Tante Yang Penuh Dengan Sensasi Seks - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Kluber Sex
5979
post-template-default,single,single-post,postid-5979,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Cerita Hot

Tante Yang Penuh Dengan Sensasi Seks

Pagi tersebut seperti biasa aku bangun pagi-pagi dan langsung berdiri didepan jendela seraya menatap lokasi tinggal disebelah bawah. Dan tak berapa lama orang yang dirindukan keluar, orang tersebut memakai baju yang unsur pundak dan ketiaknya terbuka. Lalu dia mulai menyapu halaman rumahnya seraya membungkuk, sampai-sampai sebagian payudaranya yang besar tampak dari kaca aku berada. Melihat payudara yang tidak jarang kali ditopang oleh BH hitam 36 B tersebut adalahrutinitasku tiap pagi.

Tetanggaku tersebut biasa kupanggil tante Nita. Dia telah menjanda selama 2,5 tahun dan mempunyai dua anak. Joko, 6 tahun ikut bapaknya dan Dini, 3 tahun ikut tante nita. Tante Nita berprofesi sebagai guru TK dan dia sangat mengawal penampilan tubuhnya. Sehingga diusia 43 tahun dia tampak 10 tahun lebih muda. Kalo artis dia laksana Betharia Sonataha yangdi umur kepala 4 tetap tampak segar dan menggairahkan dan Chintami Atmanegara dengan payudara yang kencang dan merangsang. Dan namaku Sonny waktu tersebut berusia 22 tahun.

Hari tersebut hari Minggu jam 10:15. Karna jenuh aku pergi kesebelah guna main. Tante Nita berteman dengan ibuku semenjak SMP sampai-sampai hubungan kekeluargaan kami paling kuat. Kupanggil nama Tante Nita dan Dini, namun tidak terdapat yang jawab kesudahannya aku cuek dan langsung masuk ke dalam. Aku biasa nemanin Dini main seraya sekalian ngintipin payudaranya tante Nita. Sampai ruang tengah kulihat TV masih menyala dengan Volume kecil dan tante Nita istirahat dikasur depan TV itu. Waktu tersebut tante Nita menggunakan baju laksana kaos singlet laki-laki, warnanya coklat muda. Yang menciptakan aku menyangga napas karna di antara payudara tante Nita agak kelihatan karna kaosnya terbuka keatas sebagian, sedangkan tangannya menjadi bantalan kepala. Setan masuk kepalaku, pelan-pelan aku maju guna mematikan TV, setelah tersebut aku jongkk dengan posisi diatasnya. Kugulung tidak banyak lagi kaosnya, sehingga sekarang kedua payudaranya terlihat.

Belum pernah aku menyaksikan payudara tante Nita sejelas dan sedekat itu. kuusap kedua payudaranya perlahan sedangkan mulutku mencari tiap jenjang lehernya. Kuteluspkan tanganku kedalam BHnya guna meraih pentil payudara tante Nita. Saat tersentuh matanya tiba-tiba terbuka. Spontan tanganku menyangga kedua tangannya, mulutku menyerbu mulutnya dan kakiku mengunci kakinya.

Baca Juga: Nikmati Tubuh Mama Tiriku

” Lepasin Son.. apa apaan ini..?? ” katanya berjuang berontak.
” Tante, Sonny bakal muasin tante.. gak usah nglelawan ” satu tanganku turun dan memilin-milin di antara puting susunya yang mulai mengeras.
” Aaakh.. namun bukan kaya gini metodenya son ” jawabnya dengan suara yang bergetar.
” Pokoknya tante rasakan dulu.. abis tersebut terserah tante aja” bisikku seraya menjilat lubang kupingnya.
” Ya udah terserah anda aja ” katanya sambil melemparkan muka kesamping.

Kubuka kaos tante Nita dan kubaringkan lagi badannya setalh tersebut kusingkap BH hitamnya dan langsung kusedot kedua puting susu tante Nita yang kencang kemerah-merahan, sedangkan tanganku membuka celana dan CDnya. Kulihat vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang lebat, kucium vaginanya dan tanganku meremas remas pantatnya. Pelan-pelan lidahku yang basah menelusup himpitan daging yang lembut dan meneyntuh kloritas didalamnya.

” aakh..mmh..aakkrrh ” tante Nita merintih menyangga rasa nikmat yang telah lama tidak dia rasakan. Tante Nita menggeliat liar, langsung kupegang pahanya. Kutarik lidahku dan pulang kucium selama vaginanya hingga tenang lagi. Kembali kumasukkan lidahku hingga menyentuh kloritasnya, tante Nita menggeliat namun tidak seliar tadi. Kelihatannya tante nita sangat merasakan tarian lidahku dalam vaginanya, tampak dari tangannya yang meremas remas puting susunya sendiri. rangsangan semakin kutingkatkan keseluruh unsur dalam vaginanya.

” oouuh.. yahh.. terus son” desah tante Nita yang telah terangsang. Napasnya mengejar tak karuan. Kadang-kadang kuhisap dengan tiba-tiba sampai-sampai tante Nita menggeliat dengan cepat, tubuhnya naik turun bahkan berputar-putar mengekor jilatanku. Beberapa menit lantas tubuh tante Nita menegang danmenjepit kepalaku dengan sepasang paha mulusnya. Kedua tangannya mendorong kepalaku supaya labih masuk kedalam vaginanya yang menerbitkan cairan hangat.
” aakhh..oouhh..sshh ” rintihnya tak tertahan. dengan perlahan tante Nita mengendurkan jepitannya, aku berdiri untuk mencuci wajahku kulihat tante Nita masih merasakan sisa orgasmenya. Pasti telah lama vaginanya tidak dijilat laksana tadi pikirku tersenyum.

Saat aku pulang tante Nita berlangsung terhuyung-huyung kekamarnya. Didepan pintu kusergap dia dan tanganku langsung meremas-remas susunya. Ia mendesah halus lantas berbalikdan langsung menyerbu bibirku. Mulut kami berpagutan dan lidah kami berperang didalam sana. Sementara tangan tante Nita sibuk mempereteli baju dan celanaku hingga tak terdapat lagi benang ditubuh kami berdua. Setengah bengong tante Nita menyaksikan penisku yang telah membesar sempurna, dia meremas-remas penisku lumayan lama seraya menjilatinya hingga akhirnya dia menelan berakhir semua batang penisku itu.

” Ooo.. aarghh.. yaah ” desahku ketika tante Nia maju mundur mengulum penisku sedangkan lidahnya menari-nari disekitar penisku yang terkulum. Setelah sejumlah menit kucabut penisku dan kutarik kepalanya dia tampak kecewa.
” tante aku udah gak tahan ” bisikku sambil membelai pantatnnya.
” ya udah .. namun pelan-pelan aja ya ” seraya membuka agak lebar kedua pahanya.

Secara perlahan aku masukkan penisku kevagina tante Nita dengan ditolong kedua tangannya. Kurasakan sensasi yang spektakuler saat penisku mulai terbenam didalam vagina tante Nita, otot-otot vaginanya terasa menekan-nekan penisku. Tante Nita cuma dapat mendesah menikmatinya. Kemudian dengan mengkakngkang lebar tante Nita biarkan aku leluasa menggenjot vaginanya. Keringatku mengalir turun menyatu dengan keringatnya, mata tante Nita terpejam dan mulutnya mendesah tak karuan. Kenikmatan mulai menjalari tubuh kekarku, kukencangkan otot perutku penisku semakin keras memanjang.

” Aaah.. oough ” ia merintih keras. mutu tubuhnya tak mampu ditopang lututnya yang goyah oleh rasa nikmat yang tak terkira, aku terus menggerakkan pantatku maju mundur seraya mendengar suara keciprak lendir yang memenuhi vaginanya. Akhirnya dengan mengerahkan saldo tenagaku kusentakkan pantatku kedepan untuk menenggelamkan penisku sedalam mungkin dilobang vaginanya. Tante Nita pulang menjerit halus dan tubuh kami menyatu. Tangannya ketat memelukku kepalanya tersekat dibahuku sampai-sampai jeritannya tersekat disana. Kurasakan gelombang nikmat orgasme merayapi tubuhku, kuremas powerful pantatnya tubuh kami diam membatu mereguk saldo kenikmatan.

setelah puas tante Nita menarikku berbaring menindihku. Kunikmati masing-masing sentuhannya pada badanku. Sekitar 15 menit kubaringkan dia kubuka pahanya lebar-lebar kumasukkan lagi penisku dengan cepat kelubang vaginanya dan tante Nita mendesah kecil. Dengan segera desahan tersebut menjadi erangan dan jeritan saat aku mempercepat gerakan pantatku. Tangannya bergerak taktentu begitu pula kakinya yang mengkang lebar itu.

” aargghh.. oouuhh” jerit tante Nita. Tapi aku tak memperdulikan jeritannya itu, pantatku terus beraksi, penisku menerobos masuk ruang vaginanya. Kurasakan lahar panas dipenisku bakal meledak. Maka kurankul pundaknya dan mulutku kubenamkan dileher tante Nita, dengan satu hentakan pantat yang keras kubenamkan penisku sedalam mungkin dilubang vaginanya. Pantatnya bergera hebat menyangga rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Pahanya membelit erat pinggangku dan mulutnya menjerit tak karuan lantas gelombang orgasme melanda semua tubuhku. ” Crot..crot..crot” spermaku mengalir deras diliang vaginanya diiringi jeritan keras tante Nita.
” Tante telah puas kan?” bisikku. Dia mengangguk dan kesudahannya kami berdua tertidur tanpa sempat merubah posisi.

 

 

Related Post