Terbawa Nafsu Saat Ngulum Kontol Teman Papaku - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
1382
post-template-default,single,single-post,postid-1382,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
cerita hot

Terbawa Nafsu Saat Ngulum Kontol Teman Papaku

Ini adalah pengalamanku dientot teman papa waktu aku masih duduk di bangku SMU. Aku termasuk salah satu bunga sekolah di sekolahku dan berprestasi di bidang seni. Rumahku sering didatangin tamu-tamu papaku, baik partner bisnis, karyawan atau teman.

Teman papa yang bernama Om Wawan sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh sama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Wawan mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk2 halus. Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dengan mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Wawan yang berkacamata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dengan perut yang buncit dan napas yang bau. Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas.

Om Wawan suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku. Aku risih sekali apalagi yang ngelirik adalah teman papaku sendiri yang sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Wawan dengan senyuman, dan berkata ,”Om, jangan lihatin Nini sampe gitu dong, kan malu.

”Om Wawan suka tersenyum mesum, “Habis Nini manis dan cakep sih, cowok yang mana gak suka liatin Nini.” Dan aku jadi tersipu malu.

Baca Juga: Skandalku Dengan Sinta Sekretaris Seksi

Suatu Sabtu sore hari seperti biasanya, Om Wawan datang ke rumah aku untuk ngobrol sama papa, tapi waktu itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yang ngobrol sama Om Wawan. Tiba-tiba Om Wawan tanya aku.

“Nini gak perawan lagi ya?”

Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Wawan bilang.

”Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh.” Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Wawan bisa membaca pikiran aku.

“Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yang Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yang tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu.”

Aku jadi kaget ketakutan karena dikasih tau ada penyakit di dalam badanku.

“Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?”, tanyaku bertubi-tubi.

“Yah, mayan parah lah” Aku hanya diam membisu karena sudah ketakutan.

“Tapi Nini gak usah takut, Om bisa sembuhin kok.” Aku agak lega ,

”Oh ya? Gimana?” “Nini harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak?”

“Ok, Nini akan ikut semua instruksi dari Om.”

“Nah, sekarang ambil segelas air putih buat Om.” Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur untuk ambil segelas air.

“Nih airnya Om”

“Ok, Nini minum airnya dikit.” Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Wawan minum air yang baru aku minum.

“Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu. Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat.” Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Wawan menyedot dengan kuat lidahku. Ada sensasi aneh di dalam tubuhku. Lalu Om Wawan memasukkan tangannya di dalam celana dalamku, aku kaget!

“Jangan takut, Nini. Om mau tau separah apa penyakit yang dijangkitin Nini. Ada makhluk halus di dalam tubuh Nini yang suka mengganggu kesehatan Nini.”

Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Wawan menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Wawan menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Wawan mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yang basah.

“Nini dah basah ya?” Trus aku diem saja, lalu Om Wawan menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dengan kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan.

“Ke kamar Nini yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Nini.” Aku nurut saja sama kata2 Om Wawan.

Begitu di kamarku, Om Wawan melepaskan celananya.

”Nini, kulumin kontol Om!” Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau dan kotor kontolnya.

“Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dalam tubuh Nini.” Aku jadi nurut karena aku mau diobatin. Aku mengulum kontol Om yang lagi lemas ketiduran, aku mengemut kontol Om sampe mengeras dan Om Wawan mendesah keenakan.

”lebih cepat kulumnya… ashh ahhh… ngemut2 kontol Om lebih keras dan lebih cepat.” Aku ikut instruksinya dan menahan napas dari bau kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Wawan menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara untuk mengusir makhluk halus. Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku.

”aashhhh… enak Om…. ah ahh ashh hmm… Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh…. masukin kontol Om dong….” Tapi Om Wawan sengaja gak mo masukin kontolnya, dia masih bermain2 dengan vaginaku dengan lidah dan jarinya… sampe aku memohon mohon.

“Om, cepet dong… masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi… ahh ahhhh… tolong Om… cepet masukin”

Lalu Om Wawan memasukin kontolnya di dalam vaginaku.

“Oh… asiknya Om… ah ahahhh ashhhh” Om Wawan mengenjot pelan pelan.

“Om, ahh ahh…. cepet dong ngenjotnya… ahhh ashhh ahhhhahhhh… lebih kuat dong…”

“Wah, Nini binal sekali… Om baru tau…” Lalu dia mengenjot lebih cepat dan kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat.

“Om lebih kuat meremas tetekku ahhhh ahhh”

Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top…. Om Wawan sangat lihai dalam permainan ini… dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali… kita berdua meraung raung keenakan di dalam kamar… ahhh aaaahh….sssssahhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhh…..

“Nini, Om sudah mau keluar…. Om crot di dalam memek Nini yah”.

“Iya, Om… boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Nini juga udah mau keluar ahh ahhhh” Om Wawan mengenjot lebih cepet dan kuat, ahhh ahhhh tiba2 tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku… lalu Om Wawan mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam muluntuku, aku mengulum kontolnya dengan asik dan Om Wawan mengerang dengan asik dan bergetar-getar keenakan. Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman.

“Besok-besok Om mau ngentotin Nini lagi untuk bersihin tubuh Nini dari makhluk halus.

Related Post