Ibunya Merlyn Membuatku Melayang layang - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
9711
post-template-default,single,single-post,postid-9711,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita hot

Ibunya Merlyn Membuatku Melayang layang

Cerita hot – Namaku Bagus aku bekerja sebagai cleaning service di sebuah perkantoran, di daerah Jakarta utara dan disini sebagai perantau karena kota asalku dari Kudus.

Banyak yang bilang kalau aku lebih baik melamar menjadi seorang model saja, karena selain postur tubuhku yang menunjang tampangku juga banyak yang bilang lumayan keren. Namun kenyataannya aku harus hidup cukup menjadi cleaning service saja.

Saat ini usiaku genap 20 tahun dan aku memang hanya lulusan SMA, karena itu aku tidak muluk-muluk untuk menjadi seperti yang mereka bilang.

Karena aku memang berasal dari keluarga sederhana di kampung, bahkan gajiku yang tidak seberapa ini masih aku sisihkan untuk membantu kedua orang tuaku di kampung.

Baca Juga: [random_post]

Kasihan juga melihat mereka mesti harus membiayai adik-adikku.

Sebenarnya aku sudah banyak mendengar adegan cerita dewasa dan juga yang lainnya, namun hingga kini aku belum pernah melakukannya.

Meskipun pernah dulu aku pacaran dengan Titin teman satu sekolah denganku, tapi hanya sebatas jalan bareng dan tidak lebih dari itu.

Namanya juga di kampung semua masih serba kampung, meskipun aku tahu pasti ada yang pernah melakukan adegan cerita dewasa.

Namun di kampung mereka masih punya etika, tidak sama dengan disini. Sering kali aku melihat orang lagi bermesraan di tempat umum, di tempat kost ku saja banyak yang bukan pasangan suami istri tidur dalam satu kamar.

Sebagai cowok yang beranjak dewasa sebenarnya aku juga ingin melakukan adegan cerita dewasa itu, tapi aku masih malu untuk melkaukannya.

Padahal sekarangpun aku sudah memiliki pacar Merlyn namanya, dia bekerja di salah satu stand di mal yang tidak jauh dari tempat aku bekerja.

Kami sering pulang bareng sambil berjalan kaki, karena memang kami satu tempat kost dan disana juga aku mengenalnya.

Merlyn sangat baik padaku, dan dia asli anak Jakarta tapi memilih kost karena rumahnya sempit katanya.

Pernah aku di ajak Merlyn kesana dan benar saja aku lihat rumah Merlyn sangat sempit dan banyak penghuninya juga.

Karena itu dia memang ingin tinggal di tempat kost daripada harus berdesakan tidur di rumah yang sempit itu, Merlyn juga sama masih memiliki dua adik sepertiku.

Diapun juga membantu orang tuanya, mungkin karena memiliki cerita hidup yang hampir sama kamiun menjadi lebih nyaman bersama.

Tapi setelah dua tahun aku bekerja di sini dan selama kurang dari satu tahun aku menjalin hubungan dengan Merlyn, akhirnya akupun melakukan adegan cerita dewasa namun bukan bersama Merlyn melainkan dengan tante Jessica.

Ibu nya Merlyn yang 15 tahun lebih tua dariku, dia bekerja di tempat aku bekerja namun dari yang aku tahu dia merupakan manajer marketing dan memang di kenal sebagai janda muda.

Awalnya aku tidak menduga kalau akan melakukan hal itu dengannya, saat itu aku sedang istirahat setelah habis bekerja.

Dan sudah menjadi kebiasan bu Jessica memberikan makanan ringan pada kami, karena itu banyak yang menyukai pribadi bu Jessica.

Dia memanggilku “Bagus nanti kamu pulang sama saya.. tolong kamu bawain barang saya ya..” Akupun mengangguk.

Dari yang aku tahu bu Jessica memang sering meminta bantuan pada cleaning service ataupun OB yang lain untuk mengangkat barang atau yang lainnya.

Ketika aku melewati lorong ruangan bu Jessica aku sempat melihat Bintang salah satu OB di sana tersenyum sambil berkata lirih “Siap-siap lho..” Aku tidak mengerti maksud perkataannya dan berlalu dari tempat itu apalagi aku sedang mengangkat barang bu Jessica.

Di dalam mobilnya dia berkata padaku yang memang dia suruh duduk disampingnya “Bagus asli mana..?” Dengan sopan aku jawab “Kudus bu..” Dia tertawa renyah dan kembali berkata “Jangan panggil ibu dong.. panggil saja tante…” Aku mengangguk dan menjawab “Oooiiia.. tante..” Kamipun mengobrol cukup lama di dalam mobil tante Jessica bahkan kami sempat tertawa bersama.

Sampai di rumahnya akupun mengangkat barang tante Jessica, dan meletakkannya di tempat dia bilang.

Setelah itu dia menyuruhku untuk duduk dulu dan menyerahkan minuman dingin padaku, aku lihat rumahnya sepi padahal begitu luas.

Sekitar 15 menit aku sendirian duduk di ruang tamunya tiba-tiba tante Jessica datang dengan mengenakan pakaian yang aku lihat begitu transparan.

Terlihat lekuk tubuhnya ketika aku menunduk di malah tersenyum padaku, dan bergetar seluruh tubhku ketika dia memgang taganku “Kenapa gugup Bagus.. ” Toketnya kini menempel di punggungku dan aku tidak dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menyentuh belakang leherku dengan bibirnya dan dapat aku rasakan desah nafasnya yang memburu di telingaku.

Aku hanya diam bahkan aku menikmatinya “OOoouuugggghh.. Damaaaar.. tante.. sudah merhatiin kamu dari dulu… aaaagggghh.. aaaggghh.. kamu tauuu.. sayaaang…” Katanya di sela perbuatannya padaku, aku tidak menjawab dan hanya bisa memejamkan mata menikmati sentuhan tante Jessica.

Kini bukan hanya bibirnya namun tangannya mulai menggerayangi tubuhku hingga akhirnya dia lepas semua pakaianku.

Ketika melihat kontolku diapun segera melumatnya dan “Aaaaaaagggghh.. taaaanteee… aaaaagggggghh… aaaaggghh.. nikmaaaat.. tanteeee…. aaaaagggghh…” Kontolku serasa beretar hebat dan aliran kemikmatannya terus menjalar ke setiap tubuhku.

Aku lihat tante Jessica begitu buas melumat serta mengecup kontolku.
“OOooouuuugggggghhhh…. aaaaaaaggggghhhhh…. ooooggggghhh… aaaaagggggggh.. aaaggggghhhhhh…”

Aku benar-benar di buat melayang oleh tante Jessica, apalagi ketika dia merangkak naik ke atas tubuhku dan memasukkan sendiri kontolku ke dalam memeknya sampai akhirnya diapun bergerak di atas tubuhku.

Semakin tidak kuasa aku menahan kenikmatannya “OOouuugggghhhh… taaante…. aaaggggghhhh… aaaaaagggggghh… aaaaaggggghhhh..”

Aku merasa kontolku sudah menyemburkan sesuatu yang hangat dalam memeknya, dan aku lihat tante Jessica masih saja bergoyang di atas tubuhku.

Mengetahui aku sudah mengeluarkan lendir kenikmatanku dia hnya tersenyum padaku.

Kemudian dia menciumku “Bagus benar-benar baru kali ini melakukannya..?” Aku menganggukan kepalaku dan kembali dia tersenyum, lalu beranjak bangun dari atas tubuhku dan mengambil minuman dan dia berikan padaku.

Bagai baru saja berlari aku habiskan minuman itu, tante Jessica kembali melumat kontolku yang belum aku bersihkan, aku tahu kalau kali ini aku harus memuaskannya.

Tags: