke pinggang…terus ke payudara(walaupun secara gerak cepat…takut ketauan Tata siihhh).

Reni kadang-kadang ngehindar tetapi kadang-kadang dia diem sambil berlaga kaget.

Hujan rintik-rintik mulai turun waktu saya nyampe ke cihampelas.Ketika lewat ke sebuah diskotik, kami melihat banyak ce dengan baju yang seksi sedang berlalu-lalang.

“Wah…ini diskotik SE itu yah?Katanya ada tempat karaoke juga di dalamnya yah?”tanya Reni.

“Ahh ini sih cuman tempat dugem doang.Kalau mau karaoke-an mah ya bukan disitunya…”

“Emang dimananya?”

“Ya… di mobilnyalah!”,jawabku sekenanya.

Sejenak Reni memandang heran padaku,lalu kemuian tertawa terbahak-bahak.

“Ihh…jorok lo!!!”

Lama juga Reni diem,kaya mikirin sesuatu.

“Emang lo pernah ya?”,kata Reni tiba-tiba.

“Ih..ya belomlah!Ntar keliatan orang gimana?Gila apa!”,seruku sewot.

“Kalau aku mau gimana?”,tantangnya.

“Yeeeee…mimpi kali yeee…!”,jawabku sedikit kaget juga, antara beneran ama ‘bluffing’.

“Ga berani yah?Hihihi…padahal kaca pilm lo kan gelap!”,katanya lagi.

Buset!!!Saya baru inget kalau malem itu mobilku masih di bengkel dan saya pake cherokee punya papap yang kacanya gelap abissss…

“Oooo jadi nantangin yah…Oke deh, tetapi with one condition.”,saya mulai bluffing.

“Apaan?”

“Jangan sampe Tata tau.OK?”

“As you wish!”

Reni langsung senyum-senyum sendiri.Tangannya mulai gerayangan di pahaku.Saya sih (pura-pura) cuek aja, soalnya masih belom yakin kalau Reni emang berani bj in the car. Dengan perlahan jemarinya mulai bermain meremas kontolku.

Mulai dari batangnya hingga ke bijinya. Kontolku-pun mulai mekar, hampir ke ukuran maksimal.Sampai sini saya masih belom yakin dengan niat Reni, walaupun hatiku mulai tambah deg-degan. Kupelankan mobilku sambil terus memperhatikan jalan.

“Ih…ko jadi pelan???Kaget ya…”,godanya sambil terus meremas pelan kontolku.

Saya cuman nyengir mendengarnya sambil memindahkan persenelling ke gigi 2.

Shit!!Jarinya mulai menarik reslettingku!!Lalu tangannya bergerak cepat masuk untuk ‘membebaskan’ kontolku.Sedetik kemuian tangannya ditarik untuk membawa kontolku keluar!!Man…it so wonderfull!!

“Hehehe…udah makin keras ya…Ready for the next action?”,tanyanya dan tanpa memberiku kesempatan untuk berpikir…Plup..Mr P udah berada dalam mulutnya.

Sekali lagi : Shit!!Saya yang kaget membuat mobilku oleng kekanan.Mobil dibelakangku yang hendak menyusul langsung membunyikan klakson sehingga saya harus sedikit menepi untuk memberinya jalan.

“Mmmm…shlowwlyy…”,katanya ga jelas sambil tak lepas kulumannya.

Wow…rasa aneh mulai menggelitik di selangkanganku. Antara takut dan nikmat menjadi rasa kurious yang amat sangat. Takut karena banyak mobil lain disekelilingku yang mungkin saja memperhatikanku.

Membuat kurious akan reaksi selanjutnya yang akan terjadi. Nikmat, udah pasti karena Mr P-ku berada dalam kuluman hangat seorang gadis cantik seperti Reni. But what the hekk!!

Makin lama jalanan ke arah Lembang makin menanjak. Hujan gerimis belum reda pula. Persenelling tak pernah lepas dari gigi 2.Reni masih asik dengan aktifitasnya. Rambutnya sudah acak-acakan. Tangan kirinya masih menggenggam Mr P, dan mulutnya terus maju mundur menghisapnya.

Tiba-tiba tangannya yang kanan menarik tangan kiriku menuju payudaranya. Mengerti keinginannya, segera ko rogoh kutangnya (waktu itu Reni pake baju tank top)lalu kuremas susunya pelan. Lalu ku pilin-pilin putingnya yang udah tegang walau sedikit kagok.

Ia sempat berhenti sejenak untuk menikmatinya lalu melanjutkan aktifitas kulumannya lagi. Hebatnya, makin lama Reni malah makin buas.Saya sempat, curiga jangan-jangan Reni adalah seorang ‘pro’.But who cares anyway!!!

Makin lama makin terasa hangatnya Mr P ku dalam kuluman Reni. Walau awalnya sulit (karena baru pertama), akhirnya mulai terasa aliran hangat di ujung selangkanganku yang terus naik. Apalagi ketika Reni meniamkan mulutnya sehingga Mr P-ku tertelan habis.Wow!!

Akhirnya sambil meremas payudaranya, saya tumpahkan pejuh saya kuat-kuat di dalam mulutnya.Entah berapa kali kedutan yang kurasakan melepas pejuhku.Bahkan kedutan itu terus terasa padahal pejuh saya udah abis terkuras.

Mengetahui hal itu, Reni bukannya langsung melepas kulumannya dari kontolku, ia terus saja melakukan oral sehingga saya geli setengah mati.

Baru kemuian ia bangkit sambil merapikan rambutnya dengan mulut yang masih penuh oleh pejuhku.Ia tersenyum sambil memandangku dan membuka sedikit mulutnya.Huekk…pejuh aku doang tuh!!!

Tiba-tiba di balik tikungan, sinar lampu mobilku menerangi jalanan yang dipenuhi oleh polisi!!Shitt!!!Razia! Reni yang melihat itu ikutan panik. Tanpa sengaja..glek! Habislah pejuh itu ditelannya.

Sempat kulihat wajahnya panik sambil tangannya meraba-raba mencari botol air mineral disampingnya. Saya segera meminggirkan mobilku karena perintah polisi. Sambil berusaha tetap tenang, saya bukakan kaca jendela setengah.

“Selamat malam.Tolong SIM dan STNK -nya,dik!”,kata polisi itu.

Segera kukeluarkan surat-suratku dan kuberikan padanya.

Setelah memeriksa sejenak lalu diberikan lagi padaku.

“Tolong KTAPI anda,Nona”,katanya lagi.

Ups..saya melirik Reni yang masih meneguk air mineralnya.Lalu ia membuka dompetnya dan menyerahkan KTAPI tsb.Kulihat tali tanktop nya masih belum rapi.Hihihi…rasain!

Setelah meneliti sebentar, lalu KTAPI tsb dikembalikan dan beliaupun mengijinkan kami untuk terus. Setelah lewat beberapa meter dari lokasi razia, akupun tertawa terbahak-bahak.

“Hahahaha…Kamu sadar ga kalau tadi tuh posisi tali tanktop kamu belom bener???Mana rambut acak-acakan lagi!!Hihihi”,kata saya terpingkal.

“Emangnya celana lo udah diresletting!!”,jawabnya sambil minum lagi. Shitt!!!saya lupa!!!

Tepat jam 1 malam kami tiba di hotal tsb.Hotel besar yang indah (kalau ga salah bintang 5 kali yeee). Suasana kami berdua udah balik lagi seperti awal.

Hangat tetapi rada-rada horny!!Hehehehe. Karena ngantuk dan lemes (udah beraktifitas berat), Reni menawarkanku untuk minum kopi sejenak di kamarnya. Ya udahlah…daripada celaka di jalan,pikirku.

Masuk ke kamarnya Reni segera memesan segelas kopi pahit dan pamit untuk mandi.Saya menunggu sambil tiduran di bed yang menghadap ke tv.Tak terasa saya ketiduran. Baru sejenak kurasakan, tiba-tiba ada yang hangat diselangkanganku.

Dengan susah payah kubuka mataku, dan kulihat di bawah Reni dengan tubuh bugil sedang meng-oral kontolku!!Saya yang surprise memandang sekeliling kamar berusaha untuk mengenali tempat itu dan siapa gerangan yang ada di bawahku itu!! Setelah kumpul semua roh-ku,saya berusaha untuk bangkit.

Reni yang daritadi memperhatikanku tidak berusaha untuk menghentikan aktifitasnya.Kulihat setengah tubuhku udah bugil,entah kapan ia membuka celanaku. Merasa udah tegang maksimal, tiba-tiba Reni meloncat ke pangkuanku dan langsung mengarahkan kontolku ke lubang memeknya yang telah basah.

“Hend, sekarang giliran aku!!”,serunya sambil langsung menduduki kontolku.

Saya yang kaget segera menangkap pinggangnya yang ramping menahan tubuhnya yang terus memompa sambil mengerang-erang.

Di hadapanku, payudaranya berayun ke atas ke bawah ke kiri ke kanan tak beraturan. Segera ku sergap yang kanan dengan mulutku sambil kugigit-gigit kecil.

“Yeaaahhh…Hend!!Terus!!Tetapi jangan sampe nge-bekas ya!!!Ughhh…”,racaunya sambil menekan kepalaku.

Waahh…takut ketauan co-nya kali yeeee!!

Dari pinggang, tanganku turun menyusuri tubuhnya ke kedua bongkahan pantatnya. Kuremas-remas dengan keras (lupa kalau jangan sampe nge-bekas) sampe merah.Reni makin mempercepat gerakannya dan tekanannya makin intens.

Perlahan jariku turun kearah anusnya.I got an idea!!Kumasukkan telunjukku ke mulut Reni lalu setelah basah ku masukkan ke dalam anusnya secara perlahan.

Mulanya Reni menolak, tetapi kelamaan ia tak peduli dan makin intens dengan gerakannya.Jariku terus mengorek-orek anusnya.Pantatnya udah basah oleh keringat yang dapat kurasakan asin karena juga mengaliri payudaranya.

Tiba-tiba tubuhnya melenting lalu dengan cepat merangkulku sambil tangnnya menjambak rambutku.Kurasakan memeknya semakin banjir disertai rintihan yang melepas orgasme pertamanya.

Beeuuhhh..keren banget!Tubuhnya yang basah dan bugil berkilap-kilap ditimpa cahaya lampu tidur, sementara rambutnya yang sedikit basah sebagian menempel di keningnya yang juga basah.

Memeknya masih berkedutan dimana tertancap kontolku di dalamnya.Matanya setengah terpejam dan giginya menggigit bibir bawahnya dimana jarinya tertancap di kedua bahuku. Kubiarkan sejenak sambil mengelus-elus rambutnya…

“That’s so great i’ve been waiting for…”,lirihnya.

“Specially for you, my dear…”,kata saya pelan juga (supaya romantis).

“Ready for the next action ?”,tanysaya refleks mengucapkan ialog itu.

Tanpa menunggu jawabannya segera kubalikkan tubuhnya sehingga ia terpekik kaget.Kutindih memeknya sambil membenamkan kontolku. Lalu kupompa dengan cepat dan ganas. Reni sepertinya hendak protes, tetapi sejurus kemuian ia mulai dapat mengikuti irama. Pada saat itu lah kemuian kuganti lagi posisi dengan doggy style.

Matanya melotot protes dan mulutnya membuka setengah sambil menghadap ke belakang. Segera ku sumbat dengan mulutku dan kuhisap dalam-dalam.

Tangan ku yang kiri meremas payudaranya dari belakang.Kulihat punggungnya yang putuh berkilap-kilap dan butiran keringat berlarian di atasnya.Lalu ku tegakkan badanku dan meremas kedua bongkahan pantatnya.

Kulirik Reni hanya bisa merintih sambil menggigit bibir bawahnya.Kedua tangannya tidak punya pilihan lain selain menopang badannya.

Kukorek anusnya dengan jari basahku. Reni menengok ke belakang sambil mengucapkan kata-kata yang ga jelas.Antara marah dan tidak tampaknya. Saya masih mempermainkan jariku di anus dan tiba-tiba kulihat Reni mengerang sambil menarikku untuk memeluknya dan meremas payudaranya.

Aha!!Anus is her G-spot!! Orgasmenya yang kedua kurasakan lebih lama dan banyak.Pantatnya terus ditekankan ke kontolku,padahal udah mentok. Mulutnya lama menghisap mulutku dan tangan kirinya meremas pantatku dari belakang sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.

Setelah reda, segera ku ganti ke posisi konvensional.Kulihat di ujung matanya ada butir air mata. Nangis atau kelewat nikmat ya? Kutarik kaki kanannya sehingga menyilang di hadapanku. Dengan begini kurasakan memeknya menjadi lebih sempit.

Setelah itu kedua kakinya kuangkat dan kugantungkan di bahuku sehingga penisku bisa merangsek lebih dalam lagi. Matanya merem melek dan dapat kurasakan bahwa ia kelelahan.

Saya tak dapat menahan lebih lama lagi.Rasanya pejuh saya sudah siap membludak dari kontolku.Segera kupercepat genjotanku sambil bertanya :”Yang,saya udah mau ngecret nihh…Diluar ato di dalem?”

Tanpa menjawab tiba-tiba Reni segera bangkit sehingga kontolku terlepas dari memeknya.Saya hampir ‘ilfil’ karenanya.Pejuh yang siap ditumpahkan seakan surut sesaat. Namun Reni segera menangkap kontolku yang udah ‘full ereksi’ lalu segera meng-oralnya!! Shitt!!Ce ini penuh kejutan rupanya!
Pejuh saya yang sempat macet, seakan mengalir kembali.

Apalagi saat Reni menghisap kuat kontolku sambil memijit-mijit kedua bijiku. Tak tahan lagi, segera kutekankan kepala Reni ke selangkanganku.Mau mati keabisan napas (ato bau keringat) juga sebodo amat!!

Pejuh saya kurasakan menyembur bagai air bah.Seakan tak berhenti-henti menyemprotkan pejuhnya (padahal setelah itu baru disadari kalau kita ga menyemprotkan pejuh sebanyak yang kita bayangkan).

Pijatan di kedua bijiku membuat pejuh saya semakin lancar keluar dan langsung ditelan…lan oleh Reni!!.Masih kutekankan kontolku ke mulut Reni sampai akhirnya ku biarkan karena lemasnya tubuhku,sedangkan Reni,sekali lagi, masih asik mengulumi kontolku yang mulai mengecil.

“Uuuhhh…Reni,U R the best!!”,pujiku sambil membelai rambutnya.

“Oh yeaahhh???Hebat mana ama Tata?”,tanyanya sambil melepas kulumannya.

“Ah don’t mention her name right now!!Or I will tell your boyfriend!!”

“So be it!!Jadi dia bisa putusin aku dan aku bisa jalan ama lo!!”,katanya.

Sekali lagi,beneran ato bluffing.But i don’t want to take a risk now.

“Jangan gitu dong…saya kan ga bisa putus segampang ini ama Tata!”

“My boyfriend is a jerk!!Dia ga bisa ngewujudin the wildest dream aku!!Di-oral di mobil…ga berani!!Maen di anus…ga mau!!!Posisinya juga konvensional mulu!!”,katanya sambil tertunduk.

“Well…kita ga boleh nge-judge seseorang cuman dari kekurangannya aja dong,tetapi dia juga pasti punya banyak kelebihan kan”,kata saya so alim tetapi ‘ngambang’ gitu.

“Anyway aku pasti putus ama ia,tapi selama aku belom dapat gantinya…lo mau kan muasin aku??Gapapa deh aku jadi slingkuhan lo, poko nya aku bakal keep silence dehh…”,katanya sambil tersenyum.

“Kalau itu sih,lain masalah…kata orang juga: ‘Perkuat di pusat, perbanyak di cabang!’Bener ga?”,kata saya sambil meremas kedua payudaranya.

“Ihh dasar lo mah emang udah bajingan ya!!!Nakal!!”,seru Reni sambil pura-pura mukulin dadaku.
Sejak itu,

Reni putus ama pacarnya dan kami beberapa kali kencan sembunyi-sembunyi sampai Reni jaian sama pacar barunya.

Banyak wildest dream Reni yang sempat kami lakukan, kaya ML di jalan tol,atau handjob di bioskop sampe main di anus (with condom,absolutelly!). Saya ga tau apakah sekarang pacar barunya udah bisa satissfied Reni seperti yang dia mau,tetapi 1,the wildest dream yang dia ga akan pernah bisa lepasin.

Related Post